
"yah au ana dede?" (ayah mau kemana dede?)
"mau kerumah ayah sama bunda"
"bak dak ajak ya" (mbak ndak diajak ya)
"kan mbak nanti nyusul de, sekarang mbak masih beres beres dulu" jelas Aleena
"au etim bueh" (mau eskrim boleh)
"sayang adek kan kemarin udah beli eskrim, dede inget kan kalau banyak banyak makan eskrim nanti jadi batuk, dede nggak mau sakit kan?"
"dak au atit, dede au nyeh ja bueh?" (ndak mau sakit, dede mau nyenyen aja boleh)
"boleh, biar sampe rumah dulu ya nak"
Perjalanan mereka diwarnai dengan celotehan andra yang sangat menggemaskan, bahkan seperti tidak lelah sama sekali.
Hingga sekaranga sudah sampai dirumah baru, mereka langsung menuju kamar karna Andra sudah mengeluh sangat haus.
"andra aja boleh masak abang nggak boleh" goda Azriel saat melihat putranya menyusu kepada Aleena, meski ditutup dengan apron tapi masih terlihat bagian atasnya.
"ish abang mah pikirannya mesum, sana mandi dulu udah sore nanti gantian Andra"
"habis mandi boleh kan mau....
"abang ihhh" kesal Aleena bercampur malu
Sekarang Azriel sudah masuk kekamar mandi, dan Aleena pun yang melihat putrnya tengah bermain robot barunya pun segera mengambilkan baju ganti untuk Azriel.
Dia mengambil kaos rumahan berwarna navy dengan celana panjang hitam yang nanti akan ia samakan dengan outfit putranya.
__ADS_1
Aleena sangat ingin apa yang di pakai andra sama dengan yang dipakai Azriel, bahkan ia pun diminta Azriel untuk menyesuaikan outfit yang mereka pakai.
Itu tidak berlaku saat jalan diluar saja bahkan dirumah pun mereka sama kecuali Aleena yang kadang menolak jika sedang dirumah.
"uda, dede au adi " (bunda, dede mau mandi)
"sebentar ya, ayah masih mandi habis itu adek okee"
"nan ama ya, inin inin" (jangan lama ya, dingin dingin"
"iya, ini gemesin banget sihh"
.
.
.
Aleena menepuk pelan pantat Andra agar segera tidur, jujur dia sangat capek dan ngantuk. Tapi baru teringat jika ada beberapa berkas untuk besok yang belum ia cek dan tanda tangani.
Setelah Azriel dan Andra memejamkan mata, Aleena bangkit perlahan dan mencuci muka dulu sebelum mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Jika sudah menghadap pekerjaannya Aleena tak akan menghiraukan apapun, alias kelebihan fokus karena ia berharap agar pekerjaannya segera selesai.
Besok pagi aleena sudah berangkat bekerja seperti semula, tak bisa ia tinggalkan butik yang sekarang sudah berkembang pesat.
Namun ditengah kesibukannya ia masih menyempatkan diri untuk anak dan suaminya, sebenarnya Azriel pernah meminta Aleena berhenti bekerja agar fokus mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan mengurus putranya.
Dalam arti tidak memiliki kewajiban lain sebagai istri, tapi Aleena masih ingin memperjuangkan lagi butiknya dan mengembangkan agar lebih besar dari yang sekarang.
Bukan tidak bersyukur tapi ini adalah pencapaian pertama Aleena, butik yang ia kembangkan tanpa ada campur tanygan orang lain.
__ADS_1
"kalau capek tidur aja sayang, jangan dipaksa lagian ini juga udah terlalu malem untuk melakukan pekerjaan"
"sebentar bang, ini besok harus selesai makannya aleena segera kerjain karena tadi sempet kelupaan"
"sini abang bantu"
"nggak usah bang, nah udah selesaikan"
"yaudah yuk mulai"
"kemana?"
"kamu nggak lagi halangan kan?" ucap Azriel tepat sekali dibelakang Aleena, bahkan suara berat dan hembusan nafasnya bisa Aleena rasakan
"nggak kok, tapi abang mau apa?" tanyaa Aleena polos
"buat adeknya Andra"
"ck abang, Andra masih kecil belum waktunya punya adek jadi kapan kapan aja ya" tidak masuk akal memang alasan Aleena tapi dia juga takut melakukannya lagi mengingat dulu saat pertama dia melakukan itu bersama Azriel dan juga dia belum siap untuk menambah momongan lagi.
Dia tidak ingin Andra nantinya kekurangan kasih satang dan menjadi dewasa sebelum waktunya.
"sayang, ayolah"
"adek belum siap nambah momongan bang" ungkap Aleena tentang apa yang ia rasakan
"abang bakal pakai pengaman deh"
Disini Azriel terkesan sangat ingin karena dia sudah tak sabar akan berbuka puasa mengingat hampir 2 tahun dia tak pernah melakukan itu dengan siapa pun.
Aleena adalah pertama bagi Azriel, karena dia pun sangat menjaga dan dijaga pergaulannya. Mungkin hanya sebatas minum minuman yang dilarang itupun tak sering.
__ADS_1
Pertama saat sebelum kenal Aleena dan saat sudah kenal dengan Aleena, selebihnya tak pernah Azriel lakukan minum itu karena dia sudah tahu mudhorot dari minuman tersebut.