
Siang itu Aldebaran mengunjungi Rumah kediaman keluarga nya, tanpa mengajak serta Naysilla, karena itu permintaan papi yang ingin membahas masalah yang sangat penting.
Aldebaran dengan langkah panjang memasuki halaman Rumah, dari kejauhan sudah nampak kedua orang tua nya yang tengah bersantai menikmati teh diteras utama. Aldebaran mempercepat langkah nya
"Siang Mi, Pi" sapa Aldebaran
Mami memeluk hangat putra kesayangannya itu, dan menyuruh nya duduk disampingnya.
"Kamu sudah makan siang Nak" tanya mami sambil mengelus rambut anaknya yang sudah dewasa itu
"Nanti saja mi bareng Naysilla" ucap Al singkat
"Gimana kabarnya Naysilla sekarang Al" tanya mami kembali
"Naysilla sehat-sehat Mi, mami dan papi gimana ?"
"Yah.... beginilah keadaan kami berdua sekarang, dirumah yang luas dan besar ini. namun kami hanya berdua dan sangat kesepian sekali" mami memasang wajah sedih nya
__ADS_1
"Baiklah mi nanti Al akan bicarakan dengan Naysilla, dan mengajak nya untuk tinggal disini, supaya mami ada temannya" ucap Al
"Bukan mamimu saja yang kesepian, tapi papi juga merasa kesepian sekali, coba saja dirumah ini terdengar tangisan dan gelak tawa anak-anak kecil, tentu hidup dan hari tua papi akan terasa begitu indah Al"
Aldebaran melonggos kesal, dia sudah bisa menebak arah pembicaraan kedua orang tuanya itu.
"Please deh Mi, Pi...Al capek bertengkar masalah ini terus. tolong beri kami waktu untuk memenuhi keinginan kalian itu"
"Mau sampai kapan Al" ucap mami
"Mi kasihan Nay, tanpa kita tuntut pun dia sudah tertekan dengan keadaan nya yang belum hamil. apalagi jika dia mengetahui dibelakang nya kita selalu bertengkar masalah anak dan kehamilan yang belum kami peroleh" Aldebaran sudah terlihat gusar dan frustasi dengan tuntutan ini terus
Aldebaran terperanjat kaget tidak percaya maminya akan berbicara seperti itu.
"Al bingung mi....yang jelas Al tidak akan menyakiti perasaan Nay"
"Kita tidak akan membuat Nay bersedih, kita akan bermain cantik dibelakangnya"
__ADS_1
"Tidak... tidak akan mi" Al berdiri dengan emosi
"Al kamu jangan egois, kamu juga harus memikirkan kebahagiaan kami berdua" papi ikut berdiri
"Kalian berdua yang egois, dari dulu aku selalu mengikuti keinginan mami dan papi bahkan menikah dengan orang yang tidak Al cintai Jessica, dan sekarang mami dan papi memaksaku lagi untuk memenuhi keinginan kalian tersebut" tubuh Aldebaran bergetar menahan emosi
"Jadi sekarang kamu melawan kami, apa kamu pikir sudah hebat sekarang" papi balik menantang Al
"Maksud Al bukan begitu pi"
"Okey... Okey papi terima kehebatan mu dan kekerasan kepala mu itu. mulai sekarang coba lah kamu berdiri sendiri tanpa bantuan dari kami lagi, dan tinggal kan semua fasilitas dari kami" tantang papi
Aldebaran tercekat tidak percaya, sementara mami terus menangis tidak menyangka pertengkaran itu akan berakhir seperti ini.
"Okey Al terima tantangan papi, dan Al akan buktikan mampu berdiri sendiri tanpa bantuan dan dukungan dari papi lagi, Terimakasih selama ini kalian berdua telah membesarkan dan mendidik Al. dan maaf kan kesalahan Al"
Dengan penuh emosi Aldebaran meninggalkan mereka berdua, Aldebaran berjalan maju tanpa mendengar lagi tangis dan teriakan sang Mami.
__ADS_1
"Bagaimana ini pi....hu.....hu...tolong panggil Al kembali, tolong cegah dia pergi pi....Mami tidak Mau kehilangan Al. anak mami satu satunya"
"Biarkan saja mi....Papi yakin dia pasti akan kembali lagi"