
Naysilla merebahkan tubuhnya diranjang empuk itu, menatap sayang wajah suaminya yang sudah tertidur duluan.
"Sayang pasti kamu capek dengan semua ini" jemari Naysilla menelusuri pelan wajah suaminya yang terlihat tidur begitu pulas dengan dengkuran halusnya.
Naysilla mencoba memejamkan matanya, namun rasa kantuk itu belum juga menghampiri nya, Naysilla sudah mencoba berbagai posisi yang nyaman agar dia bisa terlelap. namun semua sia-sia. matanya makin terbuka lebar.
"Ah.... sebaiknya aku menikmati keindahan sinar bulan dan bintang yang bersinar terang dibalkon"
Naysilla berjalan pelan dan balkon, dia tidak ingin Aldebaran terbangun karena ulah nya.
Naysilla menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa santai yang terdapat di balkon itu. sambil merenungkan tentang kehidupan rumahtangga nya kedepan.
"Ya Tuhan... apa yang harus aku lakukan sekarang, aku benar-benar kalut dan bingung harus berbuat apa. disisi lain aku dan kak Aldebaran saling mencintai.
Namun kami juga tidak boleh egois dengan perasaan kami berdua, bagaimana pun juga kedua orang tua kak Aldebaran juga harus bahagia di hari tua mereka.
Ya Tuhan....aku harus bagaimana ?" meskipun aku bersikap tegar dan tersenyum pada semua orang, namun di hatiku sangat rapuh. terkadang timbul keinginan ku menyuruh kak Aldebaran mengikuti perintah kedua orang tua nya. tapi disisi lain, aku tidak ingin kehilangan dan berbagi suamiku
__ADS_1
Naysilla kembali menangis tanpa disadari nya, sepasang mata memperhatikan nya. dan berjalan mendekati pujaan hatinya
"Sayang kok belum tidur ?"
Naysilla terkaget, dengan segera dia menghapus air matanya mengalir di kedua pipi. dan tersenyum berusaha menyembunyikan kegundahan hatinya.
"Belum ngantuk kak"
Aldebaran memeluknya erat dari belakang.
"Aku Nggak mikirin apa-apa, cuma belum ngantuk jadi aku memutuskan untuk menikmati cahaya bulan saja"
"Sayang lihat itu bintang jatuh" ucap Aldebaran menunjuk ke langit. dia hanya ingin menggoda Naysilla.
Naysilla tidak melihat bintang yang jatuh, namun dia langsung berdoa semoga mereka selalu bersama, apapun yang akan terjadi dan Semoga hadirnya seorang bayi dalam rahim nya.
"Kamu pasti berdoa, minta apa sayang" bisik Aldebaran yang melihat Naysilla yang memejamkan mata seperti meminta sesuatu dengan khusyuk
__ADS_1
"Ada deh" ucap Naysilla sambil tersenyum manis
Senyuman Naysilla itu membuat Aldebaran bergairah, dengan lembut ciuman hangat mendarat bibir mungil Naysilla. tangan Aldebaran pun tidak tinggal diam dia dengan aktif menyusup kedalam Piyama tidur Nay.
Naysila ikut membalas setiap sentuhan Aldebaran, mereka berciuman lama mengungkapkan perasaan cinta dan kasih sayang dihati masing-masing.
"Kak kita balik kekamar saja ya" bisik Naysilla manja ditelinga Aldebaran
"Ngak perlu sayang, karena aku ingin kemesraan kita ini disaksikan bulan dan bintang" ucap Aldebaran yang sudah semakin terbakar gairah.
Naysila Akirnya tidak kuasa menolak keinginan Aldebaran tersebut, mereka berdua saling melepaskan hasrat disofa kecil yang terdapat dibalkon balkon.
Naysilla terkulai lemah, tenaga mereka berdua seakan ikut terkuras dengan permainan panas yang sudah yang keberapa kali. mereka mencapai puncak kenikmatan itu.
Aldebaran mencium kening istrinya yang terpejam, setelah percintaan itu, Naysilla baru merasakan benar-benar ngantuk. dan membiarkan sang suami mengendong dan menidurkan tubuhnya diranjang dengan selimut yang tebal.
Aldebaran ikut berbaring disamping Naysilla yang sudah tertidur pulas, dan memeluknya ibarat guling yang empuk dan hangat.
__ADS_1