SCANDAL Istri Pengganti

SCANDAL Istri Pengganti
Opa Kritis


__ADS_3

"Naysilla itulah persyaratan yang ku lakukan, dan kamu tidak mempunyai pilihan lain"


Naysilla hanya terdiam membiarkan Aldebaran menarik tubuhnya kembali ke dalam pelukannya, pikiran nya begitu kalut saat ini dan Aldebaran pun memberikan nya pilihan yang begitu sulit.


Aldebaran melirik ponsel yang diatas meja kerjanya yang terus menerus bergetar, dia melepaskan pelukannya namun sebelah tangannya masih memegang tangan Nay, menarik nya menuju kursi kerjanya kebesaran dan mendudukkan Naysilla kedalam pangkuan nya, seraya mengangkat panggilan masuk itu


"Hallo ada apa mi ?


"Al cepat kerumah sakit, penyakit Kakek kembali kambuh" terdengar suara maki yang terisak-isak


"Baiklah mi, Al segera menuju kesana" menutup panggilan nya


"Sayang...kamu istrahat diruangan ini saja dulu ya...aku harus segera kerumah sakit. penyakit Opa kembali kambuh" mencium kening nays sekilas, dan langsung berjalan dengan langkah cepat meninggalkan ruangan kerjanya


Aldebaran menyusuri koridor Rumah Sakit dengan persaan cemas, dia yakin sekali kondisi Opa menurut pasca pertengkaran mereka semalam.


Mami yang melihat kedatangan Aldebaran langsung berlari menghampiri anaknya

__ADS_1


"Al kondisi Opa kritis" menangis memeluk anaknya


"Ya...,, bagaimana pun kita harus sabar mi, dan berdoa demi kesembuhan Opa" membalas pelukan mami


Aldebaran melirik dari Jesica juga datang menjenguk Kakek ditemani kedua orang tuanya


"Semoga Opa bisa melewati masa kritis nya ya mi" ucap Jessica memasang wajah sedih dan rasa simpati nya


mami Aldebaran yang menyadari kedatangan Jessica langsung memeluknya hangat " Terimakasih ya sayang"


Aldebaran mengerutkan keningnya bingung melihat Jessica yang terlihat begitu akrab dengan maminya, dan juga sudah menganti panggilan yang biasanya dia memanggil dengan sebutan Tante.


Dokter yang menangani Kakek keluar dari ruangan rawat, dan berjalan mendekati mami.


"Kondisi Opa sudah sedikit stabil, kalian sudah bisa menjenguk nya. saran saya kalian jangan buat dia stres dan tolong penuhi saja permintaan nya, karena saya juga tidak bisa menjamin kondisi nya setelah ini" ucap dokter berjalan meninggalkan mereka


Mereka semua memasuki ruangan khusus yang terlihat sangat mewah dan luas itu, nampak Opa terbaring lemah tidak berdaya, dengan banyak selang dan oksigen yang membantu pernafasan nya

__ADS_1


"Opa maaf kan Al" Aldebaran duduk dikursi samping Opa sambil memegang tangan sang Opa yang sudah dipenuhi keriput


"Al....Al...." terdengar suara Opa yang sangat pelan sehingga dia dan mami mendekatkan telinga mereka agar bisa mendengar dengan jelas perkataan Opa


"Ya opa...apa yang ingin Opa sampaikan" bisik Aldebaran


"Opa ingin melihat mu.... Menikah dengan Jessica sebelum Opa pergi menyusul Oma mu" ucap Opa pelan namun bisa didengar oleh semua orang yang berada diruang ini


Aldebaran terdiam, menolak pun saat ini tidak mungkin sama saja dia membunuh Opa secara tidak langsung "Baiklah Opa" ucap Al menunduk merasakan dunia nya hancur harus menikah dengan wan? yang sama sekali tidak dicintainya


Semua orang diruangan ini menyambut dengan antusias "Melihat kondisi Opa yang seperti ini, sebaiknya pernikahan segera kita laksanakan diruangan ini, dan kita harus bertindak cepat jika ingin melihat Opa pergi dengan tenang" ucap papi


Semua terlihat sibuk, tak terkecuali Jessica yang mengulum senyum melirik Aldebaran, yang langsung membuang muka saat Jessica menatap nya


"Al aku tidak menyangka bahwa kita Akir nya akan menikah juga" ucap Jesica


"Puas kamu sekarang, aku yakin ini semua atas hasutan mu dan papaku yang serahkan itu" ucap Al pelan ke telinga Jessica

__ADS_1


Jessica meremas jemarinya emosi mendengar perkataan Aldebaran,


"Sabar... sabar dan tahan Jessica, sebentar lagi misi mu akan berhasil, dan dalam sekejap akan menjadi nyonya Aldebaran seorang pengusaha terkaya, kendalikan emosimu..."


__ADS_2