Saya Pamit...

Saya Pamit...
Part 50


__ADS_3

Sore menjelang, tadi pagi pukul sepuluh pak andi sudah dikebumikan, banyak pelayat yang masih berdatangan mulai dari saudara jauh beserta rekan pak andi.


Papa restu sekeluarga sudah tiba, air mata duka kembali mengalir dari mata indah Aleena saat dipeluk oleh buna erlin.


Belum ada sesuap nasi atau roti yang masuk ke mulut Aleena, terakhir ia makan saat makan malam kemarin.


Rencana Azriel akan mengajak Aleena kembali ke jakarta setelah kirim do'a hari ke-7.


.


.


.


"unda anan anis agi ya, tal adla cama yayah uga Syedih" Balita yang hampir berusia 2 tahun itu semakin pintar sekarang, bahkan dari kemarin tidak rewel meski tak berada disamping bundanya.


"iya sayang, sekarang adek bobok ya udah malem, besok kita doa akung okee"


"otee"


Hari malam berganti pagi, bu Laras ditemani keponakannya pergi ke pasar untuk berbelanja slametan nanti malam.

__ADS_1


Mungkin biasa dikenal nelung dino (malam ke tiga), dan malam malam selanjutnya akan diisi dengan ngaji sampai malam ketujuh akan ada slametan pitung ndinani (malam tujuh).


Sementara dirumah aleena mulai membuat sarapan, karena ada lumayan banyak kerabatnya dan tidak mungkin membuat mereka masak sendiri, ya kan Aleena tuan rumahnya jadi tidak sreg kalau dia hanya berleha-leha sedangkan tamunya kerepotan.


Kecuali bila ada tamu yang melayat maka Aleena dan bu laras akan didepan menemui tamu dengan pakdhe dan budhe Aleena.


Matahari sudah lumayan naik, tetangga dekat mulai datang untuk membantu mempersiapkan slametan nanti malam.


"ndok leena, iki badhe ngge opo"


"oalah niku ngge dahar ipun budhe"


"dimasak opo ndok"


"yo apik ae, manut sohibul khajat"


Kesibukan para kaum hawa di dapur berlanjut hingga sore, rawon sapi beserta snack yang akan dibagikan kepada bapak bapak yang nanti akan slametan sudah disiapkan.


Kini para ibuk ibuk sudah pulang dan nanti ada beberapa yang datang untuk membantu siap siap.


_______

__ADS_1


Acara 7 harinan pak andi sudah terlaksana, kini Aleena trngah bersiap kembali ke jakarta mengingat banyak tugas dan tanggung jawabnya dan suami yang menunggu.


Bu Laras tetep kekeuh ingin tinggal di Magetan, dengan alasan ingin menggarap sawah dan juga mebel pak andi.


Meski begitu nantinya Aleena akan sering berkunjung. Ataupun bu Laras yang akan pergi ke jakarta.


Buna erlin juga baru pulang bersama Aleena dan azriel namun tidak dengan papa restu dan yang lain karena Azkara juga sibuk kuliah.


"uti, adla mahu puwan duyu anti anin agi nini" pamit Andra saat mencium punggung tangan mbah utinya


"nanti main lagi ya cucu uti, jangan nakal sama bunda dan ayah"


"otee uti dadahh"


Mobil yang dikendarai Azriel sudah menyusuri jalan kota magetan, banyaknya spot wisata namun tak ada satupun yang mereka kunjungi kali ini karena mereka pulang dalam keadaan berduka.


Perjalanan diwarnai dengan celotehan Andra yang sedang bernyanyi bersama neneknya, seperti tak ada lelahnya sama sekali.


Sedangkan Aleena hanya diam dan memejamkan mata, kepalanya terasa pusing dan berat membuatnya enggan membuka mata.


Memang satu minggu terakhir tenaganya terkuras dengan banyaknya persiapan yangg harus ia lakukan hingga ia yang biasanya lebih banyak duduk kini harus produktif.

__ADS_1


## holla nyempetin up di era banyaknya tugas yang mengejar, tapi alhamdulillah bisa dan kuat. Mummpung hari ini libur jadi bisa up pagi tapi entahlah untuk besok.


__ADS_2