
Aldebaran memeriksa surat penting peralihan perusahaan Frans menjadi nama Naysilla, yang dikirim Arka kemaren.
"Naysilla sayang aku akan mengembalikan apa yang menjadi hak mu. sekarang perusahaan peninggalan kedua orang tua mu, telah jatuh dan sudah menjadi milik mu seutuhnya, tanpa bisa diganggu gugat lagi oleh Frans"
Dikamar Naysilla terbangun, melirik kesamping nya namun terlihat kosong
"Kemana kak Al " gumam Naysilla sambil menyeret langkah kakinya menuju kamar mandi.
Naysilla menatap pantulan wajah nya di cermin meja rias nya, dan meraba bagian lehernya yang terdapat banyak sekali tanda kepemilikan yang diberikan Aldebaran.
Naysilla bingung memilih pakaian yang semua memperlihatkan tanda itu.
"Pakai yang ini saja, karena di Apartemen ini hanya kami berdua"
gumam Naysilla, lalu mengolesi wajah nya dengan bedak tipis dengan rambut tergerai panjang. sungguh penampilan yang sangat cantik bagi orang yang memandang
Naysilla berjalan menuju dapur,
"Pasti sekarang kak Al sedang sibuk diruangan kerjanya, sebaiknya aku buatkan dia kopi dan makanan kecil"
Naysilla mengaduk kopi hitam itu dan menaruhnya di atas nampan beserta kue kering kesukaan Al. sampai di depan pintu masuk ruangan kerja itu. Naysilla mengetuk pintu pelan
__ADS_1
"Masuk sayang" terdengar sahutan dari dalam
Naysilla masuk "Kak Al, Nay buatkan kopi diminum ya" menaruh di meja depan Al yang masih terlihat sibuk di depan layar monitor laptop itu.
"Terimakasih Nay" ucap Al masih fokus dan tidak mengalihkan pandangannya dari layar monitor
"Kak Al terlihat begitu sibuk, sebaiknya aku keluar dan nonton TV saja" gumam Naysilla yang ingin beranjak dari ruangan itu
"Hey sayanngku...mau kemana ?"
Aldebaran menarik tangan Nay dan mendudukkannya diatas dipangkuan.
"Aku mau keluar, karena tidak ingin mengganggu kesibukan kak Al"
"Sayang...aku ada sesuatu untuk mu"
"Apa itu" jawab Nay antusias
Aldebaran menurunkan pelan tubuh Naysilla, lalu berjalan menuju brangkas khusus menyimpan Dokumen penting Perusahaan nya. lalu mengeluarkan surat peralihan perusahaan Frans menjadi hak milik Naysilla.
"Ini bacalah"
__ADS_1
Naysilla mengambilnya lalu membaca dengan seksama, tiba-tiba mata Naysilla membulat seakan tidak percaya dengan apa yang tertulis disana.
"Jadi perusahaan Om Frans itu, ternyata miliki kedua orang tua ku" ucap Naysilla tidak percaya. karena umurnya masih terlalu kecil waktu kedua orang tua nya meninggal dan semenjak itulah dia diasuh dan dibesarkan Tante Sonya dan Frans
"Iya sayang dan Frans yang serakah itu telah merampas dan mengalihkan atas nama nya, sekarang dia akan hancur"
Air mata Naysilla menetes membasahi kedua pipinya,
"Aku senang, dan yakin sekali kedua orang tua ku pasti tersenyum bahagia sekarang. menyaksikan perusahaan hasil kerja keras mereka telah kembali ketanganku, terimakasih sayang atas bantuan mu semua nya kembali menjadi milikku"
"Iya sayang karena kebahagiaan mu yang terpenting bagiku"
"Tapi bagaimana dengan keluarga Tante ku itu sekarang" Naysilla kembali cemas
"Tante Sonya tinggal di Apartemen yang kuberikan kepada Jessica, berdasarkan informasi mereka sekarang terlihat bahagia seiring perubahan Jessica yang telah mengunakan hijab"
"Kenapa Tante tinggal di Apartemen ?"
"Karena mereka bertengkar, dan Tante mu sudah mengetahui kelicikan Frans selama ini, dan Frans tidak pernah berubah dia terlihat frustasi dan lari ke minuman keras dan wanita" ucap Aldebaran
"Aku tidak tega mendengar keadaan Om Frans yang hancur, bagaimana pun juga dia telah merawat dan membesarkan ku"
__ADS_1
"Sebenarnya aku juga tidak tega, tapi kita lihat dulu sejauh mana dia hancur dengan keserakahan nya selama ini"