
Hari ini sudah masuk bulan maulid, begitu antusias Aleena dalam memperbanyak sholawatnya. Ia mengajak Andra bersholawat dimalam hari, tapi karena Azriel harus lembur maka mereka hanya berdua dirumah.
Bagi Aleena ini menjadi kebiasaan, dulu saat masih didesa bersama kedua orang tuanya ia kerap sekali ikut sholawat atau berzanji, bukan hanya dirinya tapi kawan kawan seumuran juga.
Banyak sekali keutamaan dalam bersholawat ataupun menulis sholawat, seperti halnya hadist berikut:
"Barangsipa membaca shalawat kepadaku di waktu hidupnya maka Allah memerintahkan semua makhluk-Nya memohonkan maaf kepadanya setelah wafatnya."
Dibawah sana ada hati seorang pria yang menghangat ketika mendengar bacaan sholawat yang terdengar merdu sekali, ia terlihat begitu menghayati apa yang ia dengar.
___________
Menjadi wanita karier sekaligus ibu rumah tangga merupakan tanggung jawab yang besar, harus bangun paling pagi dan juga tidur paling malam.
Aleena begitu menikmati perannya sebagai ibu muda dan juga pengusaha mungkin bisa dibilang seperti itu, tapi jangan salah dibalik kenikmatan yang ia rasakan itu ada rasa lelah tersendiri.
Kadang ia tak bisa hanya untuk menikmati waktu luang ataupun memanjakan dirinya sendiri, tapi tidak apa cantik itu tidak hanya dari luarnya saja kan.
"sayangg" bisik Azriel saat menyadari sang putra sudah tertidur
"hem" sahut Aleena dengan mata yang terpejam
__ADS_1
"bangun dulu lah sayang"
"kenapa sih bang" jawab Aleena berbalik badan dan menyelusupkan kepalanya di dada Azriel
"sunah rasul yuk" bisik Azriel denan nafas berat
"eunghh" lenguh Aleena saat Azriel mulai mempermainkan dirinya.
.
.
.
Sedangkan andra masih pulas di alam mimpinya, tak butuh waktu lama Azriel sudah keluar dan mereka pun lekas menunaikan kewajibannya tersebut.
Kini Aleena tengah menyiapkan pakaian kantor Azriel sebelum mulai berkutat dengan peralatan masaknya, mulai dari memotong, menumis dan lainnya.
Andra yang bukan pemilih soal makanan membuat Aleena mudah untuk membuatkan lauk untuk mengisi tenaga sang buah hati.
"sayang, nanti adek ke butik?"
__ADS_1
"entah nanti, kenapa?"
"abang nanti sore pergi ke luar kota loh sayang" keluh Azriel dengan memeluk Aleena yang sedang menyiapkan baju kantornya
"kok mendadak bang?"
"harusnya 5 hari lagi, tapi client abang yang dari singapura mau ninjau proyek kita secepatnya"
"yaudah abang istirahat aja, nggak usah ke kantor kan nanti sore mau keluar kota"
"emang abang berapa hari sih?"
"kalau cepat mungkin nggak sampai satu minggu dan paling lambat 10 hari" jelas Azriel
"lama banget kan?" tanya Azriel meminta persetujuan Aleena
"nggak kok, itu malah cepet menurut adek"
"nggak boleh kebanyakan ngeluh ya, seorang pemimpin itu harus adil kalau karyawan abang juga pernah keluar kota dan harus meninggalkan keluarganya maka abang juga harus dong kan mengasih contoh yang baik kepada karyawannya kan?"
Sekarang memang Azriel melarang Aleena memanggil dirinya dengan sebutan nama, dan meminta mengganti dengan sebutan adek atau pun apalah.
__ADS_1
Tapi mungkin adek cocok kan bagi mereka, lagi pula Azriel memang lebih tua dari Aleena jadi wajar mereka mempunyai panggilan seperti itu.
Karena jawaban Aleena tak sesuai harapan Azriel, dirinya pun langsung ******* lembut bibir tipis dan mungil milik Aleena.