SCANDAL Istri Pengganti

SCANDAL Istri Pengganti
Pengeras Suara


__ADS_3

Aldebaran kembali melirik sebuah jam besar, yang tergantung didinding utama di ruangan kerjanya. setengah jam, bahkan sudah satu jam berlalu. namun sang asisten Ricky belum juga datang kekantor. Al mengusap kasar wajah nya, mengingat sebentar lagi dia harus memimpin rapat besar. dan Ricky lah satu-satunya asisten yang bisa diandalkan, membantunya hingga rapat berjalan lancar.


"Tidak biasa nya Ricky terlambat datang, atau terjadi sesuatu padanya.?" Al mengusap layar monitor ponselnya, dan mendial panggilan asisten di draft kontak.


Aldebaran kembali di buat resah, karena pangilanya tidak diangkat sama sekali, dan ini juga sudah panggilan ke enam. Aldebaran mulai kesal dan berjalan mondar-mandir di ruangan itu.


"Aaaagghhh, sebaiknya aku datangi saja Apartemennya.!"


Aldebaran berjalan menuju meja sekretaris, dan memberitahukan jika rapat ditunda, Aldebaran langsung pergi meninggalkan gedung kantor perusahaan dengan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Sampai di depan pintu apartemen, Al beberapa kali memencet bel. tapi tidak ada yang membuka Kanya pintu. tiba-tiba dia kembali memutar otak. mengingat-ingat kembali password pintu itu. karena dulu apartemen ini molik Aldebaran, sebelum dia menyerahkan sepenuhnya kepada Ricky.


"Wah berhasil, ternyata anak itu belum mengganti.!"


Aldebaran berjalan masuk, dia menyapu seluruh ruangan dengan pandangan penuh tanda tanya, mengingat suasana yang sangat sepi. langkah Aldebaran langsung menuju lantai Dua. kamar Ricky.

__ADS_1


"Ceklek....,, pintu terbuka lebar.


Aldebaran membulat kan matanya, saat melihat penampilan Ricky yang menurutnya sangat konyol. Ricky tertidur pulas dengan mulut sedikit terbuka. sambil memakai peci dan baju Koko, sementara bagian bawahnya hanya mengunakan boxer. dan sebuah sarung tergeletak begitu saja dilantai keramik putih itu.


Aldebaran mengulum senyum, sebuah ide ingin menjahili Ricky tiba-tiba muncul dibenaknya. Ricky kembali berjalan keluar menuju dapur. dan mengambil sedikit garam. dan membawanya kembali ke dalam kamar Ricky.


Aldebaran memasukkan sedikit garam itu kedalam mulut Ricky. sambil menahan tawa. tapi bukan nya bangun Ricky malah menggerak-gerakkan mulut nya, mungkin karena merasa Asin. dan kembali melanjutkan tidurnya.


Merasa usahanya sia-sia, Aldebaran duduk disisi ranjang sambil memikirkan cara lain. tiba-tiba ide kembali menghampiri Aldebaran, ketika matanya tertuju melihat sebuah pengeras suara yang tersimpan dalam lemari kaca.


"Untuk apa Ricky menyimpan pengeras suara.? tapi biarlah yang penting aku harus membangun kan dengan cara ini.


Spontan Ricky terlonjak kaget, dan langsung berdiri kelimpungan. mendengar teriakan Aldebaran.


"Ha...ha...ha....Al tertawa lepas, melihat tingkah lucu Ricky.

__ADS_1


"Bos...kok ada disini.?"


"Ya aku kesini membangun kan tidur panjang mu itu, ingat sudah jam berapa sekarang.?


Ricky langsung menoleh ke jam dinding yang terletak disudut kamar.


"Wah, baru jam sepuluh Bos.!" menjawab tanpa rasa bersalah.


"Kamu bilang apa, baru jam sepuluh.?" Al mengulangi kembali perkataan Ricky.


"Wah, apa Bos jam sepuluh," Ricky kembali kaget. dia baru sadar sekarang. Ricky langsung ngacir menuju kamar mandi.


"Sorry Bos, semalam aku tidak bisa tidur. bayangan gadis itu terus menganggu ku. sampai subuh menjelang."


"Gadis, siapa gadis yang kamu maksud.?"

__ADS_1


Ricky menepuk pelan jidatnya, menyadari jika dia sudah keceplosan.


"Eh maksudnya, aku bertemu seorang gadis dalam mimpi." mengalihkan pembicaraan dan langsung pergi.


__ADS_2