
Naysilla berjalan pelan menuruni satu persatu tangga kamar villa, nampak pelayan menunduk hormat melihat kedatangan Naysilla.
"Selamat siang Nona muda"
"Siang" balas Naysilla sambil tersenyum lembut
"Ada yang perlu kami bantu Nona" ucap wanita separuh baya yang mengikuti langkah kaki Naysilla
"Aku lapar" Naysilla mengusap perutnya
"Silahkan Nona, kami telah menyiapkan makanan dan minuman segar" mengarahkan langkah Naysilla menuju meja makan.
Naysilla terpana melihat makanan yang tersedia begitu banyak dan terlihat menggugah selera makan nya, serta minuman yang terlihat segar dan enak.
"Silahkan Nona" pelayan membukakan kursi untuk diduduki Naysilla
"Terimakasih" ucap Naysilla menurut saja
"Silahkan di makan Nona" ucap pelayan itu kembali, saat melihat Naysilla hanya diam saja memandangi makanan itu
"Tunggu kak Al dulu" ucap Naysilla
Tidak terlalu lama nampak Aldebaran yang terlihat jauh lebih tampan dan bersemangat. menuruni tangga dengan tergesa-gesa
__ADS_1
"Maaf sayang....membuatmu menunggu" Aldebaran duduk di sebelah Naysilla, sambil memberi kode pada pelayan itu, untuk meninggalkan mereka berdua saja. Pelayan yang paham langsung pergi menuju dapur.
Aldebaran memutar kursi duduk Naysilla, sehingga mereka sekarang dalam posisi saling berhadapan.
"Sayang kamu mau makan yang mana dulu" ucap Aldebaran mulai mengambil piring
Naysilla bingung menentukan pilihan nya, Aldebaran seakan paham melihat reaksi sang istri. dia pun mengambil semua dan menaruhnya di piring.
Naysilla membulatkan matanya saat melihat piring ditangan Aldebaran penuh.
"Kak Al mau membuat ku gendut atau pingsan kekenyangan" Naysilla menatap heran tingkah suaminya
Aldebaran tersenyum dan kembali duduk di hadapan Naysilla, dengan posisi yang masih berhadapan.
"Sayang....kita akan menghabisi makanan ini berdua ya" Aldebaran mulai menyendok makanan itu dan mengarahkan pada Naysilla
Naysilla menikmati makanan yang terasa begitu enak dan lezat. entah karena suapan suami tercinta. entahlah yang pasti Naysilla sangat bahagia.
Naysilla juga mengambil sendok dan menyuapi Aldebaran juga, karena dia tahu saat ini suaminya juga pasti merasakan lapar. mengingat sekarang sudah sangat siang sekali. dan tenaga mereka berdua juga sudah terkuras banyak.
Mereka makan saling suap-menyuapi. sambil sesekali saling menjaihili.
"Sayang mau nambah lagi" tanya Al
__ADS_1
"Ngak kak, Nay sangat kekenyangan sekali...apa kak Al mau nambah" Naysilla balik bertanya
"Ngak juga sayang" mereka membersihkan mulutnya dengan tissue, dan meminum minuman segar yang tersedia
"Sayang mau ngak, habis ini kita jalan-jalan keliling villa" ucap Naysilla dengan mata berbinar-binar
"Okey"
Mereka berjalan kaki menikmati udara yang sejuk menerpa kulit wajah ayu Naysilla, Aldebaran menyelipkan rambut panjang Naysilla di balik telinga, karena terpaan angin.
"Kamu Cantik sekali sayang" ucap Aldebaran tanpa sadar tangan nya kembali mengelus wajah itu dan mencium bibir Naysilla dalam
"Aku mencintaimu kak Aldebaran" bisik Naysilla disela ciuman panas mereka
Naysilla terpana saat melihat tidak jauh dari posisi mereka sekarang, nampak kolam besar serta terdapat sepeda air. yang dikelilingi taman bunga yang begitu indah bermekaran. terdapat juga air mancur di setiap sudut taman.
"Wah..... indahnya" Naysilla melepaskan pelukan Aldebaran dan berlari berputar menikmati keindahan alam itu.
Aldebaran tersenyum senang melihat tingkah polos dan bahagia yang terpancar dari wajah Naysilla yang tengah kegirangan menciumi salah satu bunga.
"Kamu suka disini Nay"
"Suka...suka sekali kak" ucap Naysilla antusias
__ADS_1
"Kak Al kita naik itu yuk" Naysilla menarik tangan Aldebaran tidak sabaran untuk segera menaiki sepeda air
"Iya sayang..... hati-hati" Aldebaran membimbing sang istri sambil ikut duduk di sampingnya.