SCANDAL Istri Pengganti

SCANDAL Istri Pengganti
Ganti Panggilan


__ADS_3

Aldebaran mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumah besar, yang ditinggalkannya semenjak mencari-cari keberadaan Naysila dulu. serta perceraian Aldebaran dengan mantan istrinya Jesika.


"Rumah ini begitu banyak menyimpan kenangan, terutama dengan Opa"


Aldebaran berjalan mengelilingi taman rumah belakang, dan berhenti di kuburan Opa yang bersebelahan dengan kuburan sang Oma.


Aldebaran diam sejenak sambil memanjatkan Doa, kemudian menatap nama yang tertera di batu nisan Opa


"Hallo Opa....,, sekarang Opa pasti sudah bisa tersenyum senang. karena sebentar lagi penerus keluarga kita akan segera terlahir ke dunia ini. sesuatu yang selalu Opa inginkan dulu. dan baru sekarang Al mampu untuk mewujudkan keinginan kalian tersebut"


Naysila dari lantai dua kamar Aldebaran, memperhatikan suaminya melalui jendela kamar. nampak Al tengah khusuk berdoa. Naysila tersenyum dan merasa bangga melihat kebaikan suaminya baik terhadap keluarga maupun orang lain.


"Kak Aldebaran aku bahagia dan bangga sekali bisa mendampingi mu serta mengandung penerus keluarga kalian, semoga kita selalu bersama mengarungi bahtera rumah'tangga yang bahagia" ucap Naysila sambil mengelus-elus perut pelan


Aldebaran merasa ada yang tengah memperhatikan nya, menoleh keatas arah kamar mereka. sambil tersungging senyuman di wajah tampan nya itu. saat melihat Naysila yang tengah memperhatikan nya. Naysila refleks terjaga dan membalas dengan senyuman juga.


"Opa .... semoga tenang di sana ya...,, Al balik ke kamar dulu. karena istri Al sedang menunggu. kapan-kapan Al akan mengunjungi Opa ketaman belakang lagi, atau Al akan lihat Opa melalui jendela kamar atas jika ngak sempat"

__ADS_1


Aldebaran dengan langkah panjang, pergi meninggalkan taman belakang, saat hendak menuju ke lantai dua. teriakan mami mengagetkan Al.


"He...he....anak mami buru-buru amat, kelihatan nya lagi bergairah gitu. oh...no...no...., ingat Al sekarang kamu belum boleh gitu-gitu an dulu. Naysila sedang hamil muda Mami tidak ingin sesuatu terjadi nanti nya"


"Ngak kok mi, Al janji untuk sementara waktu ini bakal puasa dulu" sambil melanjutkan langkahnya


"Ceklek..... pintu kamar terbuka


Sesuatu yang selalu membuat Al merasa bahagia, ketika melihat senyum Naysila jika menyambut kedatangan nya.


"Sayang....." Aldebaran memeluk tubuh Naysila dari belakang, karena Naysila masih berdiri dekat jendela. dan menghujani dengan ciuman bertubi-tubi.


"Emang kak Al bakal kuat, jika kita mandi bareng ?"


Aldebaran terdiam memikirkan kata-kata Naysila, karena dia memang tidak bisa menahan diri jika mereka sudah mandi bareng, pasti ujung-ujungnya permainan panas yang membuat tenaga mereka ngos-ngosan. meskipun berendam di air yang dingin.


"Trus gimana dong, atau gini aja ... sayang kamu bantuin mandiin ya" Aldebaran memasang wajah memelas nya. entah kenapa tiba-tiba dia ingin sekali bermanja-manja dengan Naysila.

__ADS_1


Naysila menarik nafas dalam-dalam, sambil menghembuskan perlahan


"Okey tapi kak Al janji ya, bakal mandiin aja"


Naysila mengacungkan jari kelingkingnya, yang diikuti Aldebaran mereka menautkan nya tanda persetujuan.


Sementara dirumah sakit, Ricky selalu mencuri-curi pandangan, kewajah cantik Namira yang terlihat acuh, seolah-olah tidak mengetahui signal cinta yang dipancarkan Ricky.


"Namira kita makan siang keluar yuk, tempat nya juga tidak terlalu jauh dari sini !"


Namira terdiam, dia bingung harus menjawab apa, karena seumur hidupnya belum pernah jalan berduaan dan makan bareng. karena selama ini Namira sangat tertutup dengan lawan jenis.


"Kak Namira.... pergi temani kak Ricky makan saja, Isabella ngak papa kok ditinggalkan sendiri. lagi disini ada perawat yang berjaga" ucap Isabella


"Bagaimana Namira, bentar kok "


"Baiklah Tuan" sambil menunduk

__ADS_1


"Namira kalau boleh panggil aku dengan sebutan lain saja ya, jangan Tuan.... seperti nya aku merasa seperti Tuan tanah saja"


Namira tersenyum memperlihatkan kedua lesung pipinya, membuat Ricky tambah melayang


__ADS_2