
Hari ini Aleena tidak pergi ke butik, sejak tadi malam perutnya terasa mules tapi tidak terus menerus hanya sesekali datang.
Seperti hal nya pagi ini rasa sakit itu kembali datang, sedikit lebih sakit dari tadi malam namun ia masih kuat untuk menahannya.
Ia ajak sang buah hati membaca Al-qur'an berharap meminta perlindungan Allah.
"mbak mbak Aleena"
"iya nay, ada apa"
"mbak nggak kenapa napa kan, wajah mbak sedikit pucat"
Saat ini Aleena sedang duduk disofa dekat televisi, dia masih membawa Al-qur'an ketika ditegur Naya tadi.
"nggak papa Nay, cuma perutku agak sakit aja" jawab Aleena masih santai karena rasa sakitnya sudah menghilang
"jangan jangan mbak Leena mau lahiran" panik naya
"kita periksa aja yuk mbak, biar tau"
"tapi ini itu sakit nya ilang timbul nay, nggak yang kalau semisal sakit sakit terus gitu"
"dulu kata temen naya kalau mau lahiran emang gitu mbak"
__ADS_1
Setelah lumayan lama bernego kini Aleena ditemani oleh Naya berangkat ke rumah sakit, rasa sakit itu kembali datang hingga membuat Aleena meringis.
Sampai dirumah sakut dan bertemu dengan dokter diska, hingga saatnya dicek ternyata Aleena sudah pembukaan 4 dan Dokter Disca menyarankan agar rawat inap.
Sementara itu naya kembali ke apartemen untuk mengambil keperluan yang sudah Aleena siapkan sebelumnya, tak lupa ia juga menghubungi buna Erlin.
Karena sudah panik buna Erlin segera berangkat kerumah sakit, cucunya akan segera launcing. Tapi ditengah kepanikan beliau teringat dengan bu Laras ibu Aleena.
Usai menghubungi bu Laras, buna Erlin segera melangkah dan berpapasan dengan Naya yang juga baru sampai dan membawa beberapa tas berukuran besar.
"assalamualaikum Na, gimana mana yang sakit" tanya buna Erlin yang langsung meletakkan tas selempang yang ia bawa diatas sofa.
Ia mendekat kearah Aleena yang tertidur miring sembari menahan sakit, hingga buna Erlin berinisiatif untuk memijat punggung Aleena karena beliau sudah berpengalaman jadi tahu titik mana yang sakit ketika akan melahirkan.
Bunanya adek
^^^Ara adek^^^
^^^"loh siapa yang sakit buna"^^^
Bunanya adek
"kak Leena udah mau lahiran"
__ADS_1
^^^Ara adek^^^
^^^"yaudah nanti adek bawain, Assalamualaikum buna"^^^
Bagitu kiranya pesan buna Erlin kepada Azkara, tak lama setelah itu Dokter Disca kembali datang dan mengecek pembukaan jalan lahir sang baby boy.
Ternyata cukup cepat kini Aleena sudah pembukaan 5.
"untuk menambah pembukaan bisa dengan jalan jalan ya buk, masih semangat kan" titah dokter Disca dengan memberikan semangat kepada Aleena.
Sore hari bu Laras dengan pak Andi sudah datang dengan terburu-buru, setelah mendapat kabar dari besannya pagi tadi beliau langsung membeli tiket bus dengan perjalannan secepatnya.
Bahkan jika tadi tak ada bus yang cepat beliau rela memesan travel demi bisa menemani putri mereka disini.
"ibukk" lirih Aleena memang sudah merasakan sakit yang luar biasa
"kuat ya nak, putri ibuk bisa dan kamu hebat"
"makasih ya mbak udah ditemenin Aleena nya, maaf kalau banyak rengekannya" ucap bu Laras tak enak hati kepada buna Erlin
"Aleena juga putri saya lho mbak, jangan sungkan" jawab buna Erlin
"nak Azriel nya kemana mbak kok belum kelihatan" tanya bu Laras lagi, kemana pak Andi? beliau diluar bersama dengan papa Restu
__ADS_1
"emmm buk sakitt... " baru saja akan menjawab pertanyaan besannya, buan Erlin hentikan karena mendengar rintihan Aleena.