SCANDAL Istri Pengganti

SCANDAL Istri Pengganti
Kemarahan Aldebaran


__ADS_3

"Bu nanti aku titip Anabel ya" ucap Namira pada ibu yang baik hati itu


"Tentu nak"


Selesai membersihkan tubuhnya, dengan pakaian sederhana dan hijab yang sudah lusuh, Namira kembali akan mencari pinjaman atau pekerjaan. karena dia harus segera mendapatkan uang.


Namun semua orang yang dikenal Namira seakan tutup telinga, bagaimana tidak kondisi keuangan mereka juga susah di zaman konflik ini. apalagi jumlah yang dibutuhkan namira tidak sedikit jumlahnya. mereka lebih memilih memberikan Namira sedikit uang, yang mungkin hanya cukup buat makan selama perawatan dirumah sakit.


Namira kembali duduk terhenyak dikursi taman kota, dia tidak mengetahui jika gerak-geriknya beberapa hari ini telah diperhatikan sepasang mata.


"Kamu kenapa nak ?" sapa Qanita lembut membuyarkan lamunan Namira


"Ti... tidak apa-apa, ibu siapa ya ?"


"Apa kamu telah lupa dengan saya, kita pernah bertemu di apotek x, dan kamu membantu ku saat hampir jatuh pingsan" ucap Qanita


"Oooo iya aku ingat" Namira tersenyum memperlihatkan wajah cantiknya dengan kedua lesung pipi, mirip Pretty Zinta, seorang artis India Bollywood.


"Kamu terlihat sedih sekali nak, ada apa ?" kamu cerita saja sama ibu siapa tahu kita bisa bisa saling membantu dan berbagi "


Semula Namira gak terlihat ragu, karena dia tidak terbiasa menceritakan masalah nya kepada orang yang tidak dikenalnya.


"Okey aku Qanita, jamu tidak perlu ragu nak"


"Iya Tante, namaku Namira. aku duduk disini karena sangat kebingungan sekali haru mencari pinjaman untuk biaya pengobatan adikku yang jumlahnya tidak sedikit"


"Berapa yang kamu butuhkan nak ?"

__ADS_1


"Lebih kurang tujuh puluh lima juta"


"Saya bisa memberikan mu lebih dari itu, termasuk kehidupan mu dan adikmu akan terjamin tidak kekurangan apapun lagi, tapi semua itu tidak lah gratis"


"Maksud Tante" Namira mengerutkan keningnya


"Apa kamu bersedia untuk menjadi istri kedua anakku, dan bersedia untuk mengandung cucu penerus keluarga kami"


"Tidak.. tidak nyonya, aku tidak ingin menyakiti hati perempuan lain" Namira menggelengkan kepalanya, bagaimana pun juga dia merasakan bagaimana perasaan hati wanita blain yang akan terluka oleh nya.


"Pikiran kah Namira, nasib adikmu berada dalam tanganmu sekarang !"


"Nyonya tolong bantu saya, dengan memberikan pekerjaan lain. tapi tidak dengan menikah dan menjadi yang ke dua" ucap Namira memohon dan berharap sekali ada yang membantu nya untuk saat ini.


Qanita terdiam, terbersit rasa kasihan melihat hasil gadis cantik itu, namun dia juga sangat menginginkan wanita itu bersedia untuk menjadi ibu penerus nya nanti.


Ditempat lain, Aldebaran mengepalkan tinjunya emosi ketika mendapatkan informasi dari Arka, mantan asisten pribadi nya, yang mengatakan jika maminya telah mengetahui tempat keberadaan mereka di kota ini. bahkan sudah bertemu dengan Naysila.


"Aku yakin mami pasti telah merencanakan sesuatu, dan menemui Naysila secara diam-diam dibelakang ku. pantauan akhir-akhir ini sifatnya Naysila terlihat aneh"


Aldebaran meninggalkan kafe, melajukan kembali motor nya pulang kerumahnya.


"Naysila......!!!


Naysila yang sedang melamun, langsung mengedarkan pandangannya ke asal datangnya suara.


"Kak Al kenapa balik kembali, apa ada yang ketinggalan ?"

__ADS_1


"Naysila cepat katakan, apa tujuan mami datang kerumah ini kemaren ?"


Naysila tercekat tidak menyangka Aldebaran mengetahui kedatangan maminya itu.


"Ma....Mami cuma bilang kangen, it..?itu saja kak"


"Jangan Bohong Nay "


Naysila terdiam, Aldebaran sudah bisa menduga apa yang terjadi, dan direncanakan maminya. Dengan kesal Aldebaran kembali menghubungi Arka.


"Coba kamu cari tahu, tentang apa saja yang dilakukan dan direncanakan mamiku, dan ikuti permainan nya dulu, agar kamu bisa memperoleh informasi dari nya" perintah Aldebaran kepada Arka.


"Baik bos"


Naysila



Aldebaran



Namira



Ricky

__ADS_1



__ADS_2