
Saat Naysilla sedang asyik ngobrol berdua dengan Lala, mereka tidak menyadari dari arah belakang Aldebaran telah selesai mengajar dan berjalan melewati mereka.
Aldebaran sengaja berjalan angkuh dan menjaga wibawa nya, seolah-olah tidak mengenali kedua gadis itu. saat posisi mereka sangat dekat Aldebaran sengaja menyenggol tubuh Naysilla. dan menghentikan langkahnya dihadapan kedua gadis itu
"Untuk kalian berdua, temui aku di ruangan dosen sekarang" ucap Aldebaran berlalu meninggalkan kedua gadis yang masih ternganga
"Naysilla kamu sendiri saja yang menemui dosen killer kekasih mu itu" Lala bergidik ngeri membayangkan tatapan tajam Al barusan
"Ngak mau, dia kan menyuruh kita berdua untuk menemuinya" elak Naysilla
Mereka menyeret langkah pelan menuju ruangan itu, saat mereka telah sampai di pintu ruangan besar itu, Naysilla dan Lala masih saling tolak menolak untuk mengetuk pintu.
"Ayo Nay Kamu cepetan ketuk pintu nya dan kita masuk kedalam, aku ingin Maslah kita ini cepat selesai" bujuk Lala
"Okey....,, okey..." ucap Nay mengalah dan mulai mengtuk pintu dengan tangan yang gemetar
"Masuk" terdengar suara bariton Aldebaran
__ADS_1
Naysilla yang diikuti Lala yang masih bergelayut di lengan nya, berjalan menuju meja kerja Aldebaran yang menatap kedua gadis itu, sambil memutar-mutar kursi kebesarannya
Naysilla melangkah Ingin duduk di kursi depan meja Aldebaran
"Apa aku menyuruh kamu untuk duduk" ucap Aldebaran dingin
"Ma.... maaf pak" Naysilla gugup dan kembali berdiri
"Kenapa kak Aldebaran menjadi angkuh dan dingin seperti ini, tapi baguslah dengan begini berarti dia sama sekali tidak mengenaliku" bathiin Naysilla
"Baiklah untuk hukuman kamu saya akan memberikan beberapa tugas yang harus selesai dalam waktu singkat" menunjuk Lala dan memberikan tugas itu
"Sekarang kamu boleh pergi" ucap Aldebaran yang ditunjukkan kepada Lala
"Okey, terimakasih pak" ucap Lala membalikkan badannya berjalan menuju pintu
"Lala tunggu" ucap Naysilla
__ADS_1
"Kamu belum boleh meninggalkan ruangan ini" Aldebaran menatap lekat wajah Naysilla yang langsung tertunduk
Sementara Lala tidak menghiraukan teriakan Naysilla, terus berjalan dan menutup pintu ruangan Aldebaran kembali, sekarang tinggal Naysilla berdua saja dengan Aldebaran yang masih duduk manis sambil memainkan kursi kebesarannya
"Maaf pak bagaimana dengan saya" Naysilla menunjuk dirinya sendiri
Aldebaran berdiri berjalan mendekati Naysilla, sambil memencet tombol mengunci pintu ruangan otomatis. dan berdiri begitu dekat dengan jarak hanya beberapa centi dari tubuh Naysilla.
Tangan Aldebaran bergerak maju ingin menyentuh wajah Naysilla yang refleks memalingkan wajahnya untuk menghindari sentuhan itu.
"Maaf pak tolong Anda bersikap sopan terhadap mahasiswa Anda" dengan posisi Naysilla masih memalingkan wajahnya
Aldebaran mengulum senyum, melihat tingkah Naysilla menyamar sebagai jingga itu.
"Okey Jingga... ,, mulai sekarang kamu sudah resmi menjadi asistenku, untuk tugasmu hanya terus bersama ku, dan membantu memeriksa beberapa tugas mahasiswa ku"
"Tapi pak...,, saya tidak bisa karena mempunyai pekerjaan lain"
__ADS_1
"Tinggalkan saja pekerjaan mu itu, karena aku akan membayarnya berkali-kali lipat dari gaji yang mereka berikan" Aldebaran semakin mendekat hingga jarak mereka berdua begitu dekat
"Aku harus sabar dan mengendalikan diriku, meskipun saat ini aku sangat ingin memeluk dan mencium mu sayang...,, aku akan mencari jalan agar kamu mau jujur dan membuka jati dirimu dan kembali ke dalam pelukanku dengan sendirinya"