
Aldebaran memeluk erat tubuh Naysilla yang masih tertidur nyenyak, dikamar villa miliki keluarga itu. timbul niat iseng Aldebaran ingin mengerjai istri nya
Aldebaran berjalan ke arah jendela kaca, menyibak sedikit gorden pintu sehingga cahaya matahari masuk melalui celah-celah jendela. tepat mengenai wajah cantik Nay. kemudian Aldebaran menutup kembali hal itu dilakukan nya berulang-ulang kali, sambil mengulum senyum.
Naysilla mengerjapkan mata dan mengucek nya, karena merasa silau. lalu melanjutkan tidurnya kembali. tapi silau cahaya kembali menerpa wajah nya. hingga Naysilla memutuskan bangun saja dari tidur indahnya. dan segera duduk sambil menatap lantai keramik putih bersih kamar villa
Melihat tingkah lucu Naysilla, Aldebaran tertawa lepas
"Duuuh..... Kasian amat istriku....yuk tidur lagi sayang" Aldebaran kembali berjalan menuju Ranjang dan menarik tubuh Naysilla agar ikut berbaring kembali bersamanya.
"Ngak mau...."
Aldebaran tidak menghiraukan penolakan sang istri, dia membungkam mulut mungil itu dengan ciuman panjang nya. sementara tangan kanannya telah bergerilya menelusuri tiap lekukan tubuh putih mulus itu.
Membuat Naysilla terengah-engah, Aldebaran melepaskan ciumannya
"Bernafaskan sayang....dan buka matamu, Baiklah aku akan mengajarimu cara berciuman yang benar"
Naysilla sudah bisa mengimbangi permainan Al, tubuhnya merespon setiap sentuhan lembut dan ciuman Aldebaran yang membuat nya ketagihan dan sangat bergairah pagi ini.
__ADS_1
Tangan Aldebaran tidak mau berhenti dan melepaskan penutup terakhir yang masih menempel di tubuh Naysilla, sambil menatap penuh gairah.
"Tubuhmu indahnya sekali sayang" dan kembali menciumi Naysilla dari atas hingga tempat yang saling sensitif sekalipun. Naysilla memejamkan mata, dan bergumam tidak jelas. perasaan dan rasa ini begitu indah. sehingga dia sendiri seolah-olah tidak mampu melukiskan lagi.
Pagi ini Aldebaran kembali Melakukan penyatuan, sudah berkali-kali mereka mencapai puncak kenikmatan dan keindahan hubungan yang berdasarkan cinta itu. hingga Naysilla kembali tertidur tidak berdaya dalam pelukan hangat tubuh Aldebaran kembali.
Aldebaran mencium lama keningnya Naysilla dan mengelus-elus perut nya. sambil membisikkan sesuatu
"Cepat tumbuh di rahim maminya, sebagai penerus Aldebaran kecil"
Tersungging senyuman manis di bibir Naysilla yang mendengar bisikan Aldebaran itu, meskipun matanya terpejam namun dia masih bisa mendengar bisik yang terasa begitu indah
Naysilla kembali terbangun saat merasakan perutnya nya yang sudah berbunyi kelaparan, Naysilla melirik jam besar yang tergantung di dinding ruangan kamar.
"Sudah pukul sebelas lebih. pantasan aku merasa lapar sekali" Naysilla memindahkan pelan posisi tubuh Aldebaran yang masih memeluk erat tubuh nya layaknya guling.
Naysilla memakai piyama dan menyeret langkah nya menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
"Kenapa bagian ini masih terasa perih" Naysilla membersihkan area sensixxx nya itu. setelah selesai mandi. Naysilla berjalan pelan mengenakan pakaian nya.
__ADS_1
Nampak Aldebaran mulai membuka mata juga, dia menyibak selimut dan berjalan ke arah Naysilla.
"Aaaaaa cepat tutup itu..." Naysilla merasa malu melihat belalai yang seakan ikut menyapanya
"Ngapain masih malu...lagian kalau sudah berkali-kali bermain-main dengan nya dan membuat nya muntah kekenyangan" goda Aldebaran yang membuat wajah istrinya itu langsung bersemu merah
"Kak Al cepatan mandi sana" mendorong tubuh Aldebaran menuju kamar mandi
"Sayang mandi bareng yuk...." Aldebaran menarik tangan Nay
"Ngak...lihat aku baru ganti pakaian" ucap Naysilla berusaha melepaskan tangannya
"Ayolah sayang bentar aja" bujuk Aldebaran
"Ngak mau" Naysilla berusaha lepas, saat matanya tubuh polos itu, dia yakin apa yang akan terjadi jika dia kembali mandi bersama Al.
"Kak Al cepatan mandi.... Naysilla kelaparan sekali. lihat jam tuch udah siang banget sekarang" bujuk Nay
"Oooiya sayang. maaf aku melupakan jika perut mu ini juga perlu diisi makanan, bentar ya sayang" Aldebaran langsung menuju shower dan membersihkan tubuhnya
__ADS_1