Saya Pamit...

Saya Pamit...
Part 18


__ADS_3

"kenapa pak ada yang bisa saya bantu?" tanya asisten sekaligus tangan kanan Azriel


"tolong belikan setelan jas, secepatnya" seperti biasa Azriel selalu memerintahkan tanpa melihat situasi seperti sekarang, ditengah tumpukan berkas yang harus dikerjakan oleh si asisten Azriel justru menambah lagi pekerjaannya.


"sekarang pak?"


"hemm"


"hufttt"


Dengan rasa malas asisten Azriel melangkah menuju parkiran dan saat hendak menyalakan mobil tak sengaja matanya menangkap ruko butik diantara jejeran penjual di blok tersebut.


Karena jaraknya tak terlalu jauh, asisten tersebut memilih berjalan kaki dan juga hitung-hitung hemat bensin di era bahan bakar mahal ini.


Ya walaupun gajinya lumayan tinggi namun apa salahnya berhemat toh nanti dia yang untung juga.


"permisi, mau cari setelan jas kak"


"iya sebentar" ucap Aleena


"lohh aleena"

__ADS_1


"Farhan" benar sekali dia Farhan, masih ingat kan seseorang yang menabrak aleena tempo lalu, saat ini memang Farhan berbelanja di butik aleena.


Perlu diketahui, jika Farhan sudah tahu kalau Aleena merupakan istri dari Azriel bossnya maka sebaliknya Aleena sama sekali tidak tahu kalau Farhan merupakan orang kepercayaan suaminya.


"lih jadi ini butik kamu?"


"iya alhamdulillah"


Karena memang baru memiliki dua orang karyawan dan sekarang tengah sibuk maka Aleena sendiri yang turun tangan untuk melayani pembelinya.


"bukaanya kamu udah jadi istrinya pak Azriel ya?"


"loh kamu kenal bang Azriel? memang udah beberapa bulan aku di malang dan alhamdulillah bisa memiliki ruko kecil ini"


"pak Azriel kan boss aku dan kantor pusatnya pun hanya jarak beberapa meter dari sini"


"ya Allah, ternyata perusahaan besar itu bang azriel punya. MasyaaAllah"


"ya udah nanti kontekan lagi pesenanku mana"


"sebentar aku ambilin"

__ADS_1


Setelah melakukan transaksi Farhan meninggalkan butik milik Aleena, dirinya membawa paperbag dengan logo butik Aleena beserta nama butiknya.


Sampai dikantor Farhan segera memberikan setelan tersebut kepada bosnya, lalu langsung meninggalkan ruangan Azriel sebab masih banyak yang perlu ia selesaikan.


"Aleena collection nama yang sama sepertimu, mungkinkah jarak antara kita sudah dekat namun apakah kamu masih mau bersama denganku kembali mengingat banyak luka yang sudah ku torehkan" gumam Azriel membaca nama butiknya


Saat hendak berganti Azriel baru sadar di paperbag tersebut terdapat no ponsel penjual beserta instagram butik.


Karena ingin memastikan entah dorongan dari mana Azriel mengambil ponselnya dan menyimpan nomor aleena.


Tak sampai disitu ia juga men stalking instagran butik tersebut dan melihat bahwa tercantum akun instagram Aleena, disana terdapat beberapa unggahan Aleena yang sudah menggunakan hijab dengan jumlah pengikut lebih banyak daripada Azriel.


Disinilah Azriel merasa bimbang karena postingan dihalaman akun tersebut merupakan foto wanita berhijab yang di foto dari belakang.


Memang Aleena jarang mengunggah foto yang ia ambil dari depan, dari sekian banyak foto hanya ia unggah fotonya dari belakang.


Dengan segera Azriel menekan tombol ikuti, karena dia ingin mengetahui keseharian pemilik akun yang ia yakini itu adalah akun aleena.


Ditempat lain, didesa magetan Laras sangat antusias ketika akan menelpon putrinya, ia tak sabar melihat pertumbuhan cucunya yang bisa ia lihat dari foto usg.


Meski Aleena sudah mengirim lewat whatsapp namun lars juga ingin menyapanya melalui telepon yang ia punya.

__ADS_1


__ADS_2