Saya Pamit...

Saya Pamit...
Bab 39


__ADS_3

"yah, au mana?" tanya Andra saat melihat ayahnya sudah rapi dengan membawa koper.


"ayah mau keluar kota ya sayang, ade jaga bunda dan nggak boleh nakal ya nak" pamit Azriel


"dede dak ajak?"


"nanti ya sayang, ayah mau kerja dulu"


"nanti ayah beliin adek mainan okee"


"banak?"


"iya, sekarang ayah kerja dulu ya"


"abang berangkat ya, jaga diri baik-baik dan jangan capek-capek kerjanya" pamit Azriel kepada Aleena


"iya, abang hati-hati ya"


"assalamualaikum"


"wa'alaikumussalam"


"da yayah" teriak Andra begitu gemoy


Setelah memastikan mobil Azriel sudah meninggalkan pelataran rumah mereka Aleena segera mengajak Andra masuk mengingat hari sudah hampir magrib.


________

__ADS_1


Hari mulai beranjak malam dan kini tiba saatnya makan malam, Andra sudah duduk manis di depan televisi yang menampakkan gambar kartun kesenangannya tersebut.


Aleena pun mulai memasukkan sesuap demi sesuap nasi ke dalam mulut Andra, dirumah ini bukan hanya Aleena saja melainkan ada juga pengasuh Andra dan salah satu asisten rumah tangganya, ingat bukan dengan Yeni pengasuh andra dan juga mbok Warsi asisten rumah tangga pengganti naya.


"assalamualaikum ponakan onty" salam seseorang dengan suara yang lumayan kencang


"wa'alaikumussalam, loh dek sama siapa?"


"sama ayah buna"


Jika saja Azkara mengatakan ia datang sendiri sudah dipastikan seberapa syoknya Aleena karena baru satu minggu pasca kejadian waktu itu kini sudah bermain kesini.


"assalamualaikum na"


"wa'alaikumussalam buna, kok nggak kabarin dulu bun"


"oh gitu, yaudah buna, ayah sama Ara udah makan belum?" tawar Aleena


"udah kok tadi"


"hei cucu nenek makan apa sih?" sapa buna Erlin kepada and1ra


"amam aci mama ayan duleng"


"nggak pake sayur ya?" tanya buna Erlin


"akek ditit api ya"

__ADS_1


"harus banyak dong biar sehat" Aleena dan yang lain hanya menyimak dan sesekali tersenyum


Andra sudah sedikut lancar berbicara, bagi anak usia 1 tahun 5 bulan dia juga sudah mulai lancar berjalan dan berbicara giginya pun hampir lengkap yang memudahkan Andra memakan apa yang ia mau.


"andra, sini deh onty punya robot besar loh" iming-iming Azkara, tapi dia memang membawakan robot untuk keponakan tercintanya


"besal taya puna adla?"


"iya, tado onty beli di mall sana sama kakek nenek" kompornya lagi


"adla temalin uga tetana, biyi lobot uwa tan unda?" tanya Andra meminta pendapat bundanya


"iya"


"ambil dong punya Andra kuta main sama onty"


"bental ya, adla acih mamam dak buweh main nati tetelek"


"ya udah makan onty tunggu, jangan lama-lama ya"


"udah shutt diam, Andra cepet mamnya Ara diem" tegur buna Erlin


Hingga tak seberapa lama menunggu Andra makan akhirnya kini telah habis makanan di piring Andra. Dia segera menuju tenpat bermainnya dan mengambil salat satu robot barunya.


"nah, besal tan? Temalin beli tama ayah" pamer Andra menunjukkan robotnya.


Malam ini rumah itu sedikit ramai walau tak ada Azriel, tadi aleena juga sempat melakukan video call kepada suaminya guna menunjukan betapa riuhnya rumah.

__ADS_1


Dan hal itu sukses membuat Azriel kelimpungan tak jelas karena ingin sekali cepat pulang.


__ADS_2