Saya Pamit...

Saya Pamit...
Part 28


__ADS_3

Hari ini karena weekend buna Erlin mengajak Aleena dan Andra pergi ke mall, untuk refresing dan juga membeli kebutuhan Andra juga tentunya.


Diusianya yang hampir tiga bulan sudah banyak baju yang tak muat dipakai Andra lagi walaupun sempat Aleena belikan yang baru, tapi karena pertumbuhannya sangat cepat dan tubuh gembulnya yang menjadi alasan utama.


Puas berekeliling mall 4 jam kini buna Erlin dan aleena memutuskan untuk pulang Karena Andra pun sudah tertidur.


"na..."


Merasa dipanggil Aleena pun menoleh, ada suaminya dibelakangnya.


"bang Azriel" lirih Aleena


"buna pulang dulu aja ya, abang mau ngomong sama Aleena dulu" ucap Azriel, buna Erlin pun mengizinkan dan pulang bersama Andra. Tentunya diluar sudah ada supir keluarga pradania yang menjemput buna erlin.


Azriel mengajak Aleena untuk ke cafe yang tak jauh dari tempat mereka berdiri, mereka duduk di bangku paling pojok agar lebih nyaman.


Setelah memesan Azriel memulai perbincangan mereka.


"na, maafin abang" Azriel memegang lembut tangan Aleena


"maafin keegoisan abang dulu, maafin abang yang nggak pernah menghargai dan memikirkan perasaanmu, abang memang laki laki terjahat dan terbodoh di dunia ini yang sudah menyiakan wanita hebat sepertimu. Terima kasih sudah mau mengandung benih abang di rahimmu"

__ADS_1


Baru saja hendak menjawab, pelatan mengantarkan pesanan mereka yang membuat Aleena menahan sebentar ucapannya. Setelah pelayan pergi barulah Aleena membuka suaranya.


"Abang nggak perlu minta maaf, udah takdir Aleena diperlakukan seperti itu dan juga mungkin abang melakukan itu karena derajat kita yang berbeda yang membuat abang gengsi mengakui Aleena sebagai istri abang" jawab Aleena dengan tersenyum miris mengingat nasibnya dulu


"jangan ngomong seperti itu, andai waktu bisa di putar lagi, abang ingin menjadi suami yang baik untuk kamu, menemani kamu di saat kamu hamil dan melahirkan putra kita dan merawatnya bersama sama"


"seperti ini pun abang bisa ikut merawat Andra, kita nikmati prosesnya saja nggak perlu terlalu merasa dirinya paling bersalah karena belum tentu Aleena juga lebih baik dari abang"


"kalau suatu saat kita ditakdirkan bersama apa kamu mau kita kembali bersama"


"Aleena belum berfikir sampai sana"


"yaudah, disini abang minta ke kamu Aleena Azkiya Sabrina maukah kamu memulai kembali hubungan kuta menjadi yang lebih baik, dan membesarkan putra kita bersama" Aleena dibuat melongo dengan ungkapan Azriel yang berubah semanis itu, mana Azriel yang ia kenal dulu


Setelah lama sekali berbincang Aleena nampaknya mulai luluh meski belum sepenuhnya, tandanya Azriel harus berjuang lebih lama lagi untuk berjuang mendapatkan hati Aleena lagi.


Mereka pulang semobil, itu juga dengan bujukan Azriel. Tadinya Aleena ingin pesan tak si saja takut menggangu pekerjaan Azriel, karena sekarang haru jam 2 siang.


.


.

__ADS_1


.


Malam ini Aleena diminta untuk tidur dikamar Azriel bersama Andra juga, dia ingin menikmati perannya sebagai ayah untuk putra nya.


"sayang.... "


Degg


Rasanya jantung Aleena ingin copot mendengar panggilan Azriel tersebut.


"aku nggak sedang mimpi atau salah dengar kan ya?" guman Aleena


"hei ngelamunin apa sih?"


"ng-nggak kok"


"yaudah sini tidur kasihan Andra udah ngantuk kayaknya"


Aleena hanya menurut dan berbaring di samping Andra yang berada di antara Azriel dan juga Aleena.


Kini Andra sudah tertidur dengan Aleena juga yang memeluk Andra walau tak sekencang ketikan memeluk guling tentunya.

__ADS_1


"kamu cantik, makasih udah mau kasih abang kesempatang buat bahagiakan kalian"


__ADS_2