Saya Pamit...

Saya Pamit...
Part 25


__ADS_3

Disini Aleena sekarang, di waktu hampir magrib dirinya bertaruhkan nyawa demi buah hatinya.


Berjuang sendiri tanpa ditemani oleh suaminya namun Aleena tetap semangat mengingat banyak orang yang mensupport dirinya.


"nak, kita berjuang sama sama ya, berikan gelombang cintamu kepada bunda dengan begitu kita akan segera bertemu, bunda akan peluk kamu terus sayang"


Kini Dokter Disca memberikan aba aba untuk Aleena menarik nafas setelah itu jika sudah datang rasa sakitnya barulah Aleena mengejan.


Yang terpenting Aleena jangan sampai panik, dokter menyuruh Aleena untuk tetap perlahan dalam mengatur nafasnya.


Hingga tepat saat adzan magrib masjid rumah sakit dikumandangkan suara tangis putra Aleena memenuhi seluruh isi ruangan bersalin ini.


Air mata bahagia jatuh begitu saja dari pelupuk matanya, kini sudah lahir buah hati yang ia kandung selama ini, sudah bisa ia peluk sekarang.


Tak lupa pihak kameramen juga mengabadikan momen dimana sang bayi mencari sumber gizinya.


Aleena sudah dipindahkan diruang rawat, sedangkan putranya masih dibersihkan.


Banyak ucapan selamat yang aleena dapatkan, hingga akhirnya kini putranya sudah diantar menemuinya.


Azkara yang sudah tidak sabar langsung memotret keponakan pertama laki lakinya itu, tak lupa ia unggah sebagai story whatsappnya dengan caption.


"welcome sayangnya onty, ganteng banget kamu sayang♡"


Tak sampai berapa lama Azriel sudah melihat story Azkara dan mengechat adiknya siapa bayi laki laki yang ia sebut sebagai ponakan itu.


Seingatnya tidak ada saudara mereka yang tengah hamil kenapa tiba tiba Azkara membuat story seperti itu, pikirnya.

__ADS_1


Karena tak segera mendapat jawaban dari Azkara azriel menekan tombol telepon.


"*hallo abang, kenapa adek lagi sibuk"


"itu anak siapa dek, seinget abang nggak ada saudara kita atau tante juga gak ada yang hamil deh"


"mau tau ajah, atau mau tau bangeet"


"adek...."


"rahasyiaa*"


setelah mengucapkan kata tersebut Azkara segera mematikan telepon dan membuat Azriel mati penasaran.


.


.


.


Nanti sore Aleena sudah diperbolehkan pulang, rencananya nanti Aleena akan diboyong ke mansion dengan alasan buna Erlin akan membantu merawat cucunya.


Tak seberapa lama datanglah papa Restu beserta keluarga, betapa bahagianya Bunga dan Aditya yang sekarang sudah dipanggil buyut oleh cicit pertamanya.


"siapa nih nama cucu uyut ini" tanya nenek Bunga dengan menggendong sang cucu.


"namanya Rafiandra wiratama mbah uyut" jawab Aleena mewakili putranya

__ADS_1


"namanya bagus, boleh kakek sematkan nama pradania dibelakangnya?"


"boleh dong kek"


"berarti sekarang namanya Rafiandra wiratama putra pradania" sahut papa Restu.


Pagi ini Azkara tidak ikut berkumpul ia ada jadwal kuliah pagi. Perlu diingat bahwa Azkara memang baru saja masuk kuliah lima minggu yang lalu.


Mungkin saat ini dirinya masih melewati masa mos, sedangkan Azriel dirinya sedang uring uring sejak semalam. Mungkin karena rasa penasaranya yang tinggi dan juga dia takut bertanya kepada papa ataupun bunanya membuat dia sulit menemukan informasinya.


Siang hari tiba tiba ada kiriman makanan dari salah satu cetring langganan buna Erlin, petugasnya menyampaikan bahwa itu suruhan dari papa Restu.


Azriel dibuat bingung, jarang sekali papanya melakukan hal ini hingga ia memutuskan untuk menelfon papa Restu.


"*hallo assalamualaikum pa"


"wa'alaikumussalam Zriel kenapa? ada masalah kah"


"nggak ada, cuma ini ada kiriman makanan banyak banget, dari papa?"


"iya syukuran kecil kecilan aja"


"syukuran apa pa?"


"ada deh, pokoknya papa lagi bahagia banget sekarang*" jawab papa Restu, terdengar dari suaranya saja beliau sangat bahagia


"oh ya pa, bayi yang dipost adek itu siapa?" karena tak kuasa menahan rasa penasaranya Azriel langsung saja bertanya kepada papanya.

__ADS_1


"cucu papa, ganteng kan?"


__ADS_2