SCANDAL Istri Pengganti

SCANDAL Istri Pengganti
Kesedihan Naysila


__ADS_3

Naysila berlari menuju kamar dan menumpahkan tangisan nya, meskipun dia sudah mengikhlaskan dan merelakan Aldebaran untuk menikah dan mencari istri pengganti untuk mengandung anaknya. namun rasa perih dan takut kehilangan tidak bisa Naysila pungkiri.


Cukup lama Naysila menangis , hingga dia tertidur lelap begitu saja.


Aldebaran melirik jam yang besar, yang tergantung didinding utama kafe itu.


"Sudah larut malam, sebaiknya aku kembali pulang. kasian Naysila menunggu ku terlalu lama, lagian para pengunjung juga sudah pada balik"


Aldebaran memerintahkan pelayan untuk menutup kafe, mengingat mereka juga butuh istirahat.


Aldebaran melakukan motor nya membelah jalanan yang mulai sepi, dia sudah tidak sabaran untuk bertemu dengan istri kesayangan nya, tidur diperlukan hangat Naysila merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari Aldebaran. yang akan mengantar mimpi' indah nya


Sampai dirumah Aldebaran mengeluarkan kunci cadangan nya, dia tidak ingin membangun kan bibi Cicih dan Naysila. Aldebaran memasukkan motor nya, sebagian lampu juga sudah dimatikan. dia berjalan menuju kamar tidur menyeret langkah dengan tubuh yang terasa begitu lelah.


"Ceklek....,, pintu terbuka

__ADS_1


Nampak Naysila meringkuk tidur, sambil memeluk guling. tersungging senyuman dibibir Aldebaran. lelahnya seakan hilang jika sudah melihat istrinya itu. Aldebaran bergerak pelan tidak ingin Naysila terbangun dari tidur nya


Aldebaran membersihkan tubuhnya, dengan memakai piyama tidur Aldebaran ikut merebahkan tubuh lelahnya dibelakang Naysila dan memeluknya erat, tidak perlu waktu lama bagi Aldebaran dia sudah tertidur pulas.


Paginya Naysila terbangun, dia melirik suaminya yang masih tertidur pulas.


"Kasian kamu sayang, bekerja sampai larut malam demi aku, sayang aku sangat bahagia bisa menjadi istri yang benar-benar kamu cintai"


Kebiasaan baginya jika terbangun dia akan menelusuri tiap lekuk wajah tampan Aldebaran, lalu menciumnya sekilas dan pergi menuju kamar mandi.


Naysila memperhatikan wajahnya di cermin, sambil memolesnya dengan bedak tipis, Naysila khawatir jika Aldebaran melihat sembab dibagan matanya karena kelamaan menangis semalam.


"Selamat pagi nyonya" sapa bibi Cicih memotong sayuran, sepulang dari pasar tradisional yang terletak tidak terlalu jauh dari lokasi tempat tinggal mereka.


"Pagi juga bibi" jawab Naysila

__ADS_1


Aldebaran terbangun sambil menggeliat kan tubuhnya, dan melihat kesamping sudah tidak ada lagi Naysila. entah kenapa hari ini Aldebaran merasa malas untuk beranjak dari tempat tidur itu. dan kembali menenggelamkan tubuhnya kedalam selimut tebal mereka.


"Kenapa aku dari semalam merasa tidak nyaman dan gelisah, padahal Naysila terlihat biasa-biasa saja. ada apa ini ?"


Aldebaran menyibak selimut nya, berjalan keluar kamar nampak istri cantik nya tengah sibuk menata sarapan dimeja kecil disudut ruangan dapur.


Naysila langsung berjalan mendekati Aldebaran


"Sayang kamu sudah bangun ya, sarapan dulu yuk" ajak Naysila


"Iya bentar aku bersih-bersih dulu" Aldebaran menuju kamar mandi


Tidak lama Aldebaran melangkah keluar kamar, penampilan Aldebaran terlihat rapi dan sangat tampan, membuat Naysila ti pernah bosan dengan pesona suaminya itu


Mereka menikmati sarapan pagi yang biasanya penuh canda tawa Naysila, namun pagi ini dia terlihat berbeda. karena Naysila lebih banyak diam dan terlihat sedikit murung, sehingga Manarik perhatian Aldebaran.

__ADS_1


"Sayang ada apa dengan mu ?"


"Aku nggak apa-apa kok" Naysila berusaha untuk tersenyum dan menyembunyikan perasaan nya


__ADS_2