Saya Pamit...

Saya Pamit...
Part 35


__ADS_3

"nyeh uda atit?" (nyenyeh bundaa sakit?)


"em iya sayang" gugup Aleena, bisa bisanya ketahuan putranya di wadah gizinya terdapat lingkaran merah yang jumlahnya lumayan banyak.


"uda anan anis ya, dede dak nyeh ja bial dak atit" (bunda jangan nangis ya, dede ndak nyenyeh aja biar ndak sakit)


"sekarang ade minumnya susu aja ya, rasa stroberi atau rasa coklat?" ucap Aleena


"nah bagus tuh kata bunda, itu sekarang punya ayah" sahut Azriel memelankan suara diakhir katanya


"abangg ih, didepan anaknya juga jangan kebiasaan deh" kesal Aleena


"yaudah sekarang dede mahu susu rasa apa?"


"tobli buweh, anak anak api" (stroberi boleh, banyak-banyak tapi)


"iya sebentar ya, bunda bikinkan dulu"


Sepeninggalan Aleena kini tinggalah Azriel dan Andra, celotehan andra mampu membuat Azriel lebih semangat dari biasanya.


Kini ia mempunyai hobi baru yaitu mengerjai putra kecilnya yang sangat gemoy dan cadel tentunya.


Melihat sang bunda datang membawa satu botol besar susu berwarna pink khas stroberi, Andra langsung bertepuk tangan ria.


Hari ini dia akan dirumah bersama dengan mbak Yeni dan mbok Warsi asisten rumah tangga dirumah ini. Ada juga pak Darno tukang kebun sekaligus supir di rumah ini.


Jika yang dikatakan Azriel rumah ini tak seberapa besarnya maka itu salah besar, karena rumah ini memiliki ukuran lebih besar dari mansion pradania dan tentunya itu membuat aleena sampai geleng geleng kepala.


Tiba saatnya kini Aleena dan Azriel berangkat melakukan aktivitas masing-masing, karena jarak yang dekat menbuat Azriel nantinya gampang mengelabuhi Aleena.

__ADS_1


Seperti sekarang Aleena menurut saja saat diajak mampir ke perusahaan Pradania Group, senyum manis tak luntur dari wajah cantik Aleena. Sapaan demi sapaan ia dapatkan saat melewati karyawan suami nya.


"Sayang jangan senyum terus lah, lihat tuh karyawan abang pengen abang colok matanya" kesal Azriel


"duh jahat banget sih, yaudah nih ngapain Aleena diajak kesini bang?"


"nggak papa cuma mau ditemenin kamu sebentar" ucap Azriel tak berdosa


"gitu aja, ya allah tau gitu tadi aleena langsung aja kebutik"


"yaudah Aleena kebutik dulu, assalamualaikum"


"wa'alaikumussalam"


.


.


.


Siang tadi mereka makan siang bersama, Azriel menghampiri Aleena di butik. Mereka makan di ruangan Aleena dengan menyambungkan video call bersama sang buah hati.


"abang udah dari tadi?"


"nggak juga kok baru aja"


"yaudah yuk pulang, tapi mampir dulu ya ke mini market depan beliin Andra susu"


"yess, bener kan sayang Andra mau dikasih susu formula"

__ADS_1


"he'em" jawab Aleena karena sedang minum


Segitunya memang Azriel, mengorbankan putranya demi kesenangan dirinya pikir Aleena.


Sampai di mini market Aleena langsung ke tujuan utamanya membeli susu formula rasa stroberi, dan ada juga beberapa cemilan tak lupa eskrim kesukaannya dan sang putra.


Karena stok pembalut nya habis Aleena juga membeli barang penting tersebut, sedangkan Azriel hanya mengikuti langkah kaki Aleena saja.


Banyak pasang mata yang menatap penuh damba kearah Azriel, kadang membuat Aleena risih namun ia tetap diam saja sembari meneliti kembali barang apa yang harus ia beli.


Sebenarnya Azriel mengetahui jika saat ini Aleena tengah cemburu kepada para wanita yang menatapnya, dilihat saja dari gerak gerik Aleena itu sudah sangat kentara.


Tapi Azriel masih bersikap cooll, tapi mustahil juga jika seorang Azriel bersikap ramah kepada orang lain itu sangat-sangat hal yang langka.


Sampai mobil Aleena berusaha bersikap biasa saja, namun ia menjadi lebih banyak diam dan hal itu membuat Azriel mempunyai pikiran buruk yaitu mengerjai dan menggoda Aleena.


"sayang kenapa sih diem aja dari tadi"


"nggak papa"


"cieee cemburu nih sayangnya abang, duh gemesin deh abang dicemburuin istrri" goda Azriel sangat pd


"abang jangan ge er ya, aleena nggak papa mana mungkin cemburu sama orang nggak kenal"


"bohong itu ya bohong lho sayang" canda Azriel namun tetap saja garing tak menimbulkan tawa dari Aleena


"ayolah bang dicepetin bawa mobilnya, kasian Andra udah nungguin di rumah"


"tapi kan abang masih pengen lama lama sama kamu sayang"

__ADS_1


"kan bisa dirumah nanti, sekarang cepet"


__ADS_2