
Mata Aldebaran membulat sempurna, begitu juga Naysila sambil memutar percakapan mami dengan Namira yang terlihat tidak berdaya itu.
"Kasihan sekali gadis itu kak" ucap Naysila memperhatikan wajahnya Namira yang penuh air mata.
"Mami benar-benar licik, memanfaatkan kelemahan gadis itu untuk melancarkan ambisi nya. aku kecewa dengan mami" Aldebaran mengusap kasar wajah nya. yang terlihat begitu sedih.
"Kita tidak bisa juga menyalahkan mami kak, karena ini juga salah kita yang belum mampu membuat mami dan papi bahagia di hari tuanya"
"Jadi kita harus bagaimana bos ?"
"Entahlah aku juga pusing memikirkan sikap mami"
__ADS_1
"Kak aku prihatin sekali dengan kehidupan gadis yang bernama Namira itu, kelihatannya dia gadis baik dan Soleha. dan Nay juga tidak keberatan seandainya dia bersedia menjadi istri pengganti untuk mengandung penerus keluarga Mortheganza" ucap Naysila yang berusaha untuk memaksakan senyumnya nya. dan menahan perih dihatinya
Aldebaran menatap lekat wajah nya, dengan tubuh bergetar menahan emosi. dia sangat marah mendengar permintaan dan perkataan Naysila barusan. sehingga membuat Naysila langsung menundukkan kepalanya melihat tatapan tajam itu.
Ricky yang paham melihat situasi yang terlihat mulai panas itu, segera mencari kan solusi terbaik nya. meskipun nyalinya ikut menciut melihat kemarahan Aldebaran.
"Bos....apa sebaiknya kita bantu saja gadis itu, karena dia sangat terdesak sekali mengingat adiknya tidak mempunyai waktu lama dan harus segera untuk dilakukan operasi pada jantungnya. karena aku takut gadis itu bakal nekat dan menerima tawaran mami Bos itu" ucap Ricky bijak.
"Ide yang bagus, baiklah kita harus segera menuju rumah sakit itu"
Saat masuk kedalam mobil, mereka duduk di jok belakang, sementara Ricky duduk sendiri di kursi kemudi.
__ADS_1
Selama perjalanan menuju ke rumah sakit, Ricky sesekali memperhatikan pasangan yang duduk dibelakang nya itu, sambil tersungging senyuman di sudut bibirnya.
Naysila memilih duduk agak ketepi, begitu juga dengan Aldebaran karena masih tertawa emosi, diapun tidak menghiraukan tingkah Naysila yang sengaja menjaga jarak darinya.
Naysila kembali menutup mulutnya saat tiba-tiba kembali merasakan pusing dan mual. namun dia masih mencoba untuk menahan nya. sambil sesekali melirik Aldebaran.
"Aku kembali mual bagaimana ini ..... ?" karena pelukan kak Al lah yang saat ini bisa mengobati rasa pusing dan mual ku. tapi aku malu untuk mendekati kak Al. karena dia juga terlihat sedang bingung memikirkan masalah kami"
Karena tidak tahan lagi, dan keinginan yang begitu kuat untuk memeluk tubuh suaminya. Naysila pun menggeser duduknya pelan-pelan mendekati Aldebaran.
Ricky yang sesekali memperhatikan tingkah mereka, masih mengulum senyum dan merasa terhibur.
__ADS_1
Saat Aldebaran bergerak memperbaiki posisi duduknya, Naysila kembali bersikap acuh. namun kembali menggeser sedikit demi sedikit tubuhnya. karena dorongan yang timbul dari hatinya yang begitu besar, serta rasa mulanya. Naysila akhirnya langsung memeluk tubuh Aldebaran dari samping sambil menenggelamkan wajahnya yang malu-malu meooong...."
Aldebaran terkaget dari lamunan nya, saat mendapat pelukan tiba-tiba dari Naysila. karena dia tahu jika Naysila tidak bisa jauh dari nya. sambil mengulum senyum Aldebaran membiarkan Naysila memeluknya. Aldebaran merasakan beban pikiran nya hilang, dan moodnya yang semula jelek menjadi membaik kembali