
Ditempat lain Lyora sedang nampak sibuk didepan layar laptop miliknya, ia benar-benar ingin sekali menjadikan Azriel budaknya lagi.
Tawa jahat keluar dari mulutnya ketika melihat apa yang baru saja ia temukan, Lyora sedang berusaha melacak dimana tempat tinggal Azriel dengan istrinya.
"tunggu saja Zriel, sebentar lagi kamu akan menjadi milikku dan selamanya akan menjadi milikku" ucap Lyora tersenyum defil
Setelah menemukan keberadaan sang mantan kekasih Lyora menyusun rencana licik untuk menjebak Azriel nantinya.
Hingga akhirnya satu ide yang sangat konyol terlintas di pikirannya.
"yaps, sekarang aku tinggal mencari seseorang yang mau menghamiliku lalu aku tunjukkan bukti itu pada azriel" ucap Lyora dalam hati
Lyora memang sudah tidak perawan lagi bahkan sebelum pacaran dengan Azriel pun ia sudah tidak perawan lagi.
Pergaulan Lyora terlalu bebas, dan orang tuanya pun tidak mengengkang apapun yang dilakukan Lyora karena sibuk dengan pekerjaannya.
Selama diluar negri pun Lyora semakin liar karena dia pun sudah menginjak dewasa dan dia seperti wanita yang haus belaian dan kasih sayang.
__________
"Bang jemput Andra kapan?" tanya Aleena saat mereka duduk di meja makan untuk menikmati sarapan.
"sayang Andra kan disana nggak mungkin rewel jadi jemput besok atau lusa aja kan buna juga nggak keberatan" jelas Azriel
"abang nggak kangen gitu, ish jahat banget deh sama anak sendiri nggak ada kangen kangennya"
"bukan gitu tapi kita nikmati aja waktu berdua kita tanpa gangguan Andra, kan biasanya dia selalu rebut kamu dari abang"
__ADS_1
"ihh sama anaknya juga nggak mau ngalah"
"nggak papa"
Setelah sarapan mereka berangkat bersama untuk memulai aktivitas masing-masing.
Sampai di butik Aleena sudah disambut oleh beberapa berkas yang harus ia tanda tangani, tapi its okey dia melakukan dengan sangat enjoy dan tidak terlalu serius.
Diperusahaan Azriel juga sudah dihadapkan oleh beberapa tumpukan berkas, lain Aleena lain juga Azriel dia terlihat sangatlah fokus.
Kefokusan Azriel terhenti saat mendengar dering ponsel yang tercantum nama sang asisten didalamnya.
"Wa'alaikumussalam Han, ada apa" Jawaban yang terdengar tegas dan dingin.
"baik, saya segera kesana" Azriel langsung memutus panggilan begitu saja dan dengan terburu-buru ia keluar ruangan menuju ruang meeting.
Sebenarnya kerja sama itu sudah akan dilakukan dua bulan lalu namun karena kesibukan jadilah terpaksa harus diundur dua kali dan baru terlaksana hari ini.
.
.
.
"nek, Adla au syusu banak buweh?" tanya bocah laki-laki kepada wanita yang menjadi neneknya
"boleh, sebentar ya nenek bikinin dulu"
__ADS_1
"oh ya andra disini aja ya, jangan kemana-mana"
"ote, janan ama ama ya nek"
"iya, Andra tungguin onty ya sebentar lagi onty pulang"
"iyya"
Dengan duduk manis dan mata yang terfokuskan ke layar televisi membuat Andra tidak sadar bahwa onty nya sedang duduk disebelahnya.
"Andra lagi nonton apaan tuh?"
"duh, tadet banet adla"
"nenek dimana ndra"
"agi buwat syusu na adla"
"yaudah onty mau mandi dulu ya"
"loh dek udah dari tadi ya?" tanya buna Erlin yang datang dari arah dapur
"belum bun, baru aja" jawab azkara
"yaudah ara mau kekamar dulu ya bun"
"iya, bersih bersih dulu ya, habis itu baru rebahan biar nggak lengket badannya"
__ADS_1