SCANDAL Istri Pengganti

SCANDAL Istri Pengganti
Bertemu Namira Savana


__ADS_3

Qanita masih menatap keluar jendela mobil, pikiran nya berkecamuk rasa sayang dan kasihan terhadap Naysila, dan ambisinya bersama suami yang sangat menginginkan sekali kehadiran seorang cucu. membuat Qanita menjadi dilema.


Semenjak Aldebaran memilih meninggalkan Negara Mexico, dan menyerahkan seluruh aset kepada papinya. Qanita merasa kehilangan putra semata wayangnya, sehingga mereka berdua pun memutuskan untuk ikut pindah juga keindonesiaan. dan mencari keberadaan Aldebaran berdasarkan orang-orang suruhan mereka yang tersebar.


"Pak berhenti dulu di apotek depan !


Perintah Qanita pada sopir keluarga nya.


Qanita memasuki apotek besar itu, untuk membeli obat agar menghilangkan stress di kepala nya, namun Qanita seperti hilang konsentrasi hingga dia tidak fokus dan hampir jatuh, namun seseorang dengan sigap membantu nya.


"Nyonya Anda tidak apa-apa ?"


Qanita tidak menjawab pertanyaan wanita cantik itu, yang terlihat sederhana dengan balutan hijab menutupi tubuhnya yang indah. tanpa sadar Qanita tersenyum kearah wanita itu.


"Saya... tidak apa-apa"

__ADS_1


"Syukurlah" ucap wanita itu yang langsung berlalu meninggalkan Qanita, sambil membawa bungkusan obat.


Qanita langsung tersadar dan kembali menuju mobilnya


"Cepat ikuti wanita berhijab itu"


"Baik nyonya" ucap sopir yang langsung tancap gas, mengikuti angkot yang dinaiki wanita tersebut. dan berhenti disebuah rumah saki besar. wanita itu berjalan agak tergesa-gesa, pergi keruangan dokter. tidak lama kemudian kembali keruangan perawatan.


Qanita mengikuti dengan menjaga jarak, dia ingin mengetahui siapa wanita yang membuat nya begitu tertarik.


"Okey aku rasa informasi ini cukup buat ku hari ini, selanjutnya aku akan meminta orang kepercayaan ku menyelidiki siapa sebenarnya gadis itu" Qanita pun meninggalkan tempat itu dengan perasaan lega, dan beban di kepala seakan hilang seketika.


Sampai dirumah Qanita menceritakan semua kepada suaminya, yang juga sama antusias nya dengan Qanita mendengar persetujuan Naysila yang memberikan izin pada Aldebaran menikah lagi, juga tentang gadis yang bernama Namira itu.


Tiba-tiba ponsel Qanita berdering, tertera nama orang suruhan nya yang mencari informasi mengenai Namira. dengan semangat Qanita langsung memencet tombol hijau itu

__ADS_1


"Hallo nyonya besar, kami telah mengumpulkan informasi mengenai gadis itu" terdengar suara diseberang sana


"Okey segera kirimkan" ucap Qanita dengan tidak sabaran ingin mengetahui siapa sebenarnya gadis itu.


Tidak lama pengiriman informasi itu pun masuk, Qanita dan suaminya terlihat serius membacanya, kemudian tersungging senyuman dibibir mereka berdua.


Namira Salvana. berusia 19 tahun dan seorang yatim piatu, kehidupan mereka yang susah dengan kondisi jantung adiknya yang memburuk, membuat Namira mempunyai hutang yang tidak sedikit pada rentenir. untuk biaya berobat sang adik. sedangkan dia hanya bekerja sebagai pelayan di restoran.


Begitulah informasi yang didapat Qanita,


"Besok mami akan temui gadis itu, karena mami merasa dia adalah wanita yang sangat cocok untuk mengandung penerus kita Pi"


"Okey papi setuju saja, asalkan keputusan mami itu terbaik untuk kita semua"


Besoknya Qanita kembali mengunjungi rumah sakit kemaren, sambil memperhatikan Namira dari jauh. nampak gadis itu tengah tertunduk dikursi ruangan tunggu. sambil sesekali mengusap air matanya. ia terlihat kebingungan dan putus asa. seperti yang Qanita ketahui saat ini Namira tengah kebutuhan uang untuk biaya berobat sang adik.

__ADS_1


__ADS_2