
"Naysilla sayang...,, kami hanya berkenalan dan Tante Qanita memberikan ku kartu nama nya, bagaimana jika lusa kita berkunjung ke rumah nya, sapa tau bertemu dengan Aldebaran disana, dan kalian bisa saling melepaskan rindu" ucap Lala seenaknya membuat Nay kesal dan mencubit lengan Lala tapi selalu gagal Lala selalu mengelak dengan lihai.
"Udah deh Nay, aku cuma becanda yuk sekarang kita pulang" ucap Lala melirik jam dinding toko bunga yang sudah menunjukkan waktu untuk mereka pulang kerja
Naysilla dan Lala berjalan santai menuju apartemen yang jarak nya tidak terlalu jauh dari tempat mereka bekerja, sambil sesekali bercanda dan tertawa lepas berdua menikmati keindahan sore kota Mexico
Sepasang mata elang tersenyum puas saat menyaksikan sang pujaan hati tertawa lepas, dibalik kaca spion mobil nya. orang itu adalah Aldebaran Montherganza.
"Naysilla sayang,, melihat mu seperti itu aku sangat bahagia... Tidak sia-sia aku mengeluarkan uang cukup banyak untuk mendapatkan semua informasi tentang mu sayang...,,
Okey Naysilla aku akan mengikuti permainanmu, karena sekarang aku sudah mendapatkan dukungan sepenuhnya dari mami dan papi.
Aldebaran mengangkat ponselnya yang bergetar
"Hallo mi..."
"Al gimana apa kamu senang sekarang, karena telah mengikuti Naysilla sampai ke Apartement nya" ucap mami sambil melirik bucket bunga yang baru saja di belinya.
__ADS_1
"Senang sekali mi...,, mami memang hebat Al bangga sekali pada mami" tersenyum senang
"Mami siapa dulu.." ucap mami bangga
Sebenarnya Aldebaran mendapatkan informasi tentang campus tempat Naysilla kuliah, serta tempat nya bekerja paruh waktu dari orang suruhan, Aldebaran sangat senang sekali, namun mami yang kurang yakin sengaja datang dan membeli bunga di tempat Nay bekerja, dan mami percaya sekarang saat matanya sekilas melirik Nay yang tengah bersembunyi begitu melihat kedatangan nya.
"Oya Al apa rencana mu setelah ini ?
"Mi aku telah mendaftarkan diri ku sebagai dosen di kampus tempat Naysilla kuliah mi" ucap Al
"Gimana diterima"
"Al mami hanya bisa berharap kamu dan Naysilla kembali bersama, karena keegoisan mami kalian seperti ini, sekali lagi maaf kan mami ya nak"
"Ya mi"
Naysilla menghempas tubuh di kasur empuk, tidak menghiraukan celotehan Lala yang menggoda nya atau mengusili Naysilla.
__ADS_1
"Tuh...kan melamun lagi" ucap Lala sambil ikut berbaring di samping Naysilla
"La aku tiba-tiba teringat Tante Sonya dan sangat merindukannya" ucap Nay
"Yakin cuma Tante Sonya, gimana dengan Aldebaran apa kamu tidak merindukan nya"
"Tidak La, karena Aldebaran sekarang adalah kakak ipar ku"
"Kakak ipar paksaan, dan aku yakin sekali Aldebaran tidak akan pernah mencintai dan menyentuh Jessica" ujar Lala kesal
"Sudahlah La, sebaiknya kita istrahat saja sekarang, ingat tugas kultelah telah menanti"
Naysilla memejamkan mata memeluk guling, membelakangi Lala yang masih ingin berceloteh.
"Nay kamu kok diam tidak menjawab lagi" lala melirik Nay yang langsung pura-pura tidur
Naysilla mengeratkan pelukannya pada guling, seraya Aldebaran ada dalam pelukannya, Naysilla menyeka air matanya yang tiba-tiba lolos dikedua pipi mungilnya.
__ADS_1
" Kenapa perasaan ini belum juga berubah, dan rasa ini semakin hari semakin lama terasa begitu menyiksa. Kak Al sedang apa kamu sayang... Apa Kak Al juga merindukan ku sekarang.
Naysilla mengusap dadanya yang begitu terasa perih, hatinya seakan meronta-ronta dan berteriak kencang memangil nama Aldebaran....miss u