
" Bagaimana? bagaimana rasanya memiliki menantu yang berasal dari keluarga berada sepertiku? "
Pertanyaan Zila ini benar-benar membuat semua orang menjadi sangat marah. Terutama kakek. Pria tua itu kini tengah memegangi dadanya yang terasa sakit. Sungguh dia tidak bisa mempercayai ini. Padahal Zila adalah anak dari keluarga terpandang. Dia juga memiliki banyak prestasi dan terkenal dengan ketenarannya. Tapi siapa sangka, ternyata prestasi yang ia miliki adalah hasil dari merebut milik orang lain. Dan yang lebih miris lagi adalah semua itu milik Elia. Menantu Dargo pertama yang mereka usir dan di anggap remeh karena hanya anak pungut dari keluarga Zila.
" Pergi sana! dasar wanita rendahan! " Maki Siska yang kesal karena melihat kakeknya kesakitan.
Zila menyunggingkan senyum remeh nya.
" Wanita rendahan? bukanya beberapa saat lalu ka bilang bahwa aku kaka ipar terbaik? Bukankah kau juga bilang kalau aku adalah orang yang pantas dihargai? bukankah kau sendiri yang menyebut ku orang paling cocok menjadi kakak ipar mu? "
" Diam!! " Bentak Siska yang kesal.
" Semua itu karena topeng mu! kau terlalu banyak memakai topeng hingga kami tidak bisa melihat bagaimana asli mu! "
" Hah?! bukan aku yang memakai topeng, tapi otak dangkal kalian lah yang tidak berguna. "
Plak....!
Ibu Sela atau Ibunya Hendrick yang sudah tidak tahan lagi dengan Zila akhirnya menampar pipi Zila.
" Dasar tidak tahu malu! kau adalah wanita yang paling tidak tahu malu! demi Tuhan, aku akan menghukum mu dengan tangan ku sendiri. " Ancam Ibunya Hendrick.
Zila menatap kesal sembari memegangi pipinya yang terasa sakit.
" Dengar Ibu mertua, kau sudah tidak punya apa-apa. Selain Dargo sudah bangkrut, keluarga mu juga ikut bangkrut kan? jangan banyak mulut! yang ada, aku sendirilah yang akan memberikan pelajaran kepada kalian yang sudah mempermalukan ku. "
" Pergilah! lakukan apa saja yang bisa kau lakukan. " Usir Hendrick.
__ADS_1
" Tenang saja, aku memang berniat pergi dari rumah ini. Tapi kalian akan tetap sering melihat ku. Karena aku, akan menggantikan posisi Elia. Aku akan menjadi istrinya Jhon. Aku akan membuat Jhon meninggalkan Elia. Sama seperti kau waktu itu. " Zila tersenyum licik setelah mengatakan kata-kata itu.
Hendrick mengepalkan kedua tangannya kuat. Tidak! Elia tidak boleh mengalami hal yang sama untuk kedua kalinya. Elia tidak boleh menderita lagi. Sudah cukup Elia menderita, tidak akan dia biarkan lagi itu terjadi. Seperti itulah hati Hendrick bertekad. Dengan kemarahan yang mulai memuncak, Hendrick mencekik leher Zila sembari mendorongnya ke pintu keluar. Dia sama sekali tidak perduli lagi dengan wajah Zila yang memerah. Dia terus saja mendorongnya hingga sampai lah di halaman rumah.
Bruk....!
Hendrick menghempaskan tubuh Zila ke lantai hingga punggungnya terbentur.
" Dengar, aku tidak akan membiarkan mu menyakiti Elia lagi. Jika kau memang mau menikah lagi, maka bukan Jhon orangnya. "
Zila meringis kesakitan tapi dia juga gak mau kalah. Dia bangkit dari posisinya perlahan.
" Kenapa? laki-laki seperti Jhon itu tidak cocok untuk Elia. Aku akan menggantikan posisi Elia, dengan begitu kau bisa kembali dengannya kan? selama ini ka tetap mencintai Elia. Jadi apa salahnya? untuk yang ini, seharusnya kau membantu ku kan? "
" Kau benar-benar tidak punya akal sehat. " Hendrick tersenyum menghina.
" Kau pikir, kau bisa menyamakan ku dengan Jhon? tentu saja tidak. Jhon tidak akan melakukan hal bodoh sepertiku. Sekeras apapun kau mencoba, kau hanya akan dianggap seperti sampah busuk baginya. "
" Kita lihat saja nanti. Kalau aku sudah menjadi Nyonya Damien, aku akan melulmdahi wajah mu dan juga wajah keluarga mu. " Ancam Zila.
Hendrick tersenyum miring mendengarnya.
" Sayang sekali, waktu itu tidak akan pernah tiba. Kau tahu kenapa? dan apa kau tahu bagaimana bisa ada yang mengirim semua bukti kebusukan mu? tentu saja Jhon. Lalu apakah kau pikir Jhon menginginkan orang sepertimu? "
Zila terdiam menatap Hendrick. Memang benar, Jhon bukanlah orang yang busa disepelekan. Tapi hasratnya untuk memiliki Jhon sudah sangat menggebu-gebu. Apalagi melihat Jhon yang memperlakukan Elia dengan lembut dan penuh cinta, ditambah lagi fisik Jhon yamg sangat sesuai dengan seleranya, tidak! dia benar-benar tidak akan menyerah. Tentu dia hanya perlu menjadi gadis polos dan naif seperti dulu. Bukankah kebanyakan pria akan menyukai tipe wanita seperti itu? masalah menjelaskan apa yang terjadi hari ini, tentu dia akan memikirkan nanti. Sekarang yang terpenting adalah bebas dulu dari Hendrick, setelah itu dia akan melakukan rencana selanjutnya.
Zila memutuskan untuk pergi tanpa mengatakan apapun lagi. Begitu juga Hendrick yang sudah tidak mau melihat wanita yang sebentar lagi akan dia ceraikan.
__ADS_1
Dasar Dargo sialan! aku sudah memberi kalian muka, tapi kalian menghina ku hari ini. Lihat saja, aku tidak akan membiarkan kalian begitu saja. Tunggu sampai aku menjadi Nyonya Damien, aku akan menguliti kalian satu persatu.
***
Ditempat lain. Ken dan Jhon kini tengah menikmati segelas jus segar kesukaan mereka masing-masing. Sungguh luar biasa hari ini. Memang sih, ini agak jauh berbeda dari rencana awal dalam membongkar kebusukan Zila. Tapi sudah cukup melibatkan Dargo, karena sekarang, Jhon akan fokus kepada Zila.
" Jadi, Jhon. Apa rencana selanjutnya? " Tanya Ken.
Jhon tersenyum sesaat belum menjawab. Hah! hanya dengan membayangkannya saja, benar-venar terasa sangat menyenangkan.
" Apalagi? tentu saja membuat dia tidak ingin hidup lagi. "
" Kira-kira, sekacau apa Dargo sekarang? " Tanya Ken.
" Mungkin mereka sedang memijit kepala mereka." Jhon dan Ken saking pandang dan tersenyum.
" Firasat ku berkata, aku akan menjadi target Zila selanjutnya. " Ucap Jhon.
" Sepertinya begitu. Wanita itu memiliki penyakit mental yang begitu lama. Dia tidak akan berhenti sampai dia bisa mendapat kan mu. " Ujar Ken.
" Aku tahu. Dari pertama kali melihat wanita itu, mentalnya benar-benar buruk. "
" Jadi, kapan Tuan Rendra harus bergerak? dari kemarin dia terus menghubungiku dan mengoceh tidak jelas. Dia merasa kesal karena tidak di ajak ikut bergabung dalam pertunjukan ini. " Ucap Ken.
" Tunggu Zila datang padaku. Setelah itu, biarkan dia melakukan aksinya. Laki-laki mesum itu benar-benar haus rupanya. " Ujar Jhon.
Kembali ke Dargo.
__ADS_1
Kakek yang tidak tahan dengan sakit di dadanya lagi akhirnya di larikan ke rumah sakit. Nenek sebenarnya mendengar semua apa yang terjadi hari ini. Tapi dia sudah tidak memiliki tenaga untuk bisa ikut campur. Baginya yang penting saat ini adalah menunggu putra pertamanya datang sebelum dia meninggal. Entah sebesar apapun masalah Dargo sekarang, dia tidak akan perduli lagi. Sudah cukup dia mengikuti alur kelurga Dargo yang hanya membuat dirinya kehilangan banyak hal. Kehilangan putranya, menantu yang baik, waktu bersama cucunya yaitu Jhon dan Jehan. Jadi kalau harus kehilangan lagi, tentu nenek sudah terbiasa mengalaminya.
TBC