
Naysilla melangkah masuk ke perusahan dengan ragu, rasanya begitu malas untuk bertemu dengan Presdir Aldebaran itu lagi. mengingat kejadian kemarin malam membuat muka nya Naysilla kembali bersemu merah.
Andai saja Naysilla bisa mengajukan pindah magang ke perusahaan lain. akan dilakukan nya namun mengingat itu akan sia-sia belaka, Aldebaran punya seribu cara untuk menjebak Naysilla untuk selalu berada didekat nya.
Baru beberapa saat Naysilla menduduki kursi kerjanya, Sinta dengan langkah angkuh mendekat
"Hey anak magang yang sok kecantikan, kerja kan data bulan ini" menyerahkan file pada Naysilla
"Ya mbak,, tapi saya masih kurang mengerti dengan file baru ini, mbak bisa bantu menjelaskan nya" Naysilla membok lembaran kertas itu
"Dasar tidak becus,, apa yang kamu bisa... selain menggoda Presdir perusahaan ini dengan tampang sok cantik mu itu" bentak Sinta
"Aku tidak mau tahu pokoknya kamu harus bisa menyelesaikan sebelum siang nanti, karena itu akan dipresentasikan di ruang Meeting nanti siang" tersenyum sinis meninggalkan Naysilla yang masih melongo dan bingung harus berbuat apa
"Rasain kamu, aku akan mempermalukan mu nanti dihadapan semua orang" gumam Sinta
"Bagaimana ini" menyala kan laptop sambil terus berfikir
Aldebaran yang baru datang berjalan agak pelan menuju ruangan kerja nya, melirik Naysilla sekilas kemudian tersenyum
__ADS_1
"Anak baru buat kan aku kopi spesial, dan antarkan langsung keruangan kerja ku" perintah Aldebaran
Naysilla langsung terlonjak kaget dan berdiri dari duduknya "Saya... Pak" menunjuk dirinya sendiri, karena diruangan kerja tempat Naysilla banyak karyawan yang lain
"Memangnya kamu tidak memperhatikan dan mendengar ucapan ku barusan, diruangan ini hanya kamu satu satunya anak baru"
Aldebaran menunjukkan sikap angkuh nya sebagai Presdir, membuat yang lain bergidik ngeri dan sok sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing
"Baik akan saya buat kan segera" berjalan cepat menuju pantry, tidak memperdulikan tatapan penasaran dan aneh karyawan yang lain
Kikan yang satu divisi dengan Naysilla langsung berlari menuju ruangan kerja Sinta
"Eh Mbak Sinta merasa aneh ngak sih dengan anak magang itu" ucap Kikan yang mencoba memanasi Sinta yang selalu berusaha untuk tebar pesona menarik perhatian Aldebaran
"Tahu sendiri kan selama ini jika berkunjung Presdir kita hanya minum kopi khusus racikan koki ternama, dan tidak pernah menyuruh karyawan untuk menyiapkan" ujar Kikan
"Teruszz"
Sinta mengerutkan keningnya, menunggu ucapan Sinta selanjutnya
__ADS_1
"Presdir meminta anak magang itu untuk menyiapkan kopi, dan mengantarkan ke ruangannya" bisik Kikan
"Apa" Sinta terbakar api cemburu
"Aku tidak boleh kalah dari anak itu, kmu tahu sendiri kan dikantor ini akulah wanita yang paling cantik dan menarik, aku yakin sekali anak baru itu pasti menggunakan cara licik untuk mendekati Presdir"
Sinta berjalan cepat meninggalkan ruangan menuju pantry, yang diikuti oleh Kikan dibelakangnya
"Hey pelet apa yang kamu campur dengan kopi itu" hardik Sinta berdiri di belakang Naysilla yang sedang mengaduk kopi
"Aku tidak mencampur dengan apapun, cuma gula dan bubuk Kopi, kemudian dituangkan air panas" ucap Naysilla
"Minggir kamu, dan selesai kan tugasmu sebelum waktu yang telah aku tentukan" mendorong Naysilla untuk meninggalkan pantry
"Baik mbak" berlalu pergi
Sinta memperbaiki sedikit penampilan nya
"Bagaimana Kikan apa penampilan ku sudah Okey" berbicara pada Kikan yang mengulum senyum
__ADS_1
"Cantika sekali mbak"
Dengan langkah penuh percaya diri Sinta membawa kopi buatan Naysilla menuju ruangan kerja Presdir, Sinta sudah merencanakan akan merayu Aldebaran dengan tubuh indahnya nanti didalam, karena dia yakin sekali Naysilla melakukan hal itu, sehingga Aldebaran begitu tertarik dengan nya.