
Namira memasuki ruangan dokter itu dengan ragu, Nampak dokter separuh baya itu menghentikan aktivitasnya begitu melihat kedatangan Namira.
"Ada apa Namira ?"
"Dokter penyakit Isabella kembali kambuh, sekarang dia sudah tidak sadarkan diri kembali" tangis Namira pecah
"Namira sudah beberapa kali saya ingatkan jika penyakit Jantung adikmu itu harus segera dilakukan operasi, tapi kamu belum juga mampu..." ucapan dokter terhenti
Namira tercekat, mendengar ucapan dari dokter tersebut
"Aku tidak mempunyai pilihan lain lagi, mau tidak mau aku harus menerima tawaran Nyonya Qanita. sekarang dia sedang menunggu keputusan dari ku. karena nyawa Isabella sekarang sedang dipertaruhkan"
Namira menatap ponselnya jadulnya dan mencari nama Qanita. untuk menghubungi wanita itu agar menemuinya di ruang dokter untuk membicarakan mengenai dana operasi Isabella.
Ricky yang dari tadi bersembunyi di balik pintu ruangan dokter, tiba-tiba membuka nya dan berjalan menuju meja dokter itu
Namira dan dokter itu terkejut karena seseorang langsung masuk keruangan nya
"Siapa kamu dan apa tujuan mu masuk keruangan ku ?"
__ADS_1
"Namaku Ricky, aku kesini untuk membayar semua biaya pengobatan adik gadis ini" ucap Ricky dan duduk dengan santai nya disebelah Namira yang juga keheranan.
"Maaf Tuan aku tidak mengenal Anda sama sekali, Lagian saat ini saya telah menemukan seorang wanita dermawan yang mau membiayai pengobatan adik saya, dan sekarang dia tengah menunggu di ruang tempat adik saya dirawat"
"Ya dia adalah Nyonya Qanita, atasanku. dan aku adalah asisten pribadi dari Aldebaran anaknya yang disuruh Nyonya Qanita untuk menikah dengan mu"
Namira tertunduk malu mendengar perkataan Ricky, tapi dia bisa apa memang itulah kenyataannya
"Okey baiklah, operasi akan segera dilakukan karena Isabella tidak punya banyak waktu lagi" ucap dokter
"Saya segera membayar semua biaya administrasinya nya" melangkah menuju meja administrasi yang diikuti Namira dengan perasaan ragu
"Tidak perlu, karena jika ada dia tentu kamu akan dipaksanya untuk menjadi istri pengganti, sedangkan aku datang membantu mu tanpa imbalan apa-apa"
"Apa alasan mu membantu ku secara sukarela ?"
"Karena ini perintah dari Bos ku Aldebaran dan istri Naysila, mereka kasihan melihat mu dan memberikan bantuan secara ikhlas"
Air mata Namira menetes haru mendengar kebaikan Aldebaran, karena dia melihat keseriusan dari ucapan Ricky.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan Nyonya Qanita ?"
"Kamu tidak perlu risau, katakan saja jika operasi adikmu telah ditanggung seseorang dan kamu tida membutuhkan uang lagi, dan membatalkan niatmu untuk menjadi istri kedua Bos ku itu"
"Sekali lagi terimakasih Tuan"
"Tidak perlu berterimakasih kepada ku, karena aku juga orang suruhan Bos"
"Lalu bisakah aku menemui mereka ?"
"Tentu, setelah kita mengurus biaya administrasi adikmu, tapi untuk sementara waktu tolong tutup mulut mu terhadap Nyonya Qanita tentang orang yang membantu mu"
"Pasti Tuan"
Namira tersenyum senang saat proses operasi adiknya segera dimulai, Qanita menghampiri Namira, karena heran melihat perawat telah membawa Isabella menuju ruangan operasi
"Namira apa kamu telah menyetujui kesepakatan kita dan mereka telah membawa adikmu untuk dioperasi, siapa yang membantu mu menyelesaikan administrasi nya, apa kamu belum membayar nya ?" berbagai pertanyaan diajukan Qanita karena merasa bingung
"Maaf kan saya Nyonya karena saya menolak permintaan Nyonya, dan biaya pengobatan adikku telah ditolong seseorang " Namira menundukkan kepalanya tidak sanggup melihat kekecewaan Qanita
__ADS_1