SCANDAL Istri Pengganti

SCANDAL Istri Pengganti
Tetap lah disamping ku


__ADS_3

Ricky beberapa kali mengusap kasar wajah nya, pikirkan nya masih tertuju pada permasalahan yang dihadapi atasannya itu. dua juga tidak habis pikir terhadap sikap dan keegoisan nyonya dan tuan besar nya. yang memaksakan kehendak mereka. tanpa memperdulikan kebahagiaan anak menantu nya.


Tiba-tiba ponsel Ricky kembali berdering tanda panggilan masuk,


"Ya bagaimana penyelidikan mu hari ini" ucap Ricky pada anak buahnya yang mengikuti Qanita kemaren


"Ini bos saya akan mengirimkan bukti pertemuan Nyonya Qanita dengan seorang gadis cantik berhijab, serta bukti rekaman percakapan mereka" terdengar suara orang suruhan Ricky dari seberang sana.


"Okey.... segera kirimkan bukti itu sekarang !"


Ricky menutup panggilan mereka, sambil meneguk habis air dalam botol minuman mineral nya dan membuangnya ke tempat sampah yang terletak tidak jauh dari tempat nya berdiri sekarang. tidak lama menunggu notifikasi pesan masuk dari ponsel nya Ricky. membuyarkan lamunan nya


Ricky membuka tiap slideshow foto-foto pertemuan Qanita itu, seketika terpesona dengan kecantikan Natural yang terpancar dari wajah gadis itu, hingga satu kata terlontar dari mulutnya


"Cantik"


Kemudian Ricky memutar isi percakapan mereka itu melalui handset, yang membuat nya tercekat dan membulat kan matanya, sambil menatap foto gadis cantik itu kembali.


"Ya Tuhan..... ternyata beban gadis cantik itu, tidak seindah wajah nya. kasian sekali kamu cantik. apa yang harus aku lakukan untuk membantu mu. sementara kamu sekarang sedang menjadi incaran Nyonya besar ku" ucap Ricky manggut-manggut sambil memikirkan langkah selanjutnya.


Di kafe Aldebaran tengah sibuk dengan pekerjaannya, mengingat kondisi kafe yang semakin hari bertambah ramai. sehingga Aldebaran pun menambah jumlah karyawan nya. termasuk Naysila yang selalu setia menemani dan menjadi sekretaris Pribadi Aldebaran. meskipun Aldebaran tidak ingin istrinya itu kecapean, agar mempermudah proses agar dia cepat hamil. Aldebaran masih berharap dan berusaha agar Naysila bisa segera hamil. agar mereka tidak terbebani lagi dengan permintaan mami dan papi nya.


Ponsel Aldebaran bergetar, tertera nama Ricky dilayar ponsel tersebut

__ADS_1


"Hallo Ricky"


Sapa Aldebaran yang masih fokus dengan pekerjaannya, memeriksa laporan pemasukan dan pengeluaran kafenya yang sekarang sudah mempunyai dua cabang baru.


"Bos ada informasi baru, dan saya rasa kita perlu bertemu untuk membicarakan hal ini" terdengar suara Ricky seperti orang yang sedang mempunyai ambisi


"Okey saya akan segera kesana, tunggu aku dan Naysila di Perusahaannya"


Baik bos" Ricky kembali menyimpan ponsel nya


"Ada apa sayang ?"


Naysila menghampiri Aldebaran yang terlihat mulai berkemas-kemas, dan mematikan laptop nya.


Tidak ada bantahan dari Naysila, dia hanya mengikuti Aldebaran dan duduk manis dalam mobil baru mereka. meskipun dibeli dengan mencicilnya.


Selama dalam perjalanan Naysila lebih banyak diam, sambil menduga-duga apa yang terjadi, karena ini terlihat penting sekali.


Aldebaran melirik Naysila yang duduk manis di sebelahnya itu


"Sayang kamu kok melamun, lagi mikirin apa ?"


Tangan Aldebaran meremas lembut tangan Naysila, dan menarik nya untuk semakin mendekat.

__ADS_1


"Ngak kok, Nay hanya menikmati pemandangan luar jendela saja" balas Naysila


"Oooo..gitu, sekarang peluk aku dari samping !"


"Ngak mau....,, kak Al kan lagi nyetir ntar ngak konsentrasi "


"Tidak sayang, aku malah tidak konsentrasi jika kamu menjauh dan menghadap ke luar jendela itu" Aldebaran kembali menarik tangan Naysila agar lebih mendekat.


"Okey...sini Naysila peluk" Naysila melingkar kan tangannya ke pinggang Aldebaran


"Bagaimana rasanya sekarang ?" goda Naysila


"Aku merasakan nyaman dan hangat sekali sayang, rasanya aku tidak bisa tanpa kehangatan tubuh mu itu"


"Iiiihhh....kak Al mulai gombal"


"Tidak sayang, ini jujur kalau tidak percaya belah dadaku sayang. pasti kamu melihat hati ku"


"Ha...ha.....ha.... " Naysila tertawa lepas


Aldebaran memperhatikan tawa Naysila itu, dan ikut tersenyum juga


"Sayang aku bahagia melihat tawamu itu, tetap lah disisiku apapun terjadi. dan akupun tidak akan pernah meninggalkan mu dan membiarkan kebahagiaan mu itu hancur"

__ADS_1


__ADS_2