
Aldebaran kembali melirik jam dipergelangan tangannya,
"Kenapa Ricky begitu lama ?"
Aldebaran melirik makanan dan minuman segar yang telah disediakan OB barusan, dia mengerutkan keningnya karena melihat sikap Naysila yang terlihat tidak bersemangat dan tertarik dengan menu yang disajikan itu, padahal selama perjalanan pun Naysila tidak selera makan.
"Sayang makanan nya kok nggak disentuh ?"
Aldebaran duduk kembali di sebelah Naysila, sambil mengambil minuman dan menyodorkan pada Naysila.
"Minum lah dulu biar seger"
Naysila hanya meneguk sedikit saja, selebihnya memberikan pada Aldebaran, yang langsung meneguk sisa minuman Naysila hingga tersisa sedikit. Aldebaran merasa kehausan meskipun selama perjalanan dia juga lebih banyak menghabiskan air dari botol mineral nya berbanding terbalik dengan sang istri yang lebih suka bergelayut manja di lengan dan pelukannya.
"Sayang beberapa hari ini selera makan mu menurut, apa kamu sakit ?"
Aldebaran memperhatikan wajah Naysila yang terlihat sedikit pucat, dan lesu.
"Nay, juga nggak tahu kak. sekarang Nay merasa sering pusing dan mual, rasa itu akan berkurang jika Nay berada di pelukan kak Al dan bisa mencium aroma tubuh kakak" ucap Naysila yang kembali merebahkan kepalanya di dada bidang Aldebaran
__ADS_1
"Kok penyakit mu aneh gitu ya ?"
Aldebaran mengambil Makanan yang belum tersentuh itu.
"Sayang makanlah sedikit biar kamu tidak terlihat lesu dan bertenaga kembali" Aldebaran menyuapi makanan itu ke mulut Naysila
Naysila mengunyah makanan itu sedikit, dengan susah payah dia menelannya, dan saat suapan kedua Nay tidak tahan lagi. sambil memegangi mulutnya Naysila berlari menuju wastafel dan memuntahkan makanan itu.
"Sayang kamu kenapa ?"
Aldebaran berlari mengikuti Naysila, dan mengusap punggungnya pelan. dia sangat khawatir sekali melihat kondisi istrinya.
"Kak Al...."
Terdengar suara manja Naysila yang memeluk tubuh Aldebaran, karena dengan pelukan hangat dan aroma wangi tubuh sang suami, cukup memberikan obat paling mujarab dari rasa pusing dan mual yang sering datang secara tiba-tiba.
"Sayang apa kamu sering seperti ini, dan apa lagi yang kamu rasakan ?"
"Tidak kak, baru beberapa hari terakhir ini. kadang juga aku sering merasa kram di bagian bawah perut. dan sering buang air kecil"
__ADS_1
"Kita periksa ke dokter ya !"
"Ngak usah kak. karena dengan berpelukan begini semua yang ku rasa seakan hilang"
"Oooo... begitu ya, baiklah mulai sekarang kita akan terus bersama. bagaikan sendok dan garpu " bisik Aldebaran sambil mengeratkan pelukannya
"Ceklek......,, tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka
Mengagetkan dua pasangan yang saling berpelukan itu.
"Maaf.....aku telat" ucap Ricky yang terlihat serba salah, melihat kemesraan pasangan itu, yang membuat jiwa jomblo akutnya meronta-ronta. namun sebisa mungkin dia bersikap wajar.
Aldebaran melepaskan pelukannya, dan membimbing tangan Naysila menuju sofa yang juga diikuti Ricky. setelah mereka duduk saling berhadapan Aldebaran menanyakan keterlambatan Ricky itu.
"Kenapa kamu tidak berada di kantor, sehingga kami menunggu begitu lama ?" ucap Aldebaran sedikit kesal
"Maaf Bos, sewaktu menuju kantor. diperjalanan aku melihat mobil Nyonya besar dan mengikuti nya dari belakang. tapi aku ketahuan Nyonya yang mengerjai ku dengan mutar-mutar dijalan yang sama"
Aldebaran manggut-manggut mendengar penjelasan Ricky.
__ADS_1
"Tapi ada informasi yang lebih mencengangkan lagi, coba bos perhatikan foto-foto ini dan bukti Vidio percaknya dengan gadis cantik itu" Ricky mengeluarkan bukti-bukti itu dan menyerahkan nya langsung ke tangan Aldebaran yang masih terlihat bingung, begitu juga dengan Naysila yang lebih merapat kan duduknya di sebelah Aldebaran.