Saya Pamit...

Saya Pamit...
Part 47


__ADS_3

"Dita, ibuk ada?" tanya Azriel kepada asisten istrinya.


"Ada didalam pak sama dek Andra juga"


"hem terima kasih"


Langkah kaki Azriel terus berjalan hingga sampailah didepan ruangan istrinya, terdengar jelas celotehan putranya didalam sana.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumussalam masuk aja"


"yayah apa nini?"


"kangen dede lah"


"dede tan ntut unda telja"


"pinter banget nggak rewel"


"dede disini dulu ya ayah mau samperin bunda dulu"


"iyya"


"sayang.."


"loh abang ngapain disini?" tanya Aleena masih menatap fokus kearah komputer


"kangen kamu, jangan diemin abang" lirih Azriel menarik kursi dan duduk disamping kursi Aleena.


"nggak kerja emang?"


"nggak, abang nggak bisa kamu diemin kaya gini abang minta maaf karena sempet bentak kamu kemarin, abang refleks sayang"


"iya maafin Leena juga yang nggak bisa tahan emosi kemarin"

__ADS_1


_______


Tepat satu minggu setelah marahnya Aleena hari itu, Lyora pun juga belum datang kembali tapi dipikiran Aleena mungkin dia tak cukup nyali untuk menemuinya kembali.


Tapi siapa sangka ternyata Lyora meminta hasil usg seseorang dengan membayar mahal dua hari lalu.


Lyora memang belum datang, bukan berarti tak datang kembali untuk merebut Azriel dari Aleena.


"pasti dengan nggak datengnya gue nemuin mereka di kira gue ngalah begitu aja tapi itu nggak mungkin, seorang Lyora mengalah begitu saja heh"


Jangan pikir remeh tentang Lyora karena sesungguhnya ia adalah ulat kecil yang sangat licik jadi bisa saja ia melakukan apapun yang ia mau tentunya ia memikirkan matang namun selalu saja gagal.


Ditengah-tengah Lyora memikirkan cara agar dapat segera melaksanakan rencana liciknya ada dering ponsel yang begitu mengganggu konsentrasi nya.


"hallo baby" seru seseorang diseberang sana


"ada apa sayang, tumben sekali kau menelponku siang-siang seperti ini"


"aku butuh kamu, bisakah engkau kesini akan ku kirim segera lokasinya"


.


.


.


.


"pak, dimana?" tanya wanita yang sudah cukup umur memanggil suaminya


"dibelakang buk"


Saat bu Laras pergi ke belakang rumahnya ia mendapati suaminya tengah memandang lurus kedepan dengan tatapan kosongnya.


Ada yang selama ini pak Andi dan bu Laras sembunyikan dari putrinya Aleena.

__ADS_1


Satu bulan terakhir kesehatan pak andi mulai turun, mungkin seperti sakit pada umumnya karena beliau hanya batuk, demam dan flu saja.


Bu laras pun sudah Beberap kali menemani suaminya pergi berobat, entah itu suntik ataupun periksa dan dokter pun hanya menyatakan itu wajar karena sekarang masih musimnya.


Namun, ada yang aneh dengan sikap dan sifat pak andi. Beliau sering melamun jika sedang sendiri, entah apa yang beliau pikirkan namun beliau selalu hanyut kedalam pikirannya sendiri.


Flasback onn


*Tidak tahu kenapa malam ini badan pak Andi terasa berbeda, dadanya sedikit nyeri dan bahkan beliau belum makan sejak siang tadi.


"pak kok nggak dimakan nasinya, bapak belum makan lho sejak tadi siang"


"bapak masih kenyang buk simpen aja dulu nanti bapak minta kalau lapar"


"ibuk pijat ya pak*?"


"*nggak papa sini ibuk pijat dulu, bapak baring dulu aja"


Lama mereka diam dengan Pak Andi yang menikmati pijatan istrinya dan bu Laras yang fokus dengan kegiatan yang ia lakukan.


"buk, nanti kalau semisal bapak udah nggak ada ibuk mau nikah lagi nggak?"


"hus bapak omong opo toh yo, ora ilok pak ngomong ngono" (bapak bicara apa toh, nggak baik pak bicara seperti itu)


"bapak udah tua lho buk, ibuk masih muda masih 48 tahun lah bapak yang udah 54 tahun ya tinggal nunggu lah njemput gusti allah aja"


"ibuk pengen menua sama bapak, kalau bapak pergi berarti ibuk juga harus pergi"


"bapak ngerasa ada yang nggak beres sama tubuh bapak buk, bapak takut tidak bisa menemani ibuk lagi" lirih pak Andi


"besok kita priksa lagi aja ya pak, di tempat bu ningrum kan disana juga ada lab nya kalau ke rumah sakit juga lumayan jauh takutnya bapak ndak kuat*"


Say hallo readers, maaf Lama nggak up soalnya banyak kegiatan, banyak tugas yang menguras pikiran juga tapi setelah kemaren ujian akhirnya author dapet nilai yang author harapkan dan pastinya yang keluarga banggain nanti.


Yaudah segitu dulu, dadadada semuanya

__ADS_1


__ADS_2