
Senyum kebahagiaan mengembang sempurna dibibir mungil Naysilla, ketika menginjakkan kakinya kembali ke Negara asal mereka. mereka berjalan sambil beriringan tangan menuju mobil Ricky, yang sengaja menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang kembali Bos" ucap Ricky yang terlihat ikut bahagia melihat kedua pasangan
"Ricky, mulai sekarang kamu tidak perlu memanggilku dengan sebutan Bos, karena aku bukan Aldebaran Montherganza lagi. melainkan pria biasa yang sedang menganggur" ucap Aldebaran ketika sudah menduduki mobil Ricky.
"Bagaimana pun, aku tetap menganggap mu Bos. dan aku juga telah menyiapkan tempat tinggal yang nyaman sesuai pesanan Bos semalam" ucap Ricky.
Setelah menempuh perjalanan jauh, Naysilla mulai resah dan bingung. karena mereka belum juga sampai di tempat tujuan.
"Kak Al, sebenarnya kita mau kemana ?"
"Kita akan tinggal dan menetap di kota B***** dan memulai usaha baru ku disana"
Akirnya Naysilla tersenyum dan tertidur dengan damai nya, di dekapan hangat suaminya, sementara Arka yang sedang mengendarai mobil hanya bisa gigit jari melihat kemesraan pasangan itu.
"Ya Tuhan.....aku ikut bahagia menyaksikan pasangan yang saling mencintai itu, bagaimana pun Bos Aldebaran orang baik. dia berhak bahagia dengan Orang yang dicintainya. meskipun aku juga tidak bisa menyalahkan Nyonya dan Tuan besar. karena mereka juga berhak bahagia dengan kehadiran penerus Montherganza yang baru. mengingat Aldebaran putra tunggal pewaris kekayaan mereka.
Ya Tuhan.... semoga engkau memberikan mereka kebahagiaan dengan segera datangnya dan tumbuh Aldebaran kecil di rahim Naysilla." doa panjang yang diselipkan Ricky melihat kemesraan itu.
Mobil Ricky berhenti di sebuah Rumah yang terlihat sederhana, namun sangat bersih dan nyaman untuk ditempati. membuat Naysilla tersenyum senang dan mengikuti langkah Aldebaran memasuki ruangan demi ruangan Rumah itu
__ADS_1
"Bagaimana sayang, apa kamu menyukai tempat ini"
"Suka.... suka sekali kak, Rumah ini rapi dan bersih dan terasa begitu tenang" ucap Naysilla
"Tentu saja Nyonya, karena kita tinggal disebuah kota kecil" ucap Arka
Arka pun membuka kulkas dan mengeluarkan minuman segar,
"Silakan Bos, Nyonya" ucap Ricky.
"Wah....wah disini sudah tersedia lengkap" ucap Naysilla
"Tentu Nyonya... karena semua ini sesuai perintah Bos, termasuk seorang pelayan setia bik Cicih yang akan menemani Nyonya"
"Sayang..ini bik Cicih" ucap Aldebaran
"Senang bertemu bibik" sapa Naysilla
Malam itu Naysilla membantu bibik Cicih mengemasi pakaian mereka dan menyusun kedalam lemari pakaian. Sementara Aldebaran dan Arka sibuk membicarakan bisnis baru mereka.
"Ricky terimakasih atas bantuan mu" ucap Aldebaran
__ADS_1
"Bos tidak perlu berterimakasih, karena ini sudah tugas saya" ucap Ricky sungkan
"Arka perlu kamu ingat, bahwa aku bukan Aldebaran yang dulu. dikota kecil ini aku akan memulai usaha ku yang baru" Aldebaran memijit pelipisnya memikirkan usaha apa yang akan dirintisnya
"Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Bos" Ricky melirik jam dipergelangan tangannya
"Sudah larut, sebaiknya aku pamit untuk kembali ke Jakarta Bos"
"Apa sebaiknya kamu nginap saja di sini" ucap Aldebaran
"Ngak usah Bos, karena besok kami harus Meeting" ucap Ricky.
"Kalau begitu sekali lagi terimakasih Ricky" ucap Aldebaran, ditemani Naysilla yang juga berjalan cepat dari kamar begitu mengetahui jika Ricky akan balik malam itu.
"Saya pamit dulu Bos, Nyonya"
"Hati-hatilah dijalan" ucap Aldebaran mereka melepas mobil Ricky hingga menghilang membelah jalanan yang mulai sepi.
Dikamar Aldebaran memeluk Naysilla dari belakang
"Kak Al, apa sebaiknya kita mengurus perusahaan peninggalan kedua orang tua ku" ucap Naysilla
__ADS_1
"Tentu sayang tapi melalui Ricky saja, dan kita mengendalikan dari jarak jauh. karena aku ingin membuktikan jika aku mampu berdiri sendiri di mata kedua orang tua ku"