SCANDAL Istri Pengganti

SCANDAL Istri Pengganti
Berita Bahagia


__ADS_3

Dengan rasa kecewa dan muka merah padam, Qanita melonggos kasar dan pergi meninggalkan ruangan tempat Namira yang masih berdiri terpaku.


Namun langkah kakinya terhenti ketika melihat Aldebaran dan Ricky sedang berbicara serius, didepan ruangan perawatan khusus kandungan.


"Aldebaran dan Ricky, sedang apa mereka disini atau jangan-jangan mereka berdua yang telah menggagalkan rencana ku"


Qanita berjalan menuju ruangan itu, yang membuat kedua orang laki-laki dewasa itu menghentikan pembicaraan mereka dengan wajah terkejut. namun senyumn lebar dan bahagia tiba-tiba mengembang dibibir Aldebaran.


"Mami sedang apa disini ?"


"Kalian berdua yang sedang apa disini, aku tahu kalian telah menggagalkan rencana ku, Aldebaran apa mami salah mengharapkan dan menginginkan seorang cucu" tangis Qanita pecah


Aldebaran menghampiri maminya dan membawa ke pelukannya


"Mami tidak salah, cuma kita selama ini terlambat memberikan kebahagiaan itu kepada mami dan papi, dan sekarang Al punya kabar bahagia untuk kita semua"


"Kabar apa Al ?"


"Mami silahkan masuk. kita temui Naysila dulu"


Aldebaran menuntun maminya untuk memasuki ruangan Naysila yang tengah tertidur pulas, prpengaruh obat yang diminum nya agar Naysila bisa istrhat dengan total.


"Naysila kenapa Al ?"

__ADS_1


Aldebaran mengambil sebuah foto kecil hasil USG,


"Mi sekarang Naysila tengah hamil penerus Aldebaran Mortheganza. cucu mami dan ini foto hasil dari pemeriksaan USG Naysila barusan"


"Apa Al, Naysila Hamil cucu mami" tangis haru dan rasa bahagia terpancar dari wajah mami Qanita


Naysila terbangun mendengar suara tangisan mami Qanita, perlahan dia membuka matanya yang masih berat


"Mami" ucap Naysila pelan


"Ya sayang ini mami dan maafkan mami ya nak, telah membuat mu bersedih dengan permintaan- permintaan aneh mami "


"Tentu mi" Naysila tersenyum sambil memegang tangan mami yang mengelus lembut rambutnya


"Ceritanya panjang mi, yang jelas niat kami semula ingin menggagalkan rencana mami, tapi ternyata sampai dirumah sakit ini kami mendapatkan berkah begitu mengetahui Naysila mengandung"


"Mami malu malu teringat kesalahan mami terhadap kalian, terutama Naysila"


"Sudahlah mi, yang penting sekarang kita sudah bahagia. dan semoga kandungan Naysila sehat-sehat saja"


"Mami harus segera menghubungi papi"


Mengeluarkan ponselnya, Qanita langsung menghubungi suami tercinta. yang sangat antusias sekali mendengar kabar bahagia itu, besoknya Naysila sudah diperbolehkan untuk kembali pulang.

__ADS_1


Qanita dan suaminya ngotot' dan membujuk Aldebaran agar kembali tinggal bersama mereka, karena mami Qanita tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Naysila dan cucu mereka.


"Kak Al, sebaiknya kita memenuhi permintaan mami dan papi, kasihan mereka jika kita terus menentang keinginan mereka berdua" bujuk Naysila


"Baiklah sayang aku setuju"


Saat hendak pulang kerumah mereka, Aldebaran dan keluarga nya menyempatkan dirinya untuk menjenguk Isabella yang sudah mulai siuman.


Namira mengalami Naysila


"Assalamualaikum, Nona terimakasih sekali atas bantuan Nona dan keluarga, sehingga nyawa adikku bisa tertolong. aku tidak tahu harus bagaimana untuk membalas kebaikan Nona dan keluarga"


"Namira kamu tidak perlu sungkan, sudah semestinya kita saling tolong menolong"


Naysila mendekati Isabela yang terbaring


"Adek kecil yang cantik cepat sembuh ya" ucap Naysila mengelus-elus pelan rambut Isabella


"Iya kak, terimakasih ya Karena udah ngebantu biaya pengobatan Bella"


"Iya sayang....,,


Aldebaran dan keluarga nya pamit, namun Aldebaran meminta Ricky untuk menemani Namira dirumah sakit, dan setelah Namira sembuh nanti Aldebaran akan memberikan pekerjaan untuk mengurus beberapa buah kafenya. karena Aldebaran telah kembali sibuk perusahaan nantinya mengingat permintaan papi.

__ADS_1


__ADS_2