
"Brengsek kalian semua...., Kamu jahat Nay aku tidak menyangka dibalik wajah dan sikap lemah lembutmu, ternyata kamu seorang penghianat. Kamu seekor ular Nay....hu...hu...hu..." tangis Jesica pecah dengan kondisi kamar yang sudah dia buat berantakan
Termasuk ponsel keluaran terbaru nya, ikut hancur karena Jesika membanting kasar Kedinding Kamar. saat mendapatkan informasi dari orang-orang kepercayaan yang mengatakan bahwa Naysilla dan Aldebaran telah menikah di belakang nya, yang disertai bukti-bukti akurat berupa foto dan Video pernikahan sederhana mereka berdua.
"Aku harus menemui papa dan memberitahukan ini semua" Jesica segera menghapus air matanya dan berlari turun menuju mobil. yang terparkir sempurna di halaman luas Rumah kediaman keluarga Aldebaran itu.
Dikantor Frans sedang pusing dengan masalah yang terjadi di perusahaan nya, beberapa investor membatalkan kerjasama mereka, termasuk perusahaan besar atas pimpinan Aldebaran sudah menghentikan bantuan dana untuk perusahaan nya yang sedang terpuruk.
"Aldebaran kenapa kamu tiba-tiba berubah, dan mengingkari janji dan keluarga mu yang akan selalu membantu perusahaan ku. aku yakin para investor perusahaan ini. membatalkan kerjasama pasti karena pengaruh mu Al.
Aldebaran Apa sebenarnya yang kamu inginkan ? Frans memijit pelipisnya yang tiba-tiba terasa mau pecah dan pusing sekali
"Cekklek....,, pintu Ruangan Frans terbuka
Frans menoleh dengan tangan masih memijid pelipisnya, nampak Jessica dengan mata yang sembab menangis berjalan gontai menghampiri nya
"Papa ...hu...hu...hu..aku hancur pa" menangis memeluk papanya
"Maksudmu ??
Frans berdiri dan menatap Jesica yang masih sesenggukan, nampak dia begitu terpuruk dengan bahu yang masih bergetar menahan tangis.
__ADS_1
"Pa Aldebaran pergi.... untuk menikah" ucap Jesica berusaha merangkum kata.
"Biarkan saja dia menikah Jes, yang penting dia tidak menceraikan mu....dan kita sekarang sangat perlu bantuan nya" ucap Frans kembali duduk
"Apa papa tidak ingin tahu siapa wanita yang dinikahi Al tersebut" sela Jesica membersihkan sisa-sisa air mata dengan tissue
"Tidak perlu, paling salah satu jalang yang pernah tidur dengan nya" ucap Frans acuh
"Tidak pa....Papa salah besar, wanita itu Naysilla pa. keponakan Mama" Jesica meninggi kan volume suaranya
Frans kaget seakan tidak percaya dengan penuturan Putri nya itu, tangannya gemetar sambil mengepalkan tinju geram, dan mengarahkan nya pada meja dihadapan nya.
"Bagaimana dengan kedua orang tuanya Aldebaran, apa dia merestui mereka"
"Iya pa, mereka sangat mendukung pernikahan mereka" Jesica memasang wajah penuh kebencian nya
"Kita harus bertindak cepat" Frans mondar-mandir bingung
"Gimana caranya pa ???
"Lagian kamu bod*** Jesica. sudah lama menikah tapi kamu belum juga hamil dan memberikan cucu kepada kedua orang tua nya, coba saja jika kamu hamil, tentu kita dengan mudah menjerat Al" Frans kembali duduk di kursi kebesaran nya.
__ADS_1
"Pa Jesica sedang hamil pa, ta.... tapi bukan anak Aldebaran" Jessica terbata - bata takut dengan amukan papanya nanti.
"Kenapa Jessica kamu mesti hamil anak lelaki lain, tapi papa pikir tidak masalah, yang penting Aldebaran tidak tahu dan papa dapat pastikan dia akan kembali pada mu Jes" tersungging senyum di bibir Frans
"Aku ragu dan takut pa, jika Aldebaran tidak percaya. karena..." Jesica menghentikan ucapannya
"Karena apa Jessica ??
"Aldebaran belum pernah menyentuh ku pa, dan kami tidur di kamar yang berbeda"
"Apa ?
Frans kembali berdiri dan melangkah ke arah Putri nya dan
"Plaaackk"
Sebuah pukulan keras melayang di pipi anak kesayangan nya itu.
"Wanita bodoh" maki Frans yang tidak mampu mengendalikan emosinya
"Ampun pa....ampun" tangis Jesica pecah mengisi sudut ruangan itu, sambil memegangi pipinya yang habis kena amukan sang papa, sesuatu yang tidak pernah dia dapatkan dari papanya selama ini.
__ADS_1