
Susana pesta di kediaman Dargo benar-benar sangat meriah. Mulai dari dekorasi, dan hidangan mewah yang tersedia disana. Bahkan, anggur yang di sediakan juga anggur yang terkenal mahal. Padahal hanya pesta karena Hendrick sudah kembali dan sehat seperti sedia kala. Tapi terkesan seperti sedang ingin mengadakan pesta pernikahan.
Jhon dan Elia saling menatap heran semua itu.
" Jhon, eh maksudku Sayang. Mereka sekaligus mengadakan pesta pernikahan ya? " Jhon tersenyum karena mendapat panggilan sayang dari Elia.
" Mereka memang menyukai kemewahan ya? setiap kali mengadakan pesta, mereka selalu melakukannya dengan totalitas. "
Jhon meraih pinggang Elia dan mengeratkan posisinya. Sebelah tangan Jhon juga tengah menggendong Ive yang sedari tadi sibuk dengan pita yang ada di bajunya.
" Istriku, mari ikut merayakan pesta mereka. Karena bisa saja ini pesta mewah terakhir yang bisa mereka selenggarakan. "
Elia memindahkan lengan Jhon lalu memeluknya.
" Baiklah sayang. "
Tidak ada lagi rasa takut ataupun gugup seperti dulu. Sekarang Elia bisa datang dengan percaya diri. Langkah kaki yang terlihat elegan dari kaki jenjang Elia menambah kesan kalau Elia adalah wanita yang kuat dan cerdas. Ditambah lagi sosok pria tampan dan disegani disampingnya, Elia semakin terlihat memukau. Ive yang selalu terlihat cantik dan menggemaskan setiap saat menambah kekaguman bagi keluarga kecil mereka.
Mata Elia dan Jhon menelusur ke seluruh isi ruangan yang nampak mewah sekali. Semua keluarga besar Dargo dan Zila sudah berkumpul. Membuat Jhon semakin bersemangat untuk membasmi segerombolan sampah yang bahkan tidak bisa di daur ulang.
Jhon mengubah posisi lengan nya yang tengah di peluk Elia. Kini tangannya sudah menggenggam erat jemari Elia. Perlahan Jhon menuntunnya untuk mendekati segerombolan orang yang sudah bagaikan sampah di mata Jhon.
" Selamat atas kembalinya, Tuan Hendrick. " Ucap Elia dan sukses membuat seluruh anggota keluarga Dargo dan keluarga Zila menoleh kepadanya.
__ADS_1
" Kenapa kau datang?! " Tanya Ibu Sela atau Ibunya Hendrick. Jangan tanya bagaimana ekspresinya, karena sudah pasti kalau dia akan selalu kesal saat melihat Elia dan Jhon.
" Aku yang mengundangnya. " Nenek membuat Ibu Sela terdiam beserta anggota keluarga Dargo dan Zila yang tadinya ingin ikut protes.
Elia dan Jhon tersenyum manis seolah tak terjadi apa-apa. Dan saat tatapannya tak sengaja bertemu dengan Hendrick, Elia langsung mengalihkan pandangan.
Hendrick sebenarnya sudah menyadari kedatangan Elia saat Elia sampai di ruang tengah atau tempat dimana pesta akan di laksanakan. Jujur, kekagumannya kepada Elia memang tidak bisa hilang. Tapi, kemarahan menutupi segalanya. Apalagi karena Elia dan Jhon, dia harus menghabiskan banyak waktu dirumah sakit untuk masa penyembuhan dan pemulihan.
Kalian masih bisa tersenyum setelah apa yang kalian lakukan padaku? aku benar-benar tidak akan melepaskan kalian. Aku akan membuat kalian membayar kesakitan ku.
" Lihatlah, cicit ku benar-benar cantik hari ini. " Nenek berjalan mendekati Ive dibantu dengan tongkat yang tidak pernah jauh darinya.
" Beberapa hari yang lalu saat aku datang menemui mu, kau belum sebesar ini. Kau pasti banyak makan ya cicit ku yang cantik. Semakin hari kau semakin mirip boneka saja. " Puji Nenek.
" Aku malah ingin memiliki anak perempuan lagi. Ive adalah anak yang sangat cerdas dan sangat cantik. Aku yakin adiknya nanti juga akan memiliki rupa yang elok, sama seperti Ive dan Elia. " Ucap Jhon yang mampu membuat hati Elia berbunga-bunga.
Ibu Sela dan yang lainya langsung terdiam mendengar penuturan Jhon yang seolah menjadi sentilan menyakitkan bagi mereka. Bukan hanya sampai disitu saja, tapi tatapan kagum dari para tamu undangan juga tertuju kepada Ive. Gadis kecil itu benar-benar mencuri perhatian semua orang.
" Jadi, kapan adik Ive akan hahir? " Tanya Nenek yang terlihat begitu antusias.
" Kami sedang merencanakannya. Sekarang kan Ive sudah dua tahun lebih, rasanya tidak masalah jika punya adik. " Jawab Jhon. Nenek tersenyum dan mengangguk.
Ya Tuhan, terimakasih karena membuat Jhon bahagia. Aku benar-benar bisa melihat kebahagiaan dimatanya. Keinginan ku tinggal satu lagi yang belum terpenuhi. Jhon, semoga Ayah mu mau memaafkan Nenek dan kembali ke sisi kalian ya?
__ADS_1
Sementara Hendrick sedari hanya diam menahan jutaan kekesalan. Kesal karena melihat Jhon dan Elia yang terlihat saling menyayangi dan mencintai. Kesal karena putrinya terlihat begitu nyaman digendongnya Jhon. Ditambah lagi Ive yang sedari tadi memanggil Jhon degan sebutan Ayah.
Aku tida akan membiarkan kalian terlalu lama bahagia. Akan ku hancurkan kebahagiaan kalian. Lihat saja nanti.
Elia, Jhon dan Ive akhirnya bergabung bersama beberapa tamu undangan yang sudah datang disana.
Jhon mengalami satu persatu kenalan bisnis yang datang kepadanya untuk sekedar menyapa. Semua orang benar-benaf kagum dengan keluarga kecil itu. Rasanya Jhon, Ive dan Elia adalah perpaduan sempurna bagi satu keluarga yang memiliki rupa menawan. Apalagi tingkah manja Ive yang selalu saja menggemaskan, semakin membuat mata enggan untuk beralih darinya.
" Yah, Ayah. " Ive mengangkat tinggi-tinghi tangannya memamerkan ketiak nya. Jhon yang sudah tahu apa maksud putrinya itu langsung mengendus ketiak Ive dan mengatakan Bau!. Meskipun hal kecil seperti itu, nyatanya Ive tak henti-hentinya terbahak saat Jhon mengatakan Bau.
***
" Dasar tidak tahu malu! " Ibu Sela menatap kesal ke arah Jhon, Ive dan Elia. Melihat pemandangan seperti itu benar-benar membuat kepalanya sakit.
" Punya anak perempuan saja bangga." Gumam lagi Ibu Sela.
" Ibu, sudahlah. Jangan terus melihatnya. Dia tidak pantas untuk kita perhatikan. " Ucap Siska yang sejujurnya dia juga merasa sangat kesal melihat Jhon dan Elia begitu akrab. Apalagi saat dia berkumpul bersama teman-temannya, mereka semua sangat mengagumi keluarga Jhon dan Elia yang nampak harmonis. Apalagi saat mereka melihat Ive, mereka semua seolah tersihir oleh wajah cantik Ive dan terus saja mengucapkan kata-kata pujian yang tiada henti.
Zila juga tak kalah kesal melihat Elia dan Ive yang selalu saja merusak suasana. Memang dia akui kalau Erlan tidak semenarik Ive. Bahkan sering kali Zila merasa kesal karena jarang sekali Erlan mendapatkan pujian. Padahal, Erlan sudah dia dandani sebaik mungkin. Semua baju, sepatu dan perlengkapan yang lainya adalah barang-barang yang berkualitas dan bermerek ternama. Tapi tetap saja masih tidak bisa mengalahkan Ive.
Elia, kau lagi-lagi membuat ku marah. Kenapa kau harus datang huh?! kau seharusnya tidak boleh muncul di keluarga Dargo lagi! kalau kau seperti ini terus, aku tidak akan membiarkan mu begitu saja.
" Elia, lihatlah tatapan mereka. Mereka pasti sedang merencanakan banyak hal untuk menyakiti kita. Ini saatnya kau menunjukkan betapa kuatnya istri dari Jhon. Setelah ini semua tidak akan mudah bagi kita. Tapi, aku percaya padamu, istriku. " Elia mengangguk.
__ADS_1
TBC