
Paginya saat Naysilla masih tertidur pulas Aldebaran telah menyiapkan beberapa pakaian yang dirasa perlu untuk dibawa kembali ke Indonesia, Aldebaran membolak-balik tabungan pribadi nya yang didapatkan dengan hasil keringatnya sendiri. dan bukan dari pemberian orang tua nya.
Setelah pertengkaran hebat kemaren, Aldebaran menjual mobil yang didapatkan dari usahanya selama menjadi motivator di berbagai kampus dan perusahaan.
"Naysilla aku akan membawamu jauh, dan memulai sesuatu dari bawah dengan bermodalkan tabungan ku ini. aku rasa cukup buat kita berdua memulai kehidupan yang baru"
Aldebaran memasukkan buku tabungan nya itu Kedalam koper, dan duduk disofa menunggu Naysilla bangun tidur. karena mereka masih punya waktu hingga menjelang Siang.
Naysilla terbangun dari tidur nyenyak nya, diliriknya Aldebaran telah rapi dan duduk disofa sambil membolak-balik surat kabar, dipojok ruangan kamar sudah terdapat dua buah koper berisi pakaian.
Naysilla turun dari tempat tidur dan menghampiri suaminya itu.
__ADS_1
"Kak Al " sapanya lembut
"Kamu sudah bangun sayang, kalau begitu bersiap lah karena siang nanti kita akan meninggalkan negara ini"
"Iya kak, tapi sebaiknya kita pamit pada mami dan papi dulu ya"
"Tidak perlu Naysilla, karena aku sudah sekalian pamit kemaren" ucap Aldebaran yang terlihat sibuk dengan surat kabar nya kembali
Naysilla menyeret langkah kakinya menuju kamar mandi, membasahi tubuhnya dengan guyuran air shower yang tersa begitu sejuk menyentuh kulit tubuh. Naysilla kembali menangis. karena dia sudah merasakan dan mengetahui kesedihan dan masalah yang disembunyikan suaminya itu. dia teringat kembali sewaktu berkunjung kerumah mertuanya. secara tidak sengaja dia pernah mendengar pertengkaran Aldebaran dan kedua orang tuanya yang menginginkan cucu atau mencari istri Pengganti untuk melahirkan penerus mereka. namun pertengkaran mereka langsung berhenti saat Naysilla kembali duduk di antara mereka.
Di sofa Aldebaran juga tanpa sadar menghapus air matanya, dia mengetahui kesedihan sang istri yang baru subuh tertidur, juga terlihat dari matanya yang sembab. Aldebaran sengaja berkemas sendiri karena tidak tega melihat Naysilla yang baru tertidur pulas itu.
__ADS_1
"Sayang aku tahu semalam kamu menangis dan begitu terluka mendengar permintaan kedua orang tua ku itu yang menginginkan cucu. aku tidak bisa membayangkan betapa terluka dan hancur nya hatimu jika seandainya kamu mengetahui jika mereka berniat mencarikan ku istri kembali, untuk itulah aku berusaha agar kau tidak mengetahui alasan utamanya aku mengajakmu pergi jauh" bathin Aldebaran
Naysilla sudah berpakaian rapi dan terlihat cantik, menghampiri suaminya yang tengah menunggunya,
"Sudah siap Sayang" Aldebaran menarik tangan Naysilla dan mendudukkan dipangkuan nya. dan melayangkan ciuman hangat pada kedua pipinya yang putih mulus.
"Kak... nanti kita tinggal dimana ?"
"Kita akan cari tempat tinggal yang baru, dengan orang-orang yang baru, dan tidak mengenal kita. karena Aku ingin memulai kehidupan kita yang bahagia berdua bersama mu sayang"
Naysilla tersenyum senang, air mata haru menetes di sudut matanya. tangan Naysilla mengusap pelan bibir Aldebaran yang mengeluarkan kata-kata manis barusan. dan mengecup lama serta membisikkan
__ADS_1
"I Love you ....."
"I Love you too" balas Aldebaran