SCANDAL Istri Pengganti

SCANDAL Istri Pengganti
Kekacauan Aldebaran


__ADS_3

Aldebaran merebahkan tubuhnya disandaran sofa Apartemen, sambil sesekali mengusap kasar wajah nya. dia tidak habis pikir dengan permintaan kedua orang tuanya yang terus menuntut untuk menikah kembali secara diam-diam. tentu saja hal itu membuat Aldebaran memuncak dan susah sekali untuk mengendalikan emosinya, hingga pertengkaran hebat itu terjadi begitu saja.


Naysilla tersenyum menghampiri Aldebaran, sambil melirik jam besar yang tergantung di tengah-tengah dinding ruangan besar itu.


"Tumben pulang cepat kerjanya" bergelayut manja di lengan sang suami


"Iya sayang" terdengar suara Al berat, seolah-olah menahan suatu beban yang berat.


"Kak Al udah makan, bentar ya Nay siapin dulu" hendak beranjak menuju dapur


"Tunggu Nay"


"Ya kak"


Naysilla membalikkan badannya, menatap wajah Aldebaran yang terlihat kacau.


"Kak Al, ada apa.?? sepertinya kak Al sedang menyembunyikan sesuatu Atau ada masalah dengan pekerjaan di kantor" terdengar suara lembut Naysilla seolah-olah memberikan ketenangan untuk suasana hati Aldebaran.

__ADS_1


"Nay ada sesuatu yang ingin aku utarakan, dan ini masalah yang sangat serius. aku harap kamu siap untuk mendengarkan penjelasan ku ini" Aldebaran akan menceritakan semua masalahnya dengan kedua orang tuanya.


"Ya kak Al, Nay siap untuk mendengarkan semua nya"


Aldebaran menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan, sambil memikirkan kata-kata yang tepat, karena Aldebaran merasa takut jika Naysilla akan merasa terluka


"Begini Nay...." namun Aldebaran kembali terdiam


"Ya kak.... Cepat katakan" detak jantung Naysilla tiba-tiba berdetak kencang, dan perasaan cemas sudah menghantuinya. secara tidak langsung Naysilla sudah bisa menebak apa yang terjadi


"Pa..Papi dan mami... menuntut kita agar segera mempunyai keturunan" ucap Aldebaran hati-hati sambil memperhatikan reaksi istri kecilnya itu.


"Maafkan Naysilla, yang masih belum mampu memberikan mereka cucu, dan membuat mereka bahagia di hari tuanya. Nay tahu kak Al pasti mengharapkan itu juga dari Nay...hu....hu....hu..."


"Tidak Naysilla Sayang, kamu tidak perlu minta maaf, karena semua ini bukanlah kesalahan mu, tapi yang diatas belum memberikan kita rezekinya Sayang" bujuk Aldebaran mengusap punggung istri kesayangan nya itu


"Terus mami dan papi menginginkan apa lagi kak ?" ucap Naysilla di sela-sela tangis

__ADS_1


Aldebaran bingung harus menjelaskan, jika dia berkata terus terang tentang permintaan mereka yang menginginkan Aldebaran menikah lagi tentu hal itu pasti akan membuat Naysilla terluka lebih dalam lagi.


"Tidak ada sayang, cuma besok kita harus balik ke Indonesia dan memulai kehidupan kita yang baru disana. kamu setujukan sayang"


"Kenapa kak, bukankah selama ini kak Aldebaran yang selalu minta agar kita menetap untuk tinggal di negara ini" Naysilla masih terlihat bingung


"Naysilla kemaren aku mendapat tantangan dari papi, karena selama ini mereka melihat aku selalu hidup dengan fasilitas dan kemewahan mereka, maka nya tanpa pikir panjang lagi. aku menerima tantangan itu dan membuktikan kepada mereka bahwa aku mampu hidup mandiri" Aldebaran memaksakan untuk tersenyum getir


Naysilla merasa ada sesuatu yang disembunyikan Aldebaran, karena dia tidak yakin jika kedua orang tua suaminya, memberikan tanggapan seperti itu.


"Naysilla kamu setujukan sayang, hidup berdua dengan ku dan memulai semuanya dari awal"


"Kak Al Naysilla akan selalu siap hidup seperti apapun asalkan kita bisa selalu bersama, tapi Naysilla masih meragukan Alasan kak Al"


"Kamu tidak perlu ragu sayang, karena dalam hidup ku kamu adalah orang yang paling berarti"


Naysilla ters dan bahagia sekali mendengar penuturan suaminya itu

__ADS_1


"Terimakasih sayang" ucap Naysilla seraya membalas pelukan suaminya


__ADS_2