
"lin ibuk mau kenalin seseorang sama Azriel boleh nggak" ucap Bunga ketika ia berkumpul dengan suami, anak, dan menantunya
"siapa buk?" tanya Restu papa Azriel
"dia gadis yang pernah ibuk temui di salah satu ruko tempat berjualan pakaian dikota magetan, gadisnya cantik, lembut dan sopan santun. Ibuk berharap dia bisa berdamping dengan Azriel karena sifat mereka saling melengkapi"
"siapa namanya buk"
"Aleena azkiya sabrina" Bunga membayangkan wajah cantik yang kini sangat ia harapkan bisa masuk kedalam keluarga pradania.
Bunga dan Aditya tinggal di surabaya, dan saat itu mereka tengah berkunjung ke madiun kota tempat asal Bunga dilahirkan.
"tergantung lah buk Azriel itu susah di taklukkan" sahut Aditya
"usaha boleh pak"
Mereka merencanakan perjodohan itu, yah sebenarnya bunga sendiri belum mengenah keluarga Aleena dia hanya mengenal gadis itu saja.
Tapi nantinya Restu yang akan turun tangan mencari asal usul gadis tersebut, ia penasaran siapa gadis yang diceritakan oleh mertuanya tersebut.
__ADS_1
...****************...
Tak terasa padatnya aktifitas membuat waktu begitu cepat bergulir, hingga 2 bulan berlalu.
Keluarga Pradania sudah menemukan titik terang siapa gadis yang bernama Aleena azkiya sabrina tersebut.
Rencananya mereka tak ingin menunda lagi, nanti malam mereka akan berbicara dengan Azriel putra sulung dan cucu kesayangan kakek dan neneknya.
Azkara sendiri belum mengetahui bila abang kesayangan akan dijodohkan.
Waktu malam datang, saat ini mereka sudah berkumpul seperti biasa karena ingin menyampaikan secara pelan dan santai agar tak terkesan grusa-grusu walau pun sebenarnya juga sudah tak sabar.
"perjodohan gitu pa?"
"ya bisa di bilang seperti itu, tapi kamu bisa mulai pendekatan dulu sama dia"
"nggak nggak mau, Azriel masih bisa cari sendiri pa nggak perlu dicari in" tolak Azriel
"dia gadis yang baik, sopan dan ramah pula pokoknya paket komplit deh Zriel" sahut Erlin yang memang mereka sudah bersilaturrahmi kerumah Aleena
__ADS_1
"papa samu buna nikah nggak dijodohin kan?"
"nggak kami bertemu sendiri" jawab Restu belum ngeh pertanyaan putranya
"terus kenapa mau jodohin abang, abang punya masa depan sendiri loh nggak perlu kalian ikut campur cukup doakan yang terbaik buat abang aja" nada suara Azriel mulai meninggi, kakek neneknya masih diam
"kalau kamu nggak mau dengan pilihan kami, mulai besok berhenti bekerja dikantor kakek dan Restu cabut semua fasilitasnya" ucap Bunga lantang
"hah? kok gitu nek nggak bisa dong"
"sekarang kamu tinggal milih".
"yaudah iya Azriel terima" terdengar nada suara Azriel yang begitu pasrah
Kebesokan paginya mereka bersiap untuk pergi ke magetan, sebelumnya mereka sudah menghubungi andi bahwa mereka akan berkunjung.
Dengan berat hati Aleena meminta izin untuk tidak masuk bekerja, dan pagi pagi dirinya dan sang ibu sudah ke pasar untuk membeli beberapa bahan membuat kue untuk jamuan para tamu nanti.
Tak hanya Azriel, Aleena pun sebenarnya ingin menolak namun berkat bujukan bapak dan ibunya ia tak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
Siang hari rombongan sudah datang, begitu pulang dengan keluarga Andi yang turut menyambut dengan senang hati, karena jam menunjukkan pukul dua makan suasana desa terasa sepi sebab para warga banyak yang bekerja ataupun sedang tidur siang bersama buah hati mereka.