Saya Pamit...

Saya Pamit...
Part 23


__ADS_3

Diperusahaan pradania group Azriel sedang melamunkan sesuatu yang membuatnya sangat larut bahkan tidak menyadari ketukan pintu dari asistennya.


Karena diabaikan Farhan memilih kembali keruangannya dan menemui Azriel nanti.


Di dalam ruangannya Azriel melamunkan seorang Aleena, dan saat larut dalam lamunannya ia teringat satu hal.


Segera ia sahut kalender yang tak jauh dari tempat duduknya, tapi karena belum mendapat jawaban ia membuka ponsel namun ternyata hasilnya masih nihil.


Ia putuskan untuk menyahut kunci mobilnya dan segera berjalan cepat kearah lift.


"pak, tunggu" panggil Farhan


"nanti saja Han, saya ada urusan"


Lift yang dinaiki Azriel mengantarkan keruangan dasar, ia segera berlari karena tidak sabar untuk segera sampai ke apartemennya.


Karena jam berangkat kerja sudah lewat jalanan tak seramai pagi tadi, membuat Azriel lebih cepat sampai apartemen nya.

__ADS_1


Sampai kamar Azriel mencari surat yang ditulis Aleena sebelum pergi, disana tercantum tanggal dia menuliskan surat tersebut dan ada juga tespek yang aleena gunakan untuk mengecek kehadiran bayinya dulu.


"Aleena, kamu dimana? kenapa aku bisa sebodoh ini? kenapa aku tidak menyadari bahwa aku sudah jatuh hati kepadamu? bahkan aku menolak kehadiran putra atau putri kita. Maafkan aku yang dulu semena mena kepadamu, membiarka mu tidur di lantai tanpa selimut dan bantal, memaki dan menuduhmu tentang hal hal yang tidak kau lakukan. Jika sekarang kita hidup bersama, dan kamu ada disisiku mungkin sekarang aku menjadi lelaki paling bahagia karena mendapat wanita sedewasa kamu yang tidak pernah menuntut apapun dariku, mungkin putra kita akan lahir dalam beberapa minggu lagi"


"ya allah izinkan aku bertemu istriku lagi, izinkan aku meminta maaf kepadanya dan memulai kembali hubungan kita layaknya suami istri diluar sana. Disini semua salahku yang terlalu egois dan menjadikan istriku sebagai pelampiasan kekesalan ku kepada orang tua juga kakek nenekku, maafkan hamba ya Allah"


Tanpa di sadari Azriel mengelurkan air mata, ingin sekali ia memutar waktu dan tidak mengulangi kesalahannya.


Namun hidup itu pilihan, dia yang memilih bertindak seperti dulu tanpa memikirkan apa yang terjadi kepada orang tersebut.


Saat hendak sampai di perusahaan tak sengaja fokus Azriel teralihkan kepada seorang wanita hamil bergamis panjang yang sedang berdiri didepan butiknya sendiri.


Ditemani beberapa karyawannya dan ada juga mungkin rekan bisnisnya, yang membuat Azriel salah fokus wanita itu mirip sekali dengan Aleena.


Mulai dari wajahnya hingga tinggi badannya, yang membedakan ialah tubuh wanita itu lebih berisi seperti sedang hamil.


"ck ck, dimana suaminya hingga istrinya yang sepertinya sudah hamil tua itu bekerja. Lelaki seperti apa itu" gumam Azriel yang tanpa ia sadari ia sudah mengomentari dirinya sendiri.

__ADS_1


Tak ingin berlama-lama ia segera melajukan kembali mobilnya dan memakirkan diparkiran perusahaan.


Entah kenapa mood Azriel hari ini sedikit berantakan sejak melihat wanita hamil tadi, ia menayangkan jika itu terjadi kepada buna Erlin dan juga Azkara mungkin dia orang pertama yang akan melarang mereka bekerja disaat hamil tua seperti itu.


.


.


.


Say hallo temen temen, apa kabar? semoga kalian senantiasa diberi perlindunga oleh Allah.


Maaf ya akhir akhir ini author jadwal upnya nggak teratur bahkan sampai tidak up. Sebenarnya pengen banget up tapi ada aja kesibukan yang harus author lakukan, tapi bismillah semoga kedepannya bisa up secara teratur.


Oh ya, makasih yang udah mau mampir di novel ini, terlebih lagi yang udah mau kasih like, komen ataupun hadiah.


Segitu dulu, sayang kalian

__ADS_1


__ADS_2