Saya Pamit...

Saya Pamit...
Part 11


__ADS_3

Kini semua sudah kembali aktifitas, aleena yang dirumah dengan Erlin dan juga bunga pun bingung harus mengerjakan apa. Sebab sudah ada dua art teman Mbok Sri yang melakukan pekerjaan rumah.


"em Buna, boleh nggak kalau Aleena tanam beberapa tumbuhan disana" izin Aleena menunjuk taman belakang yang kosong tak ada tanaman sama sekali.


Bukan malas Buna Azriel sering tak sempat karena beliau harus mengurus butik miliknya.


"boleh, kamu mau tanam apa?"


"kalau semisal bunga dan sayur-sayuran gimana buna" usul Aleena meminta pendapat Erlin


"boleh, lakukan yang membuat mu senang"


Karena sudah mendapat izin, Aleena pergi dengan meminjam motor kepada salah satu satpam. Tenang Aleena pergi ditemani Mbok Sri, bisa bisa tersesat kalau Aleena pergi sendiri.


Setelah membeli beberapa bibit tanaman hias dan juga sayur beserta buah-buahan Aleena pulang kerumah sebab tak ada yang mau ia beli.


Beberapa tanaman yang dibeli Aleena diantar oleh toko sebab bibit tanaman hias dan juga buah-buahan sudah terbentuk, dan untuk buahnya juga sudah berbuah walau ukurannya masih pendek.


"Assalamualaikum"


"wa'alaikumussalam loh udah pulang, mana Bunganya"


"nanti diantar buna, terus ini kembaliannya" ucap Aleena memberikan kembalian membeli bunga

__ADS_1


Tadi Erlin memang memberi uang dua juta kepada Aleena, walau sempat Aleena tolak namun karena paksaan dari Erlin Aleena menerimanya.


Dengan riang Aleena mulai menanam tanaman yang ia beli tadi, dapat Erlin lihat betapa rajinnya menantu perempuannya itu.


Hingga siang kegiatan bercocok tanam mereka belum selesai, namun mendengar adzan duhur berkumandang mereka beristirahat sejenak.


...****************...


Sore hari Azriel dan papanya pulang dari kantor, Aleena yang sudah melihat kebiasaan yang ibunya berikan kepada bapaknya saat pulang kerja, mulai dari menyambut hingga menyiapkan baju ganti.


Dengan cekatan Aleena membuat beberapa teh dan kopi hangat, yang kemudian ia bawa keruang tamu.


Saat meletakkan teh didepan Azriel al1eena harus mendapat kata-kata pedas lagi.


Aleena hanya bisa menunduk tatkala mendengar ucapan pedas tersebut.


"kak leena, besok ara ikut tanem tanem lagi ya" ucap Azkara dengan menggelondot di lengan Aleena


"iya dek"


Karena Aleena belum mandi ia naik keatas, tak lupa ia juga dibuntuti oleh Azkara di belakangnya.


"kenapa dek?" tanya Aleena bingung

__ADS_1


"habis mandi main kekamarku ya kak" mohonnya dan Aleena pun tersenyum


"iya, kakak mandi dulu"


Selesai mandi Aleena mengetuk pintu kamar Azkara, sedangkan Azkara yang mendengar ketukan pintu pun langsung berdiri dan berlari menuju pintu.


Mereka bercerita dan bersenda gurau hingga adzan magrib berkumandang. Mereka lantas mengambil mukena masing masing dan turun untuk berjamaah sholat.


Kini keluarga Pradania sedang berkumpul, ada saja setiap hari perbincangan mereka. Sepertinya apapun yang mereka lalui tak pernah mereka tutupi.


"pa, buna kalau semisal abang sama Aleena pindah ke apartemen gimana?"


"kamu udah nggak betah disini" sahut Erlin


"bukan gitu buna, abang udah nikan dan pasti kami butuh privasi jadi tolong izinin abang"


"tapi kamu janji nggak bakal sakiti Aleena kan?" tanya Bunga


"nggak nek, abang janji bakal bahagiain Aleena" bohong azriel


Setelah mendapat banyak pertimbangan akhirnya besok sore Azriel dan Aleena akan pindah keapartemen milik Azriel.


Jaraknya tak terlalu jauh dari mansion, hanya memakan waktu setengah jam sudah sampai.

__ADS_1


__ADS_2