
Tiba saatnya bagi Naysila melahirkan, Naysila mulai merasan kontraksi palsu, sehingga dia mulai sering menjerit kesakitan. Mami Qanita yang paham segera menghubungi Aldebaran yang tengah memimpin rapat besar para investor asing baik dalam dan luar negeri.
Aldebaran langsung mengangkat ponselnya yang terus berdering, membuat nya ngak konsentrasi dalam memimpin rapat nya itu
"Hallo mi ada apa ?"
"Al cepat pulang kayaknya Nay mau melahirkan !" terdengar suara mami yang panik
"Okey Al akan segera pulang mi"
Aldebaran segera meminta asisten nya Arka untuk melanjutkan, sementara Al langsung pergi meninggalkan ruangan itu, dengan perasaan berkecamuk. antara senang bakal melihat anaknya terlahir ke dunia, dan perasaan cemas membayangkan istri kesayangannya bakal kesakitan.
Aldebaran langsung melajukan mobilnya membelah jalanan ibukota yang mulai sedikit macet, berkali-kali Al menemukan klakson mobil saat melihat mobil didepan nya seakan enggan untuk bergerak.
"Aaaagghhh....sial"
Aldebaran mengusap wajahnya kasar, sambil melirik kiri dan kanan yang penuh mobil yang sedang beringsut seperti keong racun.
"Kalau begini aku bisa terlambat untuk mengantarkan Naysila kerumah sakit" bergumam sendiri, Al berharap sekali agar mendapatkan keajaiban dan terbebas dari himpitan macet ini.
Aldebaran melajukan mobilnya kembali, senyum mengembang dari sudut bibirnya, dia merasa doanya terkabul. sehingga dia tidak terlalu lama terjebak dalam macet.
Petugas keamanan rumah mereka segera membuka gerbang utama, Aldebaran memarkir mobil nya di jejeran mobil mewah papi. dan Al segera mengayunkan langkah panjang memasuki rumah.
"Mi ayo kita segera kerumah sakit !" ucap Aldebaran yang panik, melihat Naysila yang berkeringat sambil meringis dan mengusap-usap perutnya
Aldebaran langsung memapah tubuh Naysila memasuki mobilnya, sementara mami dan papi mengikuti dari belakang.
__ADS_1
"Kak Al sakit !"
Naysila terus meringis dan memeluk tubuh suaminya itu, seakan ingin membagi apa yang sedang. dirasakan nya.
"Sabar sayang... kita akan segera kerumah sakit" bisik Aldebaran
"Al sebaiknya kita suruh sopir Mami saja yang nyetir, biar lebih fokus jalan nya ntar. lagian kamu bisa membantu menenangkan Nay dulu sebelum kita sampai ke rumah sakit"
"Baiklah mi !"
Pak Agus sopir Mami langsung melajukan mobil dengan mengambil jalan alternatif tercepat menuju ke rumah sakit. sepanjang dalam perjalanan Nay terus meringis kesakitan.
"Tahan sayang.... sebentar lagi kita akan sampai"
Naysila hanya mampu mengangguk mengiyakan ucapan suaminya, Aldebaran menarik nafas lega saat mobil telah memasuki pekarangan rumah sakit. perawat disana langsung menyambut mereka dan segera membawa Naysila menuju ruangan bersalin.
"Ayo kita mulai, tarik nafas dalam-dalam dan lepaskan" dokter memberikan instruksi awal
Naysila berteriak tak kala merasakan sakit yang teramat sangat dibagikan pinggang nya. dan perasaan refleks ingin mengejan, sementara dokter terus memberikan instruksi kepada Naysila.
Aldebaran yang bertambah panik melihat Naysila yang terus kesakitan.
"Dokter apa tidak sebaiknya istriku dioperasi cecar saja !" ucap Aldebaran
"Tidak kak....aku mau normal saja" teriak Naysila disela-sela sakit nya
Akhir nya Al terpaksa mengalah, karena melihat kegigihan Naysila yang memilih melahirkan bayi secara normal.
__ADS_1
Diluar mami dan papi Aldebaran mondar-mandir mulai panik dan terlihat juga tidak sabaran menunggu penerus kebanggaan mereka terlahir.
Tante Sonya ditemani Jesika juga mengayunkan langkah cepat menuju ruangan tempat Naysila melahirkan.
"Qanita Bagaimana kondisi Naysila sekarang ?" tanya Tante Sonya
"Kami juga belum tahu dan masih menunggu" jawab Qanita sambil mengulurkan tangannya nya kepada Jesika untuk membalas salamnya
Tiba-tiba senyum mengembang dari wajah mereka semua, ketika mendengar suara tangisan bayi yang begitu keras dari ruangan Naysila.
"Alhamdulillah itu pasti suara cucuku" tangis haru menetes dari kedua pipi Qanita
Naysila melahirkan bayi berjenis kelamin seorang laki-laki, yang sangat tampan, bibir dan mata bulat nya persis Naysila. dan kulit putih serta hidung mancung nya mirip sekali dengan Aldebaran.
Naysila dan Aldebaran saling berpelukan dengan tangis haru, menyaksikan putra mereka yang mulai mencari ****** pay**** untuk melakukan Asi pertama nya.
Keluarga Aldebaran menyambut penuh sukacita penerus mereka, yang juga diliput media massa. sehingga Frans dalam penjara ikut menyaksikan kebahagiaan Naysila tersebut. sambil menangis haru melihat kebahagiaan Naysila dengan keluarga kecilnya. serta rasa penyesalan yang mendalam mengingat kesalahan nya dulu.
Penjara ternyata mampu merubah sikap buruk Frans, meskipun Naysila serta anak istrinya telah memberikan maaf untuk nya, dan Aldebaran mau membantu untuk membebaskannya. namun Frans memilih menjalani masa tahanan dengan ikhlas.
Reader semua, begitulah kehidupan Naysila yang berakhir dengan kebahagiaan bersama keluarga kecilnya, begitupun dengan Jesika dan keluarga nya......
Sementara Ricky dan Namira masih menjalani proses pendekatan. karena Ricky kurang peka dan tidak menyadari jika gadis seperti Namira lebih suka untuk dilamar langsung. dia tidak mau melakukan proses pacaran terlebih dahulu. menurut Namira tidak sesuai dengan akidah serta prinsip hidup yang dijalaninya serta ajaran kedua orang tuanya.
Okey.... teman-teman happy ending semua ya kisah cinta Naysila Dan Aldebaran.... untuk Part 1 the end dulu ya.!"
Part II, bercerita tentang kisah cinta Ricky Dan Namira, ditungggu ya....
__ADS_1