
Mobil Ricky memasuki gerbang utama rumah sakit besar itu.
"Apa kamu yakin adik gadis itu dirawat di rumah sakit ini !"
"Yakin sekali Bos, karena saya pernah mengikuti Nyonya sampai ke sini" jawab Ricky sambil memarkirkan mobilnya
Mereka bertiga berjalan memasuki koridor rumah sakit, bertepatan dengan mami Aldebaran yang juga baru sampai di sana.
"Tunggu Bos. sepertinya itu Nyonya besar, sebaiknya kita ikuti saja dia dari belakang. lagian kita juga tidak mengetahui ruangan kamar tempat adik gadis itu dirawat" ucap Ricky.
"Okey.... baiklah"
Mereka bertiga menjaga jarak dari Mami yang tidak mengetahui kedatangan mereka. rasa mual Naysila kembali terasa saat mencium aroma obat-obatan, dia menghentikan langkahnya sambil memegangi kepalanya yang terasa begitu berputar-putar dan mengecil.
"Sayang kamu kenapa....?"
"A....aku... kepala ku puuuussiiiiing kak.." Naysila jatuh kedalam pelukan Aldebaran dengan mata terpejam seperti pingsan
"Sayang... bangun. kamu kenapa ?"
"Bos ada apa dengan Nyonya, karena dari tadi saya melihat sikap nya terlihat aneh"
"Maksud mu.... istriku aneh bagaimana ?" Aldebaran menatap tajam Ricky tidak suka.
"Maksud saya, sebaiknya Nyonya Naysila kita bawa ke dokter khusus kandungan Bos"
__ADS_1
Aldebaran panik dan langsung menggendong tubuh istrinya, dan menuruti saja saran Ricky.
"Silahkan baringkan istri Anda disini !" ucap dokter yang siap memeriksa Naysila
"Tolong istriku dok, dan dia sakit apa ?"
Dokter tersenyum sambil mempersiapkan alat USG, Naysila terbangun dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan
"Aku dimana ?"
"Sayang tadi kamu pingsan dan sekarang kita berada di ruangan pemeriksaan dokter" Aldebaran mengusap pelan rambut istrinya itu
Seorang perawat wanita menyingkap sedikit pakaian Naysila, sambil melumuri dengan jelas berbentuk bening itu.
"Hey...mau kalian apakan istriku ?"
"Maksud Dokter istri saya hamil" ucap Aldebaran dengan mata berbinar-binar
"Iya benar sekali pak !"
"Alhamdulillah...." Aldebaran langsung memeluk Naysila, mereka berdua menangis haru. mendapatkan berkah yang begitu indah.
"Ya Allah engkau telah mengabulkan segala doa dan harapan ku selama ini" gumam Naysila senang
"Coba bapak dan ibu perhatikan, dia sudah mulai tumbuh dan sehat, detak jantung nya pun sangat normal"
__ADS_1
Aldebaran memperhatikan layar monitor yang memperlihatkan detak jantung yang terdengar begitu indah itu. air mata kebahagiaan kembali menetes.
Ricky yang menunggu Aldebaran diluar ruangan, mondar-mandir bingung.
"Ah sebaiknya aku kembali mencari keberadaan Nyonya besar, sebelum gadis itu menyetujui perjanjian mereka"
Ricky yang tergesa-gesa tidak memperhatikan didepan nya dan
"Brrruuuaarrgg....,,
Ricky menabrak tubuh seorang gadis cantik, tubuh gadis itu oleng dan hampir jatuh kelantai, namun dengan gerakan sigap Ricky mampu menangkap tangannya dan menarik tubuh gadis itu yang langsung membentur dada bidang nya.
Mata mereka bertemu,
"Ya ampun cantiknya, wanita ini ternyata jauh lebih cantik dari yang kulihat difoto nya.
Wanita itu adalah Namira, yang juga sedang tergesa-gesa menuju ruangan dokter, karena melihat adiknya kembali tidak sadarkan diri.
"Ma... maaf Tuan, saya terburu-buru sekali jadi tidak fokus jalan" ucap Namira yang terlihat sedikit gugup
"Ooo itu tidak masalah, karena saya juga salah jalan tidak lihat kedepannya" jawab Ricky.
Mata Ricky tidak mau lepas dari wajah cantik natural itu, jiwa jomblo akutnya kembali meronta-ronta,
"Tuhan untuk kali ini tolonglah kabulkan permintaan ku....,, aku ingin sekali mengakhiri masa bujang lapuk ku, dan mempersunting bidadari surga itu"
__ADS_1
Ricky tersadar dari lamunan panjang nya saat Namira telah berlalu dihadapannya, dengan segera dia mengejar gadis itu.