Saya Pamit...

Saya Pamit...
Part 36


__ADS_3

Weekend ini aleena dan azriel berniat untuk pergi ke dokter, seperti yang sudah di rencanakan karena aleena belum siap menambah momongan maka mereka sepakat untuk memasang alat kontrasepsi.


Rencana mereka akan memproses adik andra saat andra berusia 4 sampai 5 tahun jadi dia sudah bisa diberi pengertian sedikit demi sedikit.


_________


"uda, au inum cucu" (bunda, mau minum susu)


"tunggu sebentar ya bunda bikin dulu, ade sama ayah ya"


"ya uda" (iya, bunda)


Melihat Aleena pergi ke dapur Azriel langsung mendekat ke arah andra dirinya bercanda ria dengan sang putra. Namun respon Andra yang sudah mengantuk ditambah Azriel yang sangat menyebalkan membuat Andra menangis kejer.


"abang... tau ah sana di diemin dulu sampe tidur, salah sendiri sih nyebelin jadi orang" kesal Aleena


"yah sayang bantuin dong kan ab..


"nggak sana Aleena ngantuk"


"tut uda, yah akal dak au ma yah" (ikut bunda, ayah nakal nggak mau sama ayah)


"yaudah sini bobo sama bunda, diem dulu dong nangisnya"


Di mansion buna Erlin dan papa Restu dikejutkan dengan telepon yang mengatakan dari pihak kepolisian bahwa Azkara baru saja terserempet mobil.

__ADS_1


Namun, bukan papa Restu yang langsung percaya begitu saja dengan orang asing beliau lebih dulu menyelidiki dan melacak nomor telpon Azkara dan hasilnya Azkara memang sedang berada dirumah sakit.


Tak membuang waktu lama beliau segera menuju rumah sakit untuk memastikan, karena dalam keadaan cemas buna Erlin melarang papa Restu menyetir sendiri beliau menyarankan untuk diantar supir rumahnya saja.


Sampai rumah sakit beliau menemui resepsionis dan menanyakan pasien atas nama Azkara Naufa Pradania dan resepsionis tersebut menunjukkan ruangan tempat dirawatnya Azkara.


"ya Allah dek, kok bisa gini gimana sih" panik buna Erlin melihat putrinya berbalut perban dikepala tepatnya di dahi dan juga kaki serta tangannya.


"adek nggak tahu buna waktu itu mahu nyebrang eh malah ke srempet"


"lain kali hati hati dek, lagian udah malem gini nggak juga pulang kalau abang tahu kamu udah diceramahin abang dek" sahut papa Restu


"makanya papa sama buna jangan bilang abang ya, jangan bilang kakak juga" ucap Azkara seakan takut


"tergantung nanti lah, kalau abang telpon ya buna bilang ke abang" enteng buna Erlin


Minggu, hari yang dinantikan oleh semua orang, kali ini keluarga kecil yang baru saja memulai lembaran baru memiliki rencana untuk berkunjung ke mansion.


Sebelum pergi tentunya mereka menelpon buna Erlin dulu, dan betapa terkejutnya Azriel saat mengetahui adik semata wayangnya masuk rumah sakit.


Untung saja ada aleena yang menenangkan dan memberi pengertian kepada Azriel, dengan begitu Azriel menjadi sedikit lebih tenang dari biasanya.


Pukul 8 pagi mereka memutuskan untuk berangkat ke rumah sakit, ditengah perjalannan mereka membeli sarapan dan juga buah buahan.


Untuk asupan Azkara dan juga kesua orang tuanya, sampai diruangan Azriel sudah siap untuk menceramahi adiknya.

__ADS_1


Tapi, semua itu ditahan oleh aleena, bagaimana tega ia adik iparnya saja baru mengalami musibah sedangkan kakaknya malah berniat memarahi atau apapun itu.


"cucu nenek apa kabar"


"ty, atit apa?" (onty sakit apa)


"onty habis jatuh, dede nggak boleh lari lari ya biar nggak di tembel kaya onty sama pak dokternya"


"adek mah ada ada aja" sahut buna Erlin


"dak buweh ali ali ya, anti tuh atit?" (nggak boleh lari lari ya, nanti jatuh sakit?)


"iya, makanya duduk diem. ade kan kalau dibilangin ayah pasti nangis kan?" ucap Azriel menjadi kompor


"yah atal uda" (ayah nakal bunda)


"nanti jangan diajak ya, sini sama kakek kita beli eskrim" iming iming papa Restu


"anak etim na" (banyak eskrim nya"


Memanglah hadirnya Andra sangat membawa warna tersendiri bagi orang terdekatnya, mampu mempersatukan ayah dan bundanya yang dulu hubungan ayah dan bundanya sudah sangat renggang kini sudah lengket bak perangko.


Membuat mansion yang sepi menjadi ramai dengan celotehannya, dan membuat siapapun yang didekatnya akan merasa terhibur karena tingkah lucunya.


Bahkan tak jarang kakek dan neneknya di magetan sangat amat rindu kepadanya, hingga mereka pergi ke ibu kita untuk menjenguk cucu kesayangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2