
"Kamu harus bertindak cepat anak bod***" sebelum kamu benar-benar kehilangan semuanya. sekarang pergi dari hadapan ku, jangan temui aku sebelum masalah mu selesai" bentak Frans tanpa menoleh, dan memalingkan wajahnya saat Jesica pamit pergi meninggalkan ruangan kerja itu
Dalam mobil nya Jessica menangis kembali, dia merasa sendirian dan hancur. sedang kan untuk bayi yang dikandungnya pun Jesica ragu siap sebenarnya ayah biologisnya. kerena dia pernah berhubungan dengan beberapa teman-teman pria nya. untuk melampiaskan kekecewaannya terhadap sikap Aldebaran.
"Hidup ku telah hancur....,, semua penghianat, dulu pacar dan asisten ku, sekarang suamiku dan adik sepupu. kalian jahat...jahat...hu...hu..." Jesica memukul-mukul stir mobilnya
Sekian lama menangis dalam mobil dengan posisi masih dihalaman parkir perusahaan sang papa. wajah Jesica terlihat begitu sembab, dia menyeka air matanya dan melajukan mobilnya menuju Rumah besar keluarga Aldebaran.
"Mobil siapa itu ?
Jessica mempertajam penglihatan nya, saat memasuki gerbang utama Rumah mewah itu, sudah nampak mobil baru yang asing baginya terparkir.
Jesica memakai kaca mata hitam dan melangkah angkuh turun dari mobilnya, saat melihat Arka dan tiga orang Bodyguard berjaga-jaga di depan pintu masuk utama.
"Aku harus menunjukkan kepada mereka, wibawaku sebagai Nyonya Aldebaran" gumam Jesica
Saat Jesica sudah sampai di depan pintu, dua orang Bodyguard menghalanginya
"Maaf Nyonya Anda tidak boleh masuk dan tinggal dirumah ini lagi...!!!!
__ADS_1
ucap Asisten pribadi Aldebaran
"Apa maksudmu, kalian jangan macam-macam dengan ku. aku bisa melaporkan kalian pada suami ku atau mertuaku nanti" Jesica mengacungkan jari telunjuk nya pada Ricky.
"Maaf Nyonya tapi ini semua atas perintah beliau"
"Apa..." Jessica membulatkan matanya, tidak percaya dengan pendengarannya
"Kalau Nyonya tidak percaya, silahkan hubungi Tuan muda Aldebaran, jika Nyonya masih mempunyai muka" ucap Arka tersenyum sinis
"Apa maksudmu" Jesica maju ingin menghadang Asisten itu
Ricky mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan dengan jelas bukti- buku perselingkuhan nya dengan beberapa teman pria nya.
"Tidak.... tidak ini tidak mungkin kalian pasti menjebakku" Jesica mundur selangkah demi selangkah, menggelengkan kepalanya tidak percaya jika ternyata semua perbuatan nya telah diketahui Aldebaran.
"Sekarang Nyonya boleh pergi meninggalkan Rumah ini"
"Tidak aku tidak akan pergi" Jesica tetap bersikeras.
__ADS_1
"Tolong kerja sama nya Nyonya, sebelum kedua Bodyguard itu bertindak lebih" ancam asisten Al itu.
" Minggir Kalian, Barang-barangku masih banyak tertinggal di dalam" ujar Jesi disela air matanya yang kembali membasahi kedua pipinya
"Tidak perlu Nyonya.... Barang-barang mu semua sudah kami keluar kan, karena Tuan dan Nyonya besar tidak ingin kamu menginjakkan kaki mu dirumah ini kembali, dengan tubuh kotormu itu"
Jessica meremas dadanya yang terasa begitu pilu dan perih, mendengar kata-kata yang terlontar dari mereka
"Ya Tuhan.... sebegitu kotor kah Aku" terhenyak menangis.
"Ini semua barang-barang, serta kopermu, pelayan tolong kalian masukkan dan susun dalam mobil nya" perintah Asisten itu.
Jessica melangkah pelan masuk kedalam mobilnya Kembali, melihat Rumah mewah itu untuk yang terakhir kalinya.
"Selamat tinggal kemewahan ku, yang sesaat...
Sabar nak, kita akan cari kebahagiaan kita berdua. kita harus kuat tanpa mereka yang membuang kita" melajukan mobilnya meninggalkan perkarangan luas itu
Ricky menatap mobil Jesica yang telah berlalu meninggalkan Rumah itu, terbersit rasa kasihan di lubuk hatinya yang terdalam. tapi mengingat kelakuan buruk Jesika. dia kembali geram dan emosi.
__ADS_1