
"Bertahan lah Nak....Mama akan selalu ada untuk mu" Sonya menghubungi pihak penjaga Apartemen dan meminta bantuan nya, dan Jesica langsung dilarikan kerumah sakit terdekat.
Setelah mendapatkan penanganan, dokter menjelaskan kondisi psikis Jessica. yang mengalami depresi dan harus mendapatkan perhatian yang ekstra dari suami maupun keluarga terdekat nya.
"Terimakasih dokter, atas saran nya" Sonya berjalan meninggalkan ruangan dokter menuju tempat Jesica dirawat
Sonya mengusap lembut rambut panjang Jessica yang masih tertidur pulas setelah mendapat obat dari dokter.
"Kasian sekali kamu nak" duduk disampingnya
Jesica tersar ketika merasakan sebuah tangan hangat memeluk tubuhnya dari samping, sambil berusaha membuka mata yang masih terasa begitu berat.
"Mama...dan dimana aku sekarang" Jessica terkejut sudah ada Mama yang tertidur pulas sambil memeluknya dari samping, dia mengedarkan pandangannya kesekeliling kamar. dan melihat tangan nya yang sudah terpasang selang infus
"Ternyata aku sedang berada di Rumah Sakit"
__ADS_1
Jessica mencoba mengingat-ingat kejadian kemaren, hingga dia sampai dirawat. dan meraba perutnya pelan
"Semoga saja tidak terjadi sesuatu yang buruk terhadap mu nak" gumam Jesica pada bayi yang dikandungnya. entah kenapa rasa sayang dan ingin melindungi bayinya mengalir begitu tulus dari lubuk hatinya. semenjak dia menyadari kebaikan dan ketulusan Naysilla terhadap dirinya.
Sonya terbangun dari tidur, dan mengangkat kepalanya melihat keadaan anaknya yang sudah duduk berbaring disampingnya.
"Jessica bagaimana keadaan mu nak"
"Udah agak mendingan ma" tersenyum kearah mamanya
Air mata Jessica menetes mendengar ucapan mamanya
"Apa Mama tidak marah dan membenciku" ucap Jessica hati-hati
"Tidak nak, meskipun Mama sangat kecewa dan menyayangkan sikap dan perbuatan salah mu itu, tapi Mama mencoba untuk memaafkan mu karena kamu adalah anak mama. tapi Mama ingin kamu berjanji untuk tidak akan pernah melakukan kesalahan itu lagi. bertaubat lah Nak...Mama yakin suatu saat jodoh yang tepat akan datang untuk mu" Sonya tersenyum menatap Jessica
__ADS_1
"Terimakasih ma.... Jesi janji akan berubah" menghapus air mata dan memeluk wanita yang begitu baik dan menyayang itu
Frans masih dengan keegoisan nya, dia begitu marah melihat sikap kedua wanita yang begitu berarti dalam hidupnya. sang putri Jessica dan istrinya Sonya.
"Kalian pikir aku tidak bisa hidup tanpa kalian ha.....ha.... Frans tertawa dan selalu menceracau sambil meneguk minuman yang sudah gelas yang keberapanya.
Seorang wanita yang biasanya menemani Om berduit pengunjung Club Malam itu datang menghampiri Frans.
"Om boleh aku temani" menyibak rambutnya dan bersikap genit di hadapan Frans, wajahnya menatap samar wanita itu.
"Oh...Sayang mari kita bersenang-senang" menarik tubuh perempuan itu kedalam pangkuan nya. begitulah kehidupan Frans semenjak ditinggal Sonya.
Frans tiap malam mengunjungi Club Malam dan mabuk - Mabukkan sambil main wanita yang berbeda-beda, dan tidak memperdulikan lagi perusahaan nya yang diambang kehancuran.
Aldebaran tidak menyia-nyiakan kesempatan, melihat perusahaan peninggalan almarhum kedua orang tua istri tercintanya bermasalah. dengan kepintaran berbisnis. Al mengambil alih perusahaan itu dengan membelinya dengan harga yang murah.
__ADS_1
Frans yang kacau tidak memperdulikan dan tidak mengetahui jika yang mengambil alih perusahaan nya itu adalah Aldebaran, dan perusahaan itu telah beralih nama kepemilikannya atas Naysilla.