
Perjalanan yang mereka tempuh cukup memakan waktu, Naysila tertidur sambil memeluk Aldebaran dari samping, sehingga Aldebaran lebih memilih melajukan pelan mobilnya dari pada memindahkan posisi Naysila.
Mobil Aldebaran pun memasuki gerbang utama perusahaan peninggalan kedua orang tua Naysila itu. setelah memarkir mobilnya Aldebaran melirik istrinya yang masih tidur pulas. perlahan Aldebaran mengguncang bahu Naysila
"Sayang .... bangun kita sudah sampai"
Naysila membuka matanya perlahan, dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat parkir itu.
"Ini perusahaan ku" membulat kan matanya tidak percaya
"Iya sayang, ini miliki kamu dan semua aset perusahaan ini juga sudah menjadi atas nama kamu sayang"
"Kak Al terimakasih ya" mata Naysila berkaca-kaca dan kembali memeluk Aldebaran
"Iya sayang, apapun itu jika aku mampu pasti akan aku usaha kan untuk mu"
Mereka turun dari mobil dan memasuki lobby perusahaan yang luas itu. Naysila tersenyum senang dan membalas setiap sapaan karyawannya yang menyambut dan menunduk hormat pada mereka.
Pikiran Naysila kembali beberapa tahun Islam, dia sering memasuki perusahaan ini dulu. dan berlarian bersama Jesika. semasa Om Frans masih menjadi pemilik nya.
__ADS_1
Tiba-tiba terbersit rasa rindu Naysila kepada keluarga yang pernah mengasuhnya itu, sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan yang pernah menyimpan begitu banyak kenangan indah. karena Tante Sonya dulu sering mengajak Naysila dan Jessica datang ke kantor ini.
"Kak Al, apa kabarnya mereka sekarang ?"
Mata Naysila berkaca-kaca, teringat keluarga Tante nya. meskipun Om. Frans pernah dengan liciknya merebut perusahaan itu dan memisahkan cinta mereka, namun tida pernah terbersit rasa dendam di hati Naysila terhadap mereka.
"Apa kamu merindukan mereka ?"
Naysila menganggukkan kepalanya, dan mengusap air mata yang tiba-tiba menetes.
Aldebaran mengajak Naysila duduk di sofa ruang itu
"Sayang setelah ini aku akan mengajakmu untuk bertemu Tante Sonya dan Jesika, karena mereka sekarang sudah hidup bahagia, dan Jesika pun sudah menikah dengan ayah dari anak nya"
"Frans dipenjara seumur hidup, dengan berbagai kasus kejahatan dan penggelapan uang"
"Kasian Om Frans" gumam Naysila
"Semua itu pantas dia dapatkan untuk orang serakah seperti dia"
__ADS_1
Dua orang OB masuk sambil membawa makanan dan minuman segar
"Silahkan dinikmati Nona, Tuan" ucap mereka lalu permisi meninggalkan ruangan itu
Aldebaran terlihat gelisah dan sesekali melirik jam dipergelangan tangannya
"Kak Al kenapa ? dan seperti menunggu seseorang ?"
"Ya Kenapa Ricky lama sekali !"
Aldebaran mengusap layar ponselnya untuk menghubungi Arka, namun masih tidak diangkat.
Di mobil nya Ricky masih mengikuti mobil Qanita yang melaju menuju rumah sakit tempat adik Namira dirawat. dan melupakan pertemuan nya dengan Aldebaran yang tengah menunggu kedatangan nya. untuk memperlihatkan bukti serta rencana yang akan mereka selanjutnya.
Qanita yang curiga dan merasa diikuti dari belakang, langsung membelokkan mobilnya dan kembali memasuki jalur yang sama, begitu seterusnya.
"Bussyet.... kenapa dengan Nyonya tua itu, dia membawaku mutar-mutar ditempat dan jalan yang sama"
Ricky mengepalkan tangannya kesal, dan kembali melakukan mobil nya menuju perusahaan. karena teringat janjinya dengan Aldebaran yang tengah menunggu nya.
__ADS_1
Qanita tersenyum puas, karena telah berhasil mengerjai Ricky.
"Rasain kamu asisten gadungan, aku tahu kamu mengikuti ku karena ingin menggagalkan rencana ku. namun aku lebih pintar dari mu"