
"Selamat pagi Bos" sapa Sinta dengan suara yang dibuat selembut mungkin
"Mmmhhh....., , jawab Aldebaran yang masih sibuk menandatangani beberapa berkas kerja sama
"Bos ini kopinya" Sinta maju menaruh kopi di depan meja kerja Aldebaran
Aldebaran langsung mengangkat kepalanya menatap tidak suka Sinta yang berdiri di hadapan nya, bak seorang peragawati
"Siapa yang memerintah kan mu membuat kan kopi untuk ku" tanya Aldebaran dengan wajah datar
Sinta langsung gelagapan " Tadi...tadi anak baru itu menolak, dan... dengan sombongnya lebih memilih melanjutkan pekerjaannya, jadi saya tidak ingin Bos kecewa dan marah jadi sa.. saya.... berinisiatif membuat kan dan mengantarkan nya sendiri keruang Bos" berbicara terbata bata kerena takut melihat tatapan tidak suka Aldebaran
"Cepat tinggal kan ruangan ku, dan jangan masuk ke sini lagi jika tidak ada yang penting atau perintah dari ku, satu lagi bawa kopi buatan mu itu kembali" bentak Aldebaran
"Baik bos" berjalan cepat menuju pintu sambil membawa kopi itu balik menuju ruangan kerja nya
"Dasar bos sialan, kamu akan menyesal telah menolak wanita seperti ku, apa lebih nya anak magang itu dibandingkan dengan ku" geram Sinta penuh emosi dan meminum kopi yang masih panas
__ADS_1
"Aaaww...Panas" menyemburkan kopi itu kembali, sambil menjulurkan lidah mengibaskan pakai tangan
Diruangan nya Aldebaran memencet tombol yang langsung terhubung dengan asisten Arka
"Arka cepat suruh Naysilla langsung keruangan ku, jika dia menolak katakan pada nya. bahwa saya sendiri yang akan menjemput nya keruangan itu dan menggendongnya masuk kesini" suara Aldebaran terdengar sangat marah
"Baik Bos" jawab Arka cepat
Arka langsung menuju ke meja Naysilla, yang masih terlihat sibuk dengan pekerjaan nya
"Hallo Naysilla" sapa Arka sok akrab
Arka sedikit mendeka ke arah Naysilla dan berbicara pelan, karena diruangan itu banyak karyawan yang lain
"Bos Al meminta mu segera keruangan kerja nya, kalau tidak dia sendiri yang akan keluar dan menggendong mu keruangan nya, tolonglah Nay kerja sama nya" ucap Arka memasang wajah memelas nya, karena dia juga ikut kena dampak dari amukan Aldebaran nanti nya jika tidak berhasil membujuk Naysilla
"Okey baiklah" Naysilla mengalah berjalan menuju ruangan Aldebaran
__ADS_1
"Ada apa Bos, ada yang bisa saya kerjakan" ucap Naysilla berusaha bersikap dan berbicara formal
"Apa kamu lupa tugas yang telah aku berikan" Aldebaran menatap Naysilla
"Kopi ya bos, tadi mbak Sinta sudah mengantarkan nya" ucap Naysilla sambil mencoba mengalihkan wajahnya dari tatapan Aldebaran
"Sekarang kamu akan mendapatkan hukuman kembali dari ku, karena telah mengabaikan perintah ku"
Aldebaran berdiri melangkah mendekati Naysilla yang sudah mulai mundur perlahan, hingga Aldebaran berhasil mengunci pergerakan Naysilla
"Cantik....,, asal kamu tahu bibirmu ini bagaikan candu untuk ku, dan tubuhnya mu seperti bara api yang memberikan ku kehangatan di jiwaku yang membeku, bagaikan kutub Utara" bisik Aldebaran sambil meniup pelan tengkuk Naysilla
"Bos ternyata puisi mu bagus juga" ucap Naysilla sambil berusaha untuk menghindar mulut Aldebaran yang mengendus-endus pelan leher nya, dan tiba-tiba mata Naysilla melotot ketika merasakan hangatnya sentuhan bibir yang menghisap lehernya.
Naysila berusaha untuk menghindari Ciuman Al, agar tidak berlanjut ke ke Bibir nya, Naysilla merasa kalah dengan pikiran dan hatinya yang terus bertolak belakang, Naysilla mencoba menolak namun bahasa tubuh nya seolah-olah menginginkan dan menikmati Sentuhan itu.
"Aaaahhsss...., , Naysilla spontan menutup mulutnya ketika desahan keluar begitu saja, kala mulut Aldebaran kembali memberikan ciuman panas nya.
__ADS_1
"Mendesah lah sayang....., ,