Saya Pamit...

Saya Pamit...
Part 48


__ADS_3

Setelah dari pagi mengantri akhirnya kini Pak andi tengah diperiksa bu Ningrum, salah satu dokter praktek yang tak jauh dari tempat tinggal beliau.


Setelah diperiksa sama seperti sebelumnya bu ningrum menyatakan bahwa pak andi memang sehat dan sakit beliau juga masih wajar seperti orang lainnya.


Jadilah pak Andi hanya mendapatkan beberapa obat untuk beliau minum rutin sebagai ikhiar untuk sembuh.


.


.


.


"bang" panggil Aleena saat duduk tepat disamping suaminya, hari sudah malam namun Aleena belum merasakan kantuk sama sekali.


"apa sayang"


Masih dengan fokus kearah laptop Azriel menjawab Aleena, dan ya itu membuat Aleena merengut kesal kearah suaminya.


Azriel yang menyadari hal tersebut lantas menghadap aleena.


"kenapa sih" lembut azriel


"bapak sama ibuk kenapa ya akhir akhir ini jarang banget angkat telpon adek, padahal udah berdering"


"mungkin sibuk, jangan terlalu dipikirkan"


"tapi perasaan adek entah kenapa nggak enak banget, kaya ada yang mengganjal namun entah itu apa"

__ADS_1


"udah malem, sebaiknya kita tidur besok bisa dibicarakan lagi dan mencari solusi yang terbaik"


Bohong rasanya jika Aleena bisa tertidur nyenyak, nyatanya semalam penuh ia tak memejamkan matanya sama sekali.


Ia terus saja kepikiran dengan bapak dan ibuknya, terlebih kepada bapaknya ia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh kedua orang tuanya itu.


Hari sudah fajar, Aleena lantas bangun dan menganbil ponselnya.


Ia menekan tombol telepon dengan nama laila, ia begitu khawatir dengan kabar orang tuanya disana. Mungkin ikatan batin mereka cukup kuat sehingga Aleena bisa merasakan perbedaan sikap mereka.


Setelah tersambung tak basa basi langsung saja Aleena tanyakan bagaimana kabar orang tuanya, jawaban yang sangat tak ia harapkan karena bapaknya saat ini tengah jatuh sakit.


Tapi bukan sekarang saatnya untuk Aleena marah karena orang tuanya menyepelekan hal ini, dari beberapa hari lalu aleena sudah memiliki firasat yang aneh.


"sayang.. kenapa?" tanya Azriel melihat wajah sang istri yang terlihat cemas


"adek tenang ya, kita siap-siap habis itu ke magetan"


"makasih bang, maaf merepotkan"


"hushh ngomong apa sih abang suami adek jadi jangan pernah merasa sungkan"


Setelah melakukan persiapan mereka langsung saja bergegas berangkat, bisa dipastikan mereka akan tiba nanti sore.


Disini Azriel sangat berharap ulat betina yang sedang mengganggu keluarganya tak datang lagi.


"unda tita mahu nana"

__ADS_1


"mau kerumah mbah uti di magetan"


"auh tenpat na"


"iya, andra nggak boleh rewel ya"


"adla mahu ntut yayah"


Setelah menempuh perjalannan selama kurang lebih 8 jam kini mereka sudah hampir sampai, sebelumnya mereka mampir ke pusat oleh oleh untuk membeli beberapa camilan dan oleh oleh.


"Assalamualaikum bu, pak" salam Aleena saat memasuki rumah


"wa'alaikumussalam, ya allah ndok kok nggak bilang kalau mau pulang" heboh bu Laras


"sini sini masuk"


"bapak mana buk, kata laila bapak sakit"


"kata dokter cuma sakit biasa ndok, dan udah beberapa kali suntik juga tapi ya masih belum ada kemajuan"


"ya udah bang aleena masuk dulu Andra bawa kekamar aja"


"iya"


##


haallo, maaf banget baru bisa up setelah sekian lamaa banget nggak up. Kesibukan author seakan tiada habisnya gaess, taulah pasti pelajar itu butuh banyak waktu buat ngadepin semua tugasnya and author baru aja habis ujian lagi tapi its okay harus tetep semangat.

__ADS_1


Love u buat kalian yang udah mau mampir


__ADS_2