SCANDAL Istri Pengganti

SCANDAL Istri Pengganti
Permintaan Mami


__ADS_3

"Hati seorang ibu akan sangat terluka jika putra satu-satunya, pergi meninggalkan rumah dan memilih hidup seperti ini. dari pada kemewahan yang telah kami berikan kepada nya" ucap Qanita menghapus air mata


"Maksudnya mami" Naysila membawa mami duduk kembali ke sofa


"Naysila, mami yakin sekali jika Aldebaran tidak menceritakan alasan utamanya mengajak mu pindah ke kota ini"


"Tidak mi, kak Al cuma bilang ingin hidup mandiri" jawab Naysila mulai cemas


"Tidak...tidak Naysila, Aldebaran dan Papinya sempat bertengkar hebat, mungkin ini salah kami yang selalu berharap lebih terhadap kalian berdua" Qanita kembali menangis dengan air mata yang membanjiri kedua belah pipinya


Naysila mendekatinya dan membawa Mami Qanita kedalam pelukannya


"Mami dan papi tidak pernah salah, mungkin saat itu kak Al terbawa emosi"


"Iya Naysila, Aldebaran begitu emosi terhadap kami, begitu papi menanyakan masalah keturunan"


Naysila langsung terdiam, mulut nya seakan terkunci rapat dan tubuhnya bergetar menahan isakan.


"Semua ini salah Naysila mi...., Nay belum juga bisa memenuhi harapan kalian. sehingga kalian bertengkar gara-gara Nay" tangis Naysila kembali membasahi kedua pipinya

__ADS_1


"Mami ngerti kok sayang, dan kami tidak pernah menyalahkan mu. begitu juga dengan Aldebaran. dia sangat mencintai dan menyayangi mu., cuma kita tidak bisa memungkiri perasaan yang begitu menginginkan kehadiran penerus Mortheganza sayang hu..hu..." Mami Qanita memeluk erat tubuh Naysila sambil menumpahkan kesedihannya


"Mi... Nay harus bagaimana mi, apa yang harus Naysila lakukan" membalas pelukan mami


Qanita merenggangkan pelukannya, sambil menatap Naysila


"Naysila sayang.... mungkin permintaan mami ini akan membuat mu terluka. sebaiknya mami membatalkan saja keinginan mami itu nak"


"Apapun keinginan mami dan papi, Nay akan coba untuk memenuhi. karena kebahagiaan kalian adalah kebahagiaan Naysila juga mi"


"Benarkah itu sayang"


"Iya mi" Naysila mengangguk mantap sambil menyeka air matanya


Naysila tercekat mendengar permintaan mami itu, namun dia kembali tersenyum dan mengangguk pelan. sambil menahan gejolak dadanya yang bergemuruh dan terasa begitu perih. diikuti air matanya yang tumpah. namun Naysila masih berusaha untuk tersenyum


"Terimakasih sayang" Qanita memeluk


"Iya mi"

__ADS_1


"Tapi untuk sementara kita akan merahasiakan semua ini terutama kepada Aldebaran" ucap mami sambil memikirkan langkah selanjutnya.


"Naysila kamu tidak perlu risau nak, pernikahan Aldebaran itu hanya sementara, sampai kita memperoleh keturunan, setelah itu Aldebaran akan menjadi milikmu kembali seutuhnya. percaya lah pada mami nak, karena kita semua sangat menyayangi mu dan tidak ingin kamu terluka lebih dalam lagi" ucap Qanita


"Iya mi Naysila ngerti kok. dan Naysila sekarang juga sudah ikhlas demi kebahagiaan dan kebaikan kita semua"


"Sekali lagi terimakasih sayang"


"Apa mami telah menemukan calon yang cocok buat kak Aldebaran ?" Naysila sudah bisa mengendalikan perasaan nya


"Belum sayang, tapi yang jelas dia harus orang baik-baik, karena mami tidak ingin sembarang orang mengandung keturunan kita nantinya, dan kamu tidak perlu khawatir sayang. serahkan semua ini kepada mami. biarkan mami yang akan mencari solusi terbaik nya. yang penting bagi mami kamu telah merestui keputusan mami ini"


"Tentu mi" terdengar nada suara Naysila yang lemah


"Kalau begitu mami balik dulu" Qanita bersiap


"Apa sebaiknya mami nginap disini"


"Tidak perlu sayang, lagian Aldebaran pasti curiga nantinya" berjalan menuju mobilnya

__ADS_1


"Mami balik dulu ya sayang" memeluk Nay kembali dan masuk kedalam mobilnya, dan melaju kencang meninggalkan halaman rumah itu.


Naysila masih melambaikan tangannya, sampai mobil mami itu menghilang.


__ADS_2