
"Jo maafkan aku yang tidak bisa seperti dulu lagi, aku menyayangimu tapi dengan perasaan yang berbeda. layaknya seorang adik terhadap kakaknya. aku harap kamu bisa menerima dan memaklumi keputusan ku ini Jo." Namira menatap lekat wajah Jo, seakan menunjukkan kesungguhan dari ucapan nya.
Jo juga menatap kearah dua bola mata Namira, mencoba dan berharap jika apa yang diucapkan oleh gadis pujaannya itu tidak benar. namun harapan nya sirna, saat melihat pancaran kejujuran dari pancaran mata yang penuh air mata itu.
"Kenapa Namira, apa kurangnya aku. atau semua ini karena masa lalu orangtuaku.?"
"Sama sekali tidak Jo."
"Lalu apa.? atau karena laki-laki yang pernah menemui mu diruangan kerja Tempo hari itu .?" ucap Jo penuh penekanan.
Namira tercekat, dia tidak menyangka jika Jo mengetahui jika Arka pernah mengunjungi nya.
"Kenapa Namira, kamu kaget mendengar. jika aku mengetahui laki-laki itu menemui mu., jawab lah Namira....apa benar dia yang membuatmu tidak mencintai ku lagi.!!!" Jonathan berteriak seakan dia tidak peduli lagi dengan pandangan orang-orang disekitar mereka. yang menyaksikan sambil berteduh di halte bis.
__ADS_1
Bahkan ada yang tertawa mencemoohkan, ada juga orang langsung merekam. untuk mengabadikan momen bersejarah kisah cinta yang ditonton gratis dan live tersebut.
"Pasti berita ini langsung viral, aku harus share kemefia sosial.," ucap salah satu dari mereka.
"Apa yang kalian lihat, urus saja kehidupan kalian masing-masing.!" Jo membentak orang-orang yang kebetulan kedapatan melirik kearah mereka berdua.
"Jo, aku mohon...kamu harus tenang. kita harus pergi dari sini. aku malu Jo...jadi pusat perhatian mereka." Namira akhirnya menarik lengan baju Jo mengajak menjauh dari tempat itu.
"Sayang kamu kenapa seperti ini nak.?" Mama membawa Jo menuju mobil, tidak ada perlawanan dan kemarahan lagi yang dilontarkan oleh Jo, dia hanya diam membisu.
Sementara Namira langsung pulang diantar sopir Mama Jo, menuju rumahnya sendiri. Anabel merebahkan tubuhnya dipangkuan sang kakak. gadis kecil itu seakan paham dengan apa yang telah terjadi diantara kakaknya dan Jonathan.
"Kakak yang sabar ya...!" ucap nya
__ADS_1
"Iya dek, semoga saja Jo bisa menerima dengan lapang dada keputusan kakak ini." ucap Namira disela-sela tangis dan rasa dingin yang seakan-akan menusuk tulang.
Ricky yang berjalan keluar dari ruangan rapat, langsung menghentikan langkah kakinya. sambil fokus pada Layar ponsel tersebut.
"Ricky kamu kenapa.?" Tanya Aldebaran.
"Tidak...?tidak apa-apa Bos." mengalihkan pembicaraan, sambil terus mengikuti langkah Al. mereka langsung kembali masuk keruangan kerja Aldebaran. untuk membahas berdua masalah yang mereka bahas sewaktu mengikuti rapat Barusan.
Ricky tidak bisa konsentrasi, bahkan ucap dan usulan yang dikemukakan pada Aldebaran Idak nyambung dengan pokok permasalahan yang tengah mereka berdua bahas.
"Ricky, sebaiknya pembahasan kita dilanjutkan lusa saja, mungkin saat ini kamu capek dan butuh istirahat. sebaiknya kita berdua sama-sama pulang kerumah masing-masing. aku juga sudah rindu dengan putraku. bermain dan bermanja-manja dengan nya dan istri Cantik ku." ucap Aldebaran.
"Okey terimakasih Bos, kalau begitu aku permisi dulu." Ricky langsung pergi meninggalkan ruangan kerja Aldebaran.
__ADS_1