
Kedua orang tua Aldebaran tersenyum senang sambil memanjatkan doa agar Anak mereka bisa membina keluarga yang utuh, karena Al menikah dengan wanita yang dia cintai dan impikan selama ini.
Aldebaran yang diikuti Naysilla melakukan sungkem meminta restu dan doa kedua orang tuanya.
"Selamat ya nak semoga kalian bahagia dalam mengarungi bahtera Rumah tanga, jadi lah suami yang baik dan bertanggung jawab terhadap Naysilla ya nak" ucap mami Al sambil menghapus air matanya yang menetes
"Ya mi.... Al akan menjadi suami yang tepat dan terbaik buat Naysilla" sambil melirik Naysilla sekilas, yang membuat Nay tertunduk malu.
Setelah pernikahan selesai yang dilanjutkan dengan pesta kecil-kecilan, mengingat status pernikahan mereka yang tergesa-gesa, tapi kedua orang tuanya dan Aldebaran sendiri berniat akan melakukan pesta besar dan mewah setelah ini, tentunya setelah Aldebaran menyelesaikan permasalahan dan status pernikahan nya dengan Jessica terlebih dahulu.
Al melirik sang istri yang duduk manis di sebelah nya, nampak dia terlihat kelelahan dan mengantuk.
"Sayang kita ke kamar saja sekarang ya, kelihatan nya kamu sudah kecapaian" bujuk Al
Naysilla langsung membulat kan matanya, saat mendengar Al mengajak nya menuju kamar, terlintas kembali kejadian malam itu, saat Al pertama kali merenggut sesuatu yang paling berharga darinya. Ny bergidik ngeri, membayangkan benda itu kembali dan rasa sakit di bagian bawah nya masih terasa.
__ADS_1
"Tidak... tidak aku harus mencari alasan, untuk menghindari tidur dengan kak Al, sampai rasa ini sembuh. aku takut membayangkan kembali belalai besar panjang itu memasuki punyaku yang sembit ini..."
Naysilla refleks mengatup kakinya.
Aldebaran tersenyum melihat reaksi dan tingkah istri nya tersebut, dia tahu apa yang tengah dipikirkan dan dicemaskan Naysilla. dia mendekatkan mulutnya sambil membisikan
"Sayang untuk pertama kalinya memang sedikit sakit, tapi setelah itu. aku bisa menjamin kamu bakal ketagihan dengan belalaiku ini " tersenyum mesum
Mami Qanita menghampiri kedua pengantin dadakan itu,
"Al gimana sich cepat antar kan istrimu kekamar"
"Ya mi" ucap Al semangat dan langsung berdiri, dan menjulurkan tangannya menarik tangan Nay dan membimbingnya
"Tapi ingat ya Al, untuk malam ini kamu belum boleh ngapa-ngapain Naysilla, awassss... kalau kamu berani macam-macam. Kasian dia keliatan masih kesakitan" ucap mami sambil memelototi Aldebaran
__ADS_1
"Ya mi...tapi mami bisa liat sendiri kan Naysilla terlihat senang-senang aja tuch, mami aja yang berlebihan"
"Senang pala' mu..., tuch perhatikan jalan nya yang kesusahan" bentak mami yang membuat muka Naysilla bersemu merah karena malu.
"Naysilla nanti kalau Al berani macam-macam. Kamu cepat kasih tahu mami ya nak" tersenyum dan berubah lembut jika berhadapan dengan Naysilla
"Okey mami"
Sampai di kamar villa yang khusus disediakan dan didekorasi dengan nuansa pengantin baru. itu semua atas ide dan perintah mami Qanita dan dibantu oleh Lala sahabat baik Naysila.
Naysilla dibuat terkagum-kagum melihat bunga mawar merah bertaburan di atas lantai disertai cahaya lilin yang temaram. dan dibentuk menyerupai Love, mengiring langkah mereka hingga menuju Ranjang yang juga ditaburi bunga, dengan aroma yang lembut memberi ketenangan dan kenyamanan bagi pasangan ini.
Naysilla tersenyum senang dan bahagia, tidak pernah terbayang kan oleh nya, bisa menikah dengan Aldebaran dan menikmati malam yang begitu romantis ini.
"Kamu menyukai nya Sayang" bisik Al
__ADS_1
"Ya,, suka sekali" ucap Naysilla dengan mata berbinar-binar bahagia